Black Shadow

Black Shadow
Pergerakan


__ADS_3

Yan lompat kegirangan, karenanya dia tidak menyangka sudah bisa mengendalikan energi esnya. Walaupun dia belum bisa mengontrol energi yang keluar dengan baik setidaknya dia sudah tidak kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. “Akhirnya, saya bisa melakukannya. Terima kasih guru, karenamu saya bisa mengendalikan energi ganas ini.” Yan membatin dalam hati.


Yan tidak ingin berlalu dalam kesenangannya hingga membuatnya malas untuk berlatih, diapun kembali duduk bersila dan menutup mata cahaya biru yang begitu kecil, kembali muncul pada telapak tangan sedikit demi sedikit cahaya itu membesar hingga berubah menjadi kristal es.


Diapun merasakan dingin ditelapak tangannya, Yan memutuskan untuk membuka mata secara perlahan. Dia juga berusaha membatasi energi yang keluar dari dalam tubuhnya. Pada saat Yan membuka matanya, secara tiba-tiba energi es yang keluar pada telapak tangan menjadi begitu besar. Hal ini membuat kepala Yan serasa mau pecah.


Dia sudah berusaha untuk menghentikan energi tersebut, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Pada saat Yan mulai pasrah tiba-tiba saja. “Dasar bocah tidak berguna, gunakan perasaan dan pikiranmu untuk mengendalikannya. Jika tidak, kau akan terbunuh karena kehabisan tenaga dalam.”


Yan mendengar suara yang tak asing lagi baginya, walau dia tidak mengetahui siapa pemiliknya yang terpenting adalah dia secepatnya harus mengikuti saran tersebut sebelum nyawanya melayang. Yan mencoba untuk merasakan energi yang keluar dari dalam tubuhnya, dia juga memfokuskan pikirannya pada energi yang ada pada telapak tangannya.


Sedikit demi sedikit energi yang keluar mulai terkendali dengan baik. Dia kemudian mulai belajar untuk membentuk es sesuai keinginannya, Yan sangat bahagia ketika sudah menguasai energi esnya secara keseluruhan.


Pada dasarnya orang-orang yang berada dalam Kerajaan Selatan, Timur, Utara, bahkan Barat sekalipun. Paling banyak hanya memiliki satu macam energi saja. Namun hanya ada beberapa orang yang memiliki lebih dari satu energi yang tercatat dalam sepanjang sejarah ke empat wilayah tersebut.


Menurut sejarah yang ada, orang-orang tersebut adalah para petarung yang berada di puncak tertinggi dunia persilatan. Namun naas orang-orang tersebut menghilang secara misterius atau bahkan mati dalam keadaan mengenaskan tanpa ada satupun yang mengetahui siapa pembunuhnya.


Hal tersebut merupakan sejarah paling kelam dalam dunia persilatan, karena hilangnya serta kematian orang-orang tersebut masih menjadi misteri dalam dunia persilatan. Tak ada seorang pun yang mengetahui kejadian sebenarnya.


Yan sempat mendengar sejarah tersebut, namun dia tak memerdulikan sejarah tersebut dan menganggapnya sebagai mitos belaka.

__ADS_1


Yan terlalu senang dan melanjutkan latihannya sampai tak menyadari hari telah gelap. Dia larut dalam latihannya berjalan lancar. Apalagi, dia telah menciptakan beberapa jurus, walaupun tak mematikan, tetapi jurus tersebut akan sangat berguna dalam pertarungan nanti.


Pada saat menyelesaikan latihannya, dia melihat sekitar sudah mulai gelap. Wilayah sekitarnya tadi membeku sudah dia cairkan dengan menyerap es tersebut. Yan bisa melakukannya setelah bersusah payah mencoba.


Yan teringat dengan Gin yang pergi sedari tadi belum juga kembali, apalagi beberapa yang sempat terdengar suara dentuman yang menggelegar, serta beberapa pohon yang tumbang, tiba-tiba saja Yan mulai berpikir yang tidak-tidak terhadap Gin. Seperti Gin telah dimakan oleh monster level tinggj sampai terbunuh oleh orang hebat.


Dia segera mencari keberadaan Gin. Setelah berjam-jam mengitari wilayah hutan. Akhirnya, Yan melihat wilayah yang luas, namun porak-poranda. Dia jadi teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Pada saat Gin hampir membunuhnya dengan jurus yang baru saja dilatihnya.


“Apa jangan-jangan Gin, berlatih disini?” ucap Yan sambil mengelus dagunya, seakan telah memiliki janggut.


