
Ketua klan kesulitan dalam menghadapi lawan yang jauh lebih kuat darinya, dia juga sudah beberapa kali muntah darah, karena pukulan lawannya yang sangat mematikan. Sementara lawan Ketua klan masih baik-baik saja. “Apa yang telah dilakukannya sehingga bisa menjadi sekuat ini? Padahal terakhir kali dia menyerang, dia kalah telak dariku. Dan itu baru beberapa bulan yang lalu.”
“Apapun itu, ini akan sangat merepotkan.” Ketua klan menggertakkan gigi lalu menyerang lawannya dengan sebuah gada emas yang sudah dia pegang sejak tadi.
Jurus gada emas, hempasan gada malapetaka. Jurus tersebut tak membuat lawan Ketua klan mundur beberapa langkah dan berkata, “Apa hanya itu jurus yang kau punya?” Lawan Ketua klan mengejek-ejek jurus yang dimiliki oleh Ketua klan.
“Rasakanlah jurusku ini, hahaha.” Tawa dari lawan Ketua klan benar-benar keras hingga terdengar keseluruh halaman klan Gajah perkasa. Lawan Ketua klan mengeluarkan sebuah jurus pedang, tiba-tiba saja pedang tersebut seperti diselimuti darah segar.
Tak lama kemudian, lawan Ketua klan menyerangnya dengan menggunakan jurus tersebut. Entah mengapa Ketua klan tak mampu menggerakkan tubuhnya sama sekali. Dia sudah berusaha sekuat tenaga tetap saja, dia tak bisa menggerakkan tubuhnya.
Di saat lawan Ketua klan menyerangnya dengan penuh nafsu membunuh yang membuat Ketua klan merinding setengah mati. Akhirnya, dia menyerang Ketua klan dengan meninggalkan luka sayatan yang memenuhi seluruh tubuhnya.
Serangan lawan Ketua klan benar-benar cepat. Serangan tersebut hampir tak mampu diikuti oleh mata Ketua klan. Serangan tersebut tak hanya membuat Ketua klan mendapat luka sayatan disekujur tubuhnya, namun dia juga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Disaat lawan Ketua klan melihat, hal tersebut dia melihat Ketua klan dengan tatapan mengejek, lalu berkata, “Itu baru yang bisa disebut sebagai serangan, kuat bukan? Hahaha.”
“Jika saja dia sedang berada disini pasti pertempuran ini akan menjadi begitu mudah, huft.” Ketua klan hanya bisa menghembuskan nafas pelan ketika dia harus menerima bahwa klan yang dia banggakan selama ini akan hilang dalam sejarah dunia persilatan bersama dengan kematian mereka.
“Hey, tunggu dulu. Mengapa saya harus sepasrah ini? Bila dia tak sedang berada dalam pertempuran klan bersama kami saat ini, bukan berarti kami akan kalah, bahkan mati begitu saja kan!!!” Tiba-tiba saja Ketua klan mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya yang akan dia rubah menjadi energi yang amat kuat.
__ADS_1
Namun tepat sebelum itu tiba-tiba saja Ten muncul dan segera menepuk pundak Klan. “Tak perlu menggunakan itu hanya untuk mengalahkan dia, Ketua. Mari kita kalahkan habisi dia secara bersama-sama.”
Saat Ten menyentuh pundak Ketua klan, membuat luka-luka Ketua klan menutup begitu saja. Yup, Ten dapat mengobati, entah mengapa dia bisa melakukannya.
Hal tersebut seperti keajaiban baginya, sementara Ketua klan merasa menjadi lebih tenang serta seluruh luka sayatan yang didapatkannya menutup, hal ini dia sadari akibat sentuhan Ten pada pundaknya, hal tersebut membuat Ketua klan hanya tersenyum sinis.
Ketua klan seakan telah pulih kembali, tenaga dalamnya pula sudah kembali seperti semula. Dia juga meminta Ten untuk membantunya menyerang lawan yang sedang dia hadapi yang notabenenya adalah Pemimpin organisasi Rakon. “Kau harus lebih berhati-hati Ten, dia jauh lebih kuat daripada beeberapa bulan yang lalu.”
Ketua klan mengingatkan Ten agar berhati-hati pada Pemimpin organisasi Rakon, sebab walaupun tenaga dalamnya telah pulih kembali, dia masih tidak yakin dapat mengalahkan Pemimpin organisasi Rakon, walaupun dengan bantuan Ten sekalipun.
Ten memutuskan untuk menyerang Pemimpin organisasi Rakon dengan menggunakan gada peraknya, melihat hal tersebut membuat Ketua klan tidak tinggal diam, dia juga ikut menyerang Pemimpin organisasi Rakon.
Pemimpin organisasi Rakon menghapus sedikit darah yang mengalir dari pinggir bibirnya. “Seranganmu lumayan juga, rupanya kau masih menyimpan beberapa teknik, ya.”
Ketua klan seakan muak dengan perkataan Pemimpin organisasi Rakon, diapun meminta Ten untuk menyerang Pemimpin organisasi Rakon secara bersama-sama. Jurus gada emas, teknik pengendali.
Ketua klan melemparkan gadanya ke arah Pemimpin organisasi Rakon, sementara itu Ten melepaskan tenaga dalamnya, dia mencoba terus-menerus menyerang Pemimpin organisasi Rakon. Pemimpin organisasi Rakon dengan santai menangkis serangan keduanya yang datang dari dua arah sekaligus, dia benar-benar sangat meremehkan Ketua klan dan Ten.
Namun dari waktu ke waktu gada yang bergerak sendiri menyerang Pemimpin Organisasi semakin cepat saja, begitu juga dengan serangan Ten. Hal ini membuat Pemimpin organisasi Rakon mulai kalabakan menghadapi serangan keduanya secara sekaligus.
__ADS_1
Dia juga mulai terhantam satu-dua serangan dari Ketua klan maupun Ten.
Tak ingin Pemimpin organisasi bernafas dengan lega dan menyerang balik kepada mereka. Ten semakin cepat melakukan serangan terhadap Pemimpin organisasi Rakon. Begitu juga dengan Ketua klan tanpa lelah dia mengalirkan tenaga dalamnya agar gadanya tetap menyerang Pemimpin organisasi Rakon.
Pemimpin organisasi Rakon mulai muak dengan serangan keduanya terus tanpa henti menghantam dirinya, diapun meluapkan tenaga dalamnya. Hal tersebut menambah kecepatannya dalam menangkis dan juga kekuatan serangannya.
Melihat serangan mereka tak lagi mempan pada Pemimpin organisasi Rakon mereka memutuskan untuk mundur beberapa langkah sejenak. Terlihat dari wajah keduanya, mereka sudah mulai kelelahan. Keringat mengucur dari balik jubah mereka, melihat Pemimpin organisasi Rakon yang hanya babak belur menerima retetan serangan mereka membuat Ketua klan menggertakkan gigi.
“Ada apa dengan kalian? Apa hanya segitu kemampuan kalian, ha?”
Memdengar hal tersebut membuat ketua klan menjadi marah besar. Dia mengalirkan setengah energinya pada gada emas yang berada dalam genggamannya.
Melihat ketua Klan sudah bersedia mengeluarkan salah satu jurusnya membuat Ten memutuskan untuk mengeluarkan jurus terkuatnya. Jurus gada, serangan gada gajah perak.
Jurus gada emas, serangan kemarahan gajah api. Tiba-tiba saja muncul bayangan gajah yang berapi-api dari gada emas milik Ketua klan, sementara Ten melemparkan gadanya ke arah Pemimpin organisasi Rakon, pada saat masih menuju Pemimpin organisasi Rakon gada milik Ten semakin mengkilat saja dan sedikit demi sedikit berubah menjadi besar. Serangan keduanya mengapit Pemimpin organisasi Rakon.
Serangan keduanya mengakibatkan debu yang tebal menyebar ke seluruh halaman klan Gajah perkasa, serangan keduanya membuat Pemimpin organisasi Rakon menyemburkan banyak darah segar dan jatuh terkapar.
Saat debu mulai menipis mereka dapat melihat Pemimpin organisasi Rakon sudah terkapar di tanah dengan berlumuran darah. Hal tersebut membuat mereka menghembuskan nafas lega. Mereka lalu berbalik dan melangkah pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi, ketika mereka baru saja melangkahkan kaki, mereka berdua sudah merasakan energi yang sangat mengancam keselamatan.