Black Shadow

Black Shadow
Perempuan yang Merepotkan


__ADS_3

Drak dan Rog berdiri tegap, menatap tajam kepada perempuan kecil yang menyerang mereka. Drak menggaruk belakang kepalanya, “Tidak kusangka, saya harus melawan seorang perempuan. Terlebih masih seorang bocah. Merepotkan saja.”


 


Drak menghembuskan nafas kasar, dia bergerak cepat menyerang musuh. Namun miris saja, dia harus terjerat oleh cambuk musuh yang terbuat dari energi api. Lehernya terlilit, tercekik dia. Kesulitan bernafas, mencoba untuk melepaskan diri. Akan tetapi, dia kesulitan. Semakin banyak bergerak, maka lilitan cambuk akan semakin kuat mencekik.


 


Perempuan kecil yang melihat Drak kesulitan bernafas, terbahak. Tawanya memenuhi sekitar. Begitu dia melepaskan lilitan cambuk, Drak terbatuk-batuk. Akan tetapi, tidak hanya sampai di situ, perempuan kecil tersebut menyerang Drak. Hal tersebut membuat terhempas jauh, hampir menabrak Rog. Hanya saja, dia cepat menghindar. Tidak mau tertindih oleh tubuh Drak lagi.


 


Tawa perempuan kecil tersebut semakin membahana, besar sekali sampai menggema di sekitar. Rog mengatupkan rahangnya, agak kesal dengan tawa perempuan tersebut. “Tawa bocah ini sangat jelek, tapi dia tertawa begitu besar. Terlebih tertawa dengan perasaan Pede.”


 


Perempuan kecil tersebut mengayunkan cambuknya, “Dia ingin menyerangku dari jarak sejauh itu? Yang benar saja. Apa dia masih waras?”


 


Rog meremehkan kemampuan perempuan kecil, dia menatap enteng serangan perempuan kecil. Karena berpikir serangan tersebut tidak akan sampai padanya, tapi dia salah besar. Cambuk tersebut memanjang tiba-tiba, bergerak ke arahnya. Rog terbelalak melihat hal tersebut. Bahkan sedikit menjerit.


 


Untungnya, Rog masih bisa melompat mundur untuk menghindari serangan perempuan kecil, tersontak kaget begitu melihat efek serangan. Cambuk tersebut menghancurkan tanah, lubang besar tercipta akibat serangan barusan. Karena hal tersebut, Rog jadi panas dingin sendiri.


 


“Apa dia benar-benar, hanya seorang bocah kecil?” Rog mulai meragukan matanya sendiri, dia tidak habis pikir dengan dampak serangan yang baru dikerahkan oleh perempuan kecil.


 


Perempuan kecil tersenyum sinis pada Rog. Hal tersebut membuat Rog merinding, rasanya dia ingin berlari sejauh mungkin. Tidak ingin menghadapi anak kecil di depan sana. Perasaannya mulai tidak enak, semenjak melihat serangan cambuk perempuan kecil tersebut dapat membuat tanah hancur  begitu saja.


 


Rog bukan seorang pengecut, dia tidak betul-betul lari. Memasang kuda-kuda, bersiap untuk menyerang. Bergerak cepat begitu serangan cambuk datang, menghindari serangan tersebut. Tanah tempatnya berpijak tadi sudah hancur berlubang.


 


Rog muncul di hadapan perempuan kecil tersebut, mengayunkan pedang. Tapi, sebelum kapaknya mengenai perempuan kecil, dia terhempas jauh. Terkena cambuk yang datang dari belakang. “Arrrggghhh, yang benar saja? Mana ada cambuk yang bisa bergerak seperti itu?”

__ADS_1


 


Drak muncul di samping perempuan kecil, berniat untuk menghantamkannya bola berduri miliknya. Namun dia terhempas jauh, sebelum melakukan serangan padanya. Menghancurkan dinding sebuah bangunan, muntah darah yang cukup banyak.


 


“Dasar orang-orang lemah. Cih, darimananya yang generasi emas? Generasi sampah!” Perempuan kecil tersebut tertawa meledek, dia puas sekali tertawa.


 


Perempuan kecil tersebut, bergerak ke arah Drak. Cepat sekali, dia. Tiba-tiba sudah muncul di hadapan Drak saja. Menempeleng Drak, hal tersebut membuatnya terhempas. Menabrak kain yang terpajang di dalam gedung, mereka saat ini berada di dalam gedung tekstil.


 


Drak tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa menjadi bulan-bulanan perempuan kecil tersebut. “Dasar lemah. Mau sok menjadi pahlawan? Hah! Kau masih terlalu lemah untuk itu.”


 


Perempuan kecil tersebut mengayunkan cambuknya, menyerang Drak. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Hal tersebut membuatnya menjerit kesakitan, suaranya besar sekali. Sampai terdengar keluar.