Pada saat mata Yan menyisir area tersebut, dia melihat Gin sedang tertidur dengan nyenyaknya di batang sebuah pohon. Yan berniat mengerjai Gin, diapun mengeluarkan energi es setipis mungkin hingga membuat suhu sekitar berubah menjadi amat dingin.


Gin yang terjatuh, bangun dari tidurnya dan melihat Yan dengan wajah kebingungan. Dia tidak menyadari sama, bahwa Yanlah yang telah membuatnya jatuh. “Sepertinya tadi saya merasa kedinginan bagai sedang dalam tumpukan es. Apa hanya sekedar mimpi, yah? Tapi rasa dinginnya seperti nyata sekali,” guman Gin dalam hati.


Dia bingung dengan kejadian aneh yang menimpanya. Gin sama sekali tidak menaruh curiga pada Yan yang sedang menatapnya sambil menahan tawa. Gin menghampiri Yan dan berkata, “Yan, apa kau tidak merasakan suhu yang tiba-tiba berubah dingin barusan?”


Yan berusaha sekuat tenaga untuk menjawab Gin dengan sewajar mungkin. “Tidak. Saya tidak merasakan suhu dingin apapun,” ucap Yan sambil menggelengkan kepala.


Gin dan Yan memutuskan untuk bermalam di tempat tersebut, mereka juga membakar kayu sebagai penghangat tubuh selagi tidur, serta untuk mencegah datangnya monster yang mencoba menyerang mereka pada saat tertidur pulas.

__ADS_1


Keesokan paginya saat matahari muncul dari timur Gin berusaha keras membangunkan Yan yang sedari tadi tidur dengan pulas, walau telah susah payah dibangunkan oleh Gin. Diapun merasa frustasi membangunkan Yan, tiba-tiba Gin mendapatkan ide yang cimerlang.


Gin menuju sungai tempat mereka mandi kemarin, dia mengambil air sungai dengan menggunakan daun. Lalu membawanya ke tempat Yan sedang tertidur, dia menyiram Yan bagai sedang menyirami bunga.


Tentu saja secara kalabakan Yan bangun dari tidurnya, dia basah kuyup oleh ulah Gin. Sementara Gin tertawa terbahak-bahak, karena melihat wajah Yan yang berubah menjadi masam. Padahal tadi Yan sedang bermimpi bertemu Widora, dia sedang bercanda dan mengobrol dengan Widora di sebuah taman yang dipenuhi pepohonan dan bunga-bunga yang begitu indah.


Yan benar-benar kesal pada Gin, sampai-sampai disepanjang jalan, dia tidak menegur Gin sama sekali. Gin sudah mengajak Yan berbicara sedari tadi, tapi dia terus diacuhkan. “Yan, saya minta maaf, serius. Saya tadi kelepasan saja. Kamu juga yang salah, masa saya sudah sejam lebih membangunkanmu, tapi kamu tidak bangun-bangun juga.”


“Apa jadi kamu menyalahkanku? Bukannya kamu yang membangunkanku dari mimpi. Asal kau tahu saja, itu adalah mimpi terindah. Tahu tidak? Dalam mimpi itu, saya bertemu Widora dan menebus semua rasa rinduku padanya.” Tiba-tiba Yan menyadari, bahwa dia sudah kecoplosan pada Gin. Tiba-tiba saja, wajah Yan memerah.


“Oh jadi, ada yang diam-diam menaruh rasa pada Widora, ternyata.” Gin dengan nada menyindir dan mata yang melirik pada Yan.


Pada saat yang sama, di Ibukota Kerajaan. Lebih tepatnya di dalam Kerajaan pada ruangan milik Tangan kanan Raja Selatan. Seseorang sedang dalam posisi setengah lutut, “Bagaimana dengan penyelidikan yang kuperintahkan, Lask?”


“Bocah itu terlalu misterius!!! Saya tidak bisa mendapatkan identitasnya, menurut anak buah saya. Dia pertama kali muncul di desa Doso menolong warga di sana yang sedang diteror oleh perampok kapiran. Dia kemudian muncul di kota Flora, dan terakhir kali muncul di kota Yure.” Lask sebenarnya gugup melaporkan hal tersebut, tetapi dia mencoba untuk melawan rasa gugupnya.


“Dasar tidak berguna, hanya mengurus hal kecil seperti itu saja, kau tak mampu.” Tiba-tiba tubuh Lask seakan sedang tercekik.


“Ampuni saya, Jendral. Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.” Dia menjelaskan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

__ADS_1


“Baiklah, karena jasamu selama ini yang tidak pernah gagal dalam menjalankan tugas. Kali ini, kau ku ampuni. Ikuti terus perkembangan Bocah tidak tahu diri itu. Akan kupastikan dia akan menyesali, apa yang telah dia perbuat pada putraku”


__ADS_2