Black Shadow

Black Shadow
Hilangnya Peserta Turnamen


__ADS_3

Gin membuka pintu kamarnya, matanya menyapu sekitar harap-harap Yan sudah berada di dalam kamar. Pada saat matanya tertuju pada tempat tidur Yan, netranya menangkap Yan sedang tertidur pulas dengan terlentang sambil tangan yang seperti sedang memijit pelipis.


 


“Gaya tidur Yan, seperti Bibi Merume saja saat sedang marah padaku. Ah, mengapa jadi mengingat Bibi Merume? Tapi, kalau dipikir-pikir ke mana, ya Bibi pergi?” Gin melangkahkan kaki memasuki kamar, pintu tak lupa ditutup rapat.


 


Gin merebahkan tubuhnya sembari mengingat kejadian sebelumnya bersama Tuan Putri, “Iblis kecil ini, aneh sekali. Kupikir tadi, dia ingin mengerjaiku lagi. Tapi, nyatanya hanya tersenyum tipis, lalu membiarkanku pergi begitu saja.” Gin bergumam sambil menggaruk-garuk keningnya dengan jari telunjuk, sementara tangan yang satu lagi di jadikan bantalan kepala.


 


Kegiatan Gin dan Yan selama menunggu dimulainya turnamen begitu membosankan. Hal tersebut diakibatkan para peserta dilarang keluar dari lingkungan asrama, bagi yang ketahuan melanggar aturan tersebut langsung didiskualifikasi.


 


Gin tentu pernah mencoba melanggar aturan tersebut dengan alasan bosan, ketika ditanya oleh Yan. Yan yang sibuk berlatih, harus membagi waktunya dengan baik. Karena kesibukkannya bertambah dengan menyuapi Gin makan, sebelum pergi latihan ke ruang khusus.


 


Hal tersebut diakibatkan Yan yang mengikat Gin di sudut kamar mereka, dia tentu tidak terima diperlakukan seperti itu. Akan tetapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Oh ya, ruang latihan yang dipakai peserta, berbeda jauh dari tempat latihan yang dimiliki oleh Tuan Putri.


 


Setelah latihan, Gin akan dilepaskan. Akan tetapi, setiap gerakannya akan diawasi oleh Yan. Karena hal tersebut membuatnya kesal tehadap Yan. Bagaimana tidak? Ke toilet saja, Yan memaksa untuk masuk bersama. Eet, tapi tentu saja, Gin tidak memperbolehkan Yan masuk.


 


Terkadang Gin sengaja berlama-lama di dalam toilet, hal itu dia lakukan untuk mengerjai Yan. Naasnya, Yan yang curiga Gin akan kabur keluar area asrama dengan membobol dinding toilet. Akhirnya, mendobrak pintu toilet.


 


Gin yang sedang asyik melamun sambil berdiri bersandar di dinding toilet, seketika tersadar karena pintu toilet yang dibuka secara paksa dari luar. “Jangan bilang, kalau Yan ingin mendobrak pintu ini karena saya terlalu lama di dalam toilet.”


 


Baru juga kering air liur Gin, pintu toilet sudah terbanting menimpanya. “Aduh!!! Woi, apa sih yang ada di otakmu? Atau kau sudah gila sekarang, karena berpisah ribuan kilo dari Widora. Ada akal saya masih di dalam sini. Eeh, pintunya malah dihancurkan olehmu.”


 


Gin ketika sudah terbebas dari pintu yang menimpanya, Yan hanya bisa tersenyum lebar seperti tak berdosa sedikitpun dengan kejadian yang menimpa Gin.


 


Mereka hampir setiap hari melakukan hal-hal yang membosankan, tapi sekali-dua kali terdapat kejadian konyol yang menimpa mereka. Seperti jatah makan malam keduanya harus tertumpah, karena pertengkaran yang sebabnya tidak jelas.

__ADS_1


 


Pada suatu pagi, ada beberapa peserta yang hilang dari kamarnya. Juga terdapat penemuan jasad salah satu peserta yang bersimbah darah di tengah-tengah arena turnamen.


 


Pagi itu, seluruh asrama benar-benar geger. Prajurit Kerajaan berada di setiap sudut asrama, seluruh peserta dilarang keluar kamar demi kelancaran penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kerajaan.


 


Gin yang berada dalam kamar mondar-mandir seperti orang yang sedang berpikir keras. Yan yang melihat Gin, hanya bisa menahan tawa kuat-kuat. Dia bahkan sampai berpikir seperti seorang penemu saja.


 


Yan akhirnya, terpingkal tak bisa menahan tawanya. Tingkah laku Gin yang tidak karuan membuatnya tak bisa menahan tawa.


 


Gin sibuk berpikir, menghiraukan tawa Yan yang begitu menyebalkan sebenarnya. Dia sedang mencari cara agar bisa lolos dari pantauan Yan, kalau masalah prajurit yang berada di luar sana, bukan masalah besar bagi Gin.


 


Gin memeras otak. Hal tersebut membuat kepalanya berdenyut, sakit kepala yang keras menimpanya. Tapi, tak membuatnya terhenti begitu saja mencari cara. Setelah sekian lama berpikir keras, Gin menemukan cara yang tepat.


 


 


Tujuan Gin mengendarkan energi, agar dia dapat mengetahui Yan sudah tertidur atau belum. Yah, meskipun dia tahu ini masih pagi, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?


 


Yan yang memperhatikan gerak-gerik Gin sejak tadi__ melongo melihat Gin yang sudah berada dalan mimpi hanya dengan hitungan detik saja, “ini orang, apa kerbau cepat sekali tidurnya.”


 


Yan hanya bisa menggelengkan kepala, dia melamun memikirkan Widora yang jauh di sana. “Apa yang dilakukan oleh Widora saat ini, yah? Ah, saya lupa pagi-pagi begini, kalau dia tidak mendapat pasien, pasti hal yang dilakukannya saat ini adalah tidur.”


 


“Atau mungkin sedang meneliti obat ramuan baru. Dengan mencampurkan