Black Shadow

Black Shadow
Kekacauan di Penjara Raksasa


__ADS_3

Kondisi Kerajaan Selatan sedang dilanda kesibukan untuk mempersiapkan segala sesuatu, demi kelancaran turnamen yang akan diadakan. Para pelayan Kerajaan berlalu lalang kesana-kemari membawa makanan untuk Raja Selatan. Saat ini sedang diadakan pesta makan besar, pesta tersebut adalah perayaan ulang tahun sang Raja.


Banyak tamu penting yang diundang oleh Raja, tamu-tamu penting ini tidak hanya berasal dari Kerajaan Selatan saja, tapi juga berasal dari Kerajaan Timur dan Utara. Para Raja Kerajaan Timur dan Utara mendapat undangan, tapi hanya perwakilannya saja yang datang. Sementara, Raja Barat tidak diundang, karena Kerajaannya sedang menutup diri.


Sementara itu, masih dalam Kerajaan. Lebih tepatnya pada penjara raksasa, para pengawal ketar-ketir melihat penjara yang ratusan tahun tidak di dekati sedikit pun, kini pintu masuk terbuka lebar. Konon katanya penjara tersebut untuk memenjarakan makhluk yang menakutkan.


Makhluk tersebut ratusan tahun yang lalu, jauh sebelum Kerajaan Selatan dibentuk. Pada masa tersebut daratan terbagi menjadi empat wilayah besar. Empat wilayah dikusai oleh ke empat penguasa yang ada, empat wilayah ini disebut wilayah Selatan, Timur, Utara dan Barat.


Wilayah selatan dikuasai oleh seorang yang memiliki julukan Penguasa Selatan. Pada masa tersebut muncul sesosok monster yang sangat menakutkan, monster tersebut mampu menghancurkan setengah wilayah Selatan, monster tersebut disebut sebagai Cebures.


Penguasa wilayah saat itu, meski kejam dan tak segan-segan membunuh, susah payah menghadapi monster tersebut. Dia bahkan harus bertarung siang, malam tak henti sama sekali. Pertarungan itu di dekat Kerajaan Selatan saat ini. Terluka parah hanya untuk melumpuhkan monster tersebut, berhasil melumpuhkan sang monster. Penguasa Selatan membawa monster tersebut ke Kota yang akan menjadi ibukota Kerajaan Selatan.


Cebures mulai hari itu tersegel dalam penjara raksasa di bawah tanah yang saat ini, Kerajaqn Selatan berdiri tegak di atasnya. Kekuatan Cebures sangat besar, namun karena tekanan segel yang ada dalam penjara begitu hingga menguras banyak kekuatannya.


Orang yang membuat segel dalam penjara tersebut adalah ahli segel terbaik pada masanya, namun dia menghilang bagai ditelan bumi setelah menaruh segel dalam penjara tersebut bersama Raja Selatan.


Raja Selatan sengaja meminta orang tersebut untuk membantunya menyegel Cebures, karena kekuatannya kurang untuk menyegel kekuatan Cebures yang teramat besar. Segel tersebut begitu kokoh, tapi memiliki sedikit kelemahan yaitu ada sedikit retakan segel di pintu penjara.


Tapi, tentu saja, hanya hitungan jari yang dapat menghancurkan segel tersebut. Itu pun harus dengan usaha yang ekstra. Begitu banyak orang berkepentingan mencoba mengancurkan segel tersebut secara sembunyi-sembunyi, tapi naas bukannya segel yang hancur malah nyawa mereka yang melayang.


Namun hari ini, para penjaga setia yang silih-berganti menjaga penjara raksasa tersebut sedang ketakutan, mereka semua berkumpul di depan pintu penjara yang telah terbuka lebar, sudah tidak ada lagi segel kokoh di sana. Hanya sedikit sisa asap berwarna merah keluar dari dalam.

__ADS_1


Sementara, sebagian penjaga segera berlari ke atas istana demi memberi kabar mengerikan yang baru saja terjadi. Entah, hal mengerikan apa yang akan menimpa Kerajaan Selatan dengan kebebasan Cebures, meski kekuatan makhluk tersebut telah terkuras. Tetap saja berbahaya kan!


Untungnya, ujung ruang bawah terhubung dengan hutan di luar ibukota, bukan tengah ibukota. Sementara, untuk jalur pengawal memasuki ruang bawah tanah terdapat di dekat pintu penjara, ada tangga yang terbuat dari kayu jabal terbaik sebagai akses masuk dari istana.


Tiga orang yang pergi melapor ke ruangan Raja, sekaligus ruangan diadakannya pesta makan besar. Namun saat mereka akan melapor, muncul tangan kanan sang Raja, dia berkata, “ada keperluan apa? Sehingga kalian para pengawal Anwai berada di sini.”


Pengawal Anwai adalah prajurit khusus yang ditugaskan untuk menjaga penjara raksasa, pengawal Anwai ini berjumlah sepuluh orang. Mereka bergantian satu sama lain untuk menjaga penjara tersebut. Jika berdasarkan kekuatan, para pengawal Anwai ini satu banding seratus prajurit biasa Kerajaaan Selatan.