 


Rog yang berada di luar mendengar hal tersebut, mencari asal suara. Bergerak cepat ke arah suara tersebut. Tidak ada waktu untuk berpikir, Drak sangat membutuhkan pertolongan saat ini.


 


 


Hal tersebut membuat perempuan kecil terhempas jauh, menabrak dinding. Hanya saja, tidak hancur sama sekali. Rog menyusul perempuan kecil yang masih terduduk. Menghantamkan kapak miliknya, namun serangan tersebut hanya sedikit menghancurkan dinding gedung.


 


Leher Rog kembali tercekik. Perempuan kecil mundur, menghindari serangan Drak. Lantai gedung hancur berantakan, terkena senjata milik Drak. Dia melakukan serangan beruntun pada Drak, kain-kain yang berada di dalam gedung tersebut berantakan di mana-mana. Akibat serangan yang dilakukan oleh Drak pada perempuan kecil.


 


Semua serangan Drak dapat dihindari oleh musuh dengan mudah, tanpa merasa kesulitan sedikitpun. Melihat hal tersebut, Drak geram. Menambah kecepatan serangannya. Tanpa sadar, dia mengaktifkan energinya. Kecepatannya bertambah pesat, perempuan kecil mulai kewalahan menghindari serangan Drak. Lantai gedung tersebut hancur di mana-mana, akibat senjata milik Drak.


 


Daya rusak serangan Drak bertambah pesat, dia bergerak cepat. Berhasil menyarangkan senjatanya pada perempuan kecil, hal tersebut membuat perempuan kecil terhempas hingga keluar dari dalam gedung tersebut. Tidak membiarkan musuh bernafas lega, dia bergerak untuk menyusulnya.

__ADS_1


 


Rog yang melihat perkembangan Drak merasa takjub, orang-orang dari perguruan Laut Biru tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia berkacak pinggang melemaskan tubuhnya, “Orang ini dalam keadaan terdesak bisa membangkitkan energinya. Benar-benar berbakat, tidak rugi saya menjalin hubungan pertemanan dengannya.”


 


Rog bergerak cepat, meninggalkan tempatnya sebelumnya. Keluar dari gedung bahan tekstil tersebut. Dia ingin bertarung secara bersisian bersama Drak, ingin berjuang membela Kerajaan Selatan. Meski nyawa sebagai taruhannya. Dia tidak peduli itu, penting bisa mempertahankan kedamaian dalam Kerajaan Selatan. Harga yang pantas untuk sebuah kedamaian adalah berjuang mempertaruhkan nyawa.


 


Rog muncul di hadapan perempuan kecil, mengarahkannya kapak. Namun perempuan kecil menukik, menghindari serangan Rog.


 


Drak meluncurkan bola berduri miliknya, dihindari. Drak tersenyum sinis, bola berdurinya dibelokkan hingga melilit leher perempuan kecil tersebut. Ingin membalas perbuatan perempuan kecil padanya.


 


Drak salah besar, jika berpikir perempuan kecil tersebut akan kesulitan melepaskan diri. Perempuan kecil tersebut bahkan tertawa lepas, dia dengan muda menghancurkan rantai senjata milik Drak. Bola berduri yang menjadi senjata kebanggaannya jatuh ke tanah, menggelinding begitu saja. Hal tersebut membuatnya terbelalak, tidak percaya.


 


Drak terhempas, karena terkena serangan perempuan kecil. Dia terlampau kaget, tidak sempat untuk menghindari serangan tersebut. “Orang lemah, seperti kalian ingin mengalahkanku? Jangan mimpi!”


 


Perempuan kecil tersebut bergerak sangat cepat, muncul di samping Rog. Berkacak pinggang, sembari berkata, “Kau tidak bisa lari ke mana ‘pun. Terima ini!”


 


Perempuan kecil mengayunkan cambuk apinya, Rog dengan susah payah menghindari serangan tersebut. Dia bergerak simultan dengan serangan perempuan kecil, Rog tersenyum. Menghindari cambuk tersebut, mengerahkan sabetan kapak miliknya pada musuh.


 


Serangan tersebut mampu menggores pipi perempuan kecil, nasib buruk bagi Rog. Dia melukai pipi perempuan kecil, hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Perempuan kecil membolakan mata, merah matanya. Karena marah. Tubuhnya bergetar, ikatan pada rambutnya terbakar. Senjata miliknya berkobar api.


 


Rog tanpa sadar, mundur secara perlahan. Tidak menyangka akan memicu hal yang tidak seharusnya. Dia menelan ludah dengan susah payah. Drak muncul di samping Rog. Dia sial betul, “Apa yang telah kau lakukan? Mengapa bocah itu bisa semarah ini?”


 

__ADS_1


“Sulit untuk dijelaskan. Sebaiknya, kau pikirkan cara untuk menghadapinya. Setidaknya, kita bisa meredam kemarahannya, maka kita akan selamat.” Drak panas-dingin melihat perempuan kecil dengan energi yang meletup-letup.


__ADS_2