Black Shadow

Black Shadow
Komandan Perang Berzirah Baja


__ADS_3

 Turnamen dibuka dengan sangat meriah, dihadiri oleh penari jalanan terbaik yang sedang berada di atas arena. Lihatlah mereka, meski dengan pakaian seadanya, tapi penampilan mereka dapat menutupi semua itu. Mereka diundang untuk menari bukan memamerkan pakaian mewah, bukan. Mereka membuktikan kualitasnya, berhak tampil diacara akbar tersebut.


 


Mereka bergerak lincah ke sana-kemari dengan tubuh lentur, gerakan yang cukup tegas. Penari jalanan tersebut menampilkan semua yang mereka bisa. Mulai kebolehan, keindahan gerakan yang memukau penonton.


 


Hal tersebut dapat terlihat dari sorak-sorai penonton yang tidak ada hentinya, mereka terus bersuara. Penari jalanan ini tidak semua berisikan wanita, pria juga ada. Setiap gerakan yang mereka tampilkan mempertontonkan sebuah seni, tidak ada gerakan yang terbuang sia-sia. Walau satu gerakan saja.


 


Semua penonton bertepuk tangan dengan meriah, sebagai tanda terima kasih kepada tarian yang dilakukan oleh para penari jalanan. Bahkan Raja yang beserta petinggi Kerajaan berdiri semua. Hanya untuk bertepuk tangan, kecuali Barbara tangan kanan Raja Selatan.


 


Penampilan selanjutnya berasal dari Klan Api yang menampilkan sebuah pertunjukan adu jurus klasik. Arena tiba-tiba mengeluarkan api di seluruh pinggirnya, semua orang terheran. Bukan karena api itu, tapi tidak ada seorang ‘pun yang berada di arena.


 


Semua penonton menahan nafas, ketika sebuah bola api meluncur dari udara, menghantam arena. Hal tersebut membuat kobaran api memenuhi arena. Tiba-tiba muncul seorang pria dari kobaran api. Hal itu membuat semua penonton berseru menahan nafas.


 


Pria tersebut mengangkat tangan kanannya, seketika seluruh api menghilang tanpa jejak. Seluruh penonton bersorak, dari sebelah kanan pria tersebut muncul seorang wanita dengan pakaian yang sama dengan sang pria, yaitu pakaian serba merah dengan corak api.


 


Wanita tersebut dikenal sebagai Si Gila Api, sementara pria dikenal sebagai Si Api Abadi. Si Gila Api mengeluarkan bola api yang membara di tangannya, lalu menggunakannya untuk menyerang Si Api Abadi. Si Api Abadi yang diserang, hanya berdiri tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya untuk menghindari serangan tersebut.


 


Pada saat serangan tersebut akan mengenainya, Si Api Abadi membelokkan serangan Si Api Gila dengan tangannya ke atas udara. Bola api meledak di udara dan muncul tulisan yang sangat besar ‘Terima kasih, telah menyaksikan pertunjukan kami.’


 

__ADS_1


Penonton menatap pertunjukan yang semula hening, kini menjadi riuh oleh sorak-sorai penonton. Para penonton merasa puas dengan pertunjukkan yang mereka lihat. Mereka merasa tidak sia-sia, untuk datang jauh-jauh dari berbagai pelosok. Hanya untuk menyaksikan turnamen kali ini yang digadang-gadang, sebagai turnamen terbaik yang pernah diadakan oleh Kerajaan Selatan.


 


Bahkan, ekspetasi mereka terbilang kecil dibanding yang terjadi. Pembukaannya saja sudah semeriah ini. Apalagi pertandingan antar peserta nanti? Para penonton sudah tidak sabar, menanti turnamen dibuka secara resmi oleh Raja Kerajaan Selatan.


 


Pertunjukan yang begitu meriah, rasanya begitu hambar bila tidak dibarengi dengan pertarungan epik antara peserta turnamen. Bukannya serakah, itulah yang dibutuhkan penonton yang datang dari seluruh pelosok Kerajaan Selatan.


 


Apalagi telah tersebar kabar yang menggembor-gemborkan generasi muda saat ini dipenuhi dengan talenta yang tidak boleh diragukan lagi. Ini memang hanya turnamen, tapi mempertaruhkan nama Kerajaan Selatan.


 


Jadi siap... tidak siap. Mau... tidak mau. Peserta harus menampilkan pertarungan sesuai dengan ekspetasi penonton, atau bahkan melebihi bayangan mereka.