Ketiga pengawal Anwai tersebut tertegun sambil mengumpat dalam hati, harapan mereka untuk tidak bertemu tangan kanan Raja sirna. Lihatlah, saat ini mereka tepat sedang berhadapan dengan tangan kanan Raja.


Tangan kanan sang Raja mengangkat alis kanannya, karena pertanyaan yang dilontarkannya belum juga mendapat jawaban. Tangan kanan Raja mengapalkan tinju, muncul kobaran api di sana. Tanpa pikir panjang pukulannya dilesatkan pada salah satu pengawal Awai yang berdiri tepat di hadapannya.


Tangan kanan Raja memasang wajah kaget, “dasar bodoh! Bagaimana bisa Cebures lolos dari penjara raksasa? Lalu, kalian ke mana saat Cebures membebaskan diri, hah?! Dasar tidak berguna.”


“I__ itu penjaga yang bertugas saat itu, tak sadarkan diri oleh bom asap yang terkandung bius.” Salah satu penjaga Anwai menjelaskan dengan terbata.


“Dasar tidak berguna!!” tangan kanan Raja mengerahkan pukulannya lagi ke arah pengawal Anwai yang menjawabnya tadi. Seketika pengawal tersebut terhempas dan kehilangan nyawa begitu saja, tak jauh berbeda dengan pengawal pertama yang terkena pukulan.


Pengawal Anwai yang tersisa segera berlutut memohon ampun, agar tangan kanan Raja tidak menghabisi nyawanya. Akhirnya, dia membiarkan pengawal Anwai yang tersisa pergi dan memerintahkannya membawa ke dua jasad tak bernyawa di sudut sana.


Pengawal Anwai yang tersisa tanpa bersuara bergerak cepat, mengangkat dua tubuh kawan seperjuangannya, meski kesulitan. Sementara itu, tangan kanan Raja tersenyum sinis melihat kepergian pengawal Anwai yang tersisa membawa dua mayat.

__ADS_1


***


Gin merasa remuk di seluruh tubuh, bungkam tak berniat menjawab pertanyaan menyebalkan Yan. “Apa dia tidak lihat? Kalau saya terhempas begitu keras ke tanah, hingga membuat tanah berlubang seperti ini.” Gin mencak-mencak dalam hati.


Gin melentingkan tubuh ke atas, Yan tidak lagi terlihat di sana. Mata Gin menyisir sekitar mencari keberadaannya, betapa kagetnya dia. Yan ketar-ketir menghindari kejaran Cebures, monster tersebut semakin cepat saja. Bahkan, Sicepat yang gesit pun kesulitan menghindari kejaran Cebures.


Sesekali Yan menoleh ke arah Cebures memastikan keberadaan monster tersebut, dia terpekik beberapa kali saat Cebures mengarahkan kepalan tangan ke arahnya. Untungnya dengan mudah dihindari oleh Sicepat.


Gin cepat mencari keberadaan Madei. Matanya terbelalak melihat Medai dengan santai makan rerumputan, tidak jauh dari Cebures yang sedang mengejar Yan dan Sicepat. Dengan hati yang was-was Gin bergerak ke arahnya dan cepat memacu Madei.


Pada saat posisi Gin dan Yan sejajar, “lebih baik, saya yang mengalihkan perhatian monster ini dan kamu mencari cara, agar kita bisa mengalahkannya,” saran Gin.


Yan terlihat memisahkan diri dari Gin, Cebures seketika menjadi bingung dan menghentikan pengejaran sejenak. Sepertinya, monster itu plin-plan harus mengejar yang mana. Gin yang telah bulat dengan rencananya, menghantamkan sebuah pukulan pada Cebures, bum!


Muncul suara memekakkan telinga saat pukulan Gin mengenai dada Cebures, namun serangan tersebut bagai angin lalu baginya. Dia tak bergeming sama sekali oleh serangan itu, bahkan hanya untuk mundur selangkah pun tidak.


Gin berdecih melihat hal tersebut, tapi usaha berhasil. Cebures murka terhadap Gin yang menyerangnya, monster tersebut berusaha menangkap Gin. Ingin rasanya, dia melahap Gin hidup-hidup.


Kecepatan Cebures bertambah, entah karena kekesalannya atau memang belum mengeluarkan semuanya dari awal. tiba-tiba saja, monster tersebut sudah berada di hadapan Gin dengan kepalan tangan yang sudah melesat ke arahnya, membuat Gin tertegun.


Gin dengan keringat yang mengucur deras, memerintahkan Madei untuk segera berpindah dari tempat itu. Tapi, Gin kalabakan saat merasakan tubuh Madei bergetar hebat. Madei ketakutan saat ini dan sialnya, mereka tidak lagi memiliki peluang untuk menghindar, bum! Terdengar suara dentuman yang begitu keras bersama kepulan debu mengepul memenuhi udara.

__ADS_1


__ADS_2