 


Sementara itu, di tempat Raja menyaksikan turnamen. “Apa semua akan berjalan sesuai yang digembor-gemborkan? Seharusnya Raja harus turun tangan, untuk melihat secara langsung persiapan yang dilakukan panitia pelaksana turnamen. Ingat ini! Nama Kerajaanlah yang dipertaruhkan di sini.”


 


 


“Dan biasanya kebencian adalah pemicu kehancuran yang paling baik. Kau memiliki hal yang lebih untuk melakukan banyak hal. Bukan berhenti hanya karena tidak ditunjuk menjadi bagian dari persiapan turnamen ini. Kuharap kau tanamkan ucapanku dalam hatimu dan renungi sebaik mungkin, Juras.” Raja memegang bahu Juras.


 


Juras terdiam di kursi tanpa bersuara, bahkan hanya untuk sekedar melirik pada Raja ‘pun tidak. Rasa kecewa, amarah dan kebencian telah menguasai dirinya. Bahkan Raja yang selalu dihormatinya selama ini, tidak mampu menenangkannya.


 


Ah, masalah tentang Juras ini adalah umpan bagus untuk dimanfaatkan orang licik yang ingin menggulingkan Raja melalui perang saudara yang menewaskan banyak orang di Kerajaan Selatan.

__ADS_1


 


Raja tahu betapa kecewanya Juras kepadanya, tapi dia memiliki rencana besar bagi Juras. Satu hal yang tidak diketahui Raja, keputusannya saat ini adalah kesalahan terbesar yang akan disesalinya untuk waktu yang cukup lama.


 


Juras adalah komandan perang kebanggaan Raja, setiap kali terjadi masalah bawah tanah yang menimbulkan perang antara Kerajaan. Maka Juras akan turun ke medan perang, meski tanpa perintah dari Raja. Yup! Itu adalah tugas khusus yang diembannya.


 


Perang bawah sering terjadi, walau di mata para rakyat dunia sedang damai. Akan tetapi, pada kenyataannya, tidak. Dunia sedang kacau, ditambah dengan Kerajaan Barat yang harus menutup diri, sebab serangan seseorang yang mampu membuat Kerajaan tersebut amburadul.


 


Sementara itu, penonton kembali bersorak oleh penampilan Klan Embun. Mereka menampilkan berbagai lukisan, bukan sembarang lukisan. Karena lukisan tersebut terbuat dari energi asap yang menampilkan berbagai bentuk pemandang dengan pola tiga dimensi.


 


Belum lagi, panorama gemintang yang ditampilkan dari asap tipis yang memancarkan cahaya, di dalamnya terdapat gumpalan yang terlihat seperti bintang. Bagaikan langit dengan satu -dua bintang di malam hari.


 


Setelah penampilan apik dari Klan Embun, seseorang dengan pakaian serba putih naik ke atas arena. Dia bernama Alaiska yang merupakan salah satu komandan pasukan, “Akhirnya, sekian lama kita tunggu-tunggu. Dengan berbagai kendala dan musibah terjadi di Kerajaan tercinta kita ini, harus ditunda. Ajang perhelatan terbesar dalam Kerajaan Selatan, dimulai juga.”


 


“Saya dipercayakan oleh teman-teman panitia turnamen untuk menjadi wasit dalam turnamen kali ini, serta sekaligus yang membacakan beberapa ketentuan dalam turnamen. Ketentuan pertama yang harus dipatuhi oleh peserta, yaitu dalam turnamen ini akan dibagi menjadi empat group, karena jumlah peserta yang terlalu banyak.”


 


“Kedua selama babak battle royal, peserta tidak diperbolehkan menggunakan senjata. Apalagi menggunakan senjata tersembunyi. Ketiga para peserta tidak diperbolehkan membunuh, jika ada peserta lain yang menyatakan menyerah dengan mengangkat kedua tangan. Maka tidak boleh diserang, kalau ada yang menyerang langsung didiskualifikasi.”


 


“Keempat peserta yang keluar dari arena atau sedikit saja bagian tubuhnya menyentuh tanah, maka langsung dinyatakan gagal. Kelima dalam satu group yang dapat lolos ke babak selanjutnya adalah empat orang. Terakhir, peserta boleh menggunakan cara apapun yang penting tidak melanggar peraturan sebelumnya.”

__ADS_1


 


“Baik untuk mempersingkat waktu, kita mulai acara pengundian group.” Wasit berteriak dengan lantang, di sekitar tempatnya berdiri muncul api yang menyembur ke atas. Sementara itu, para penonton bertepuk tangan.


__ADS_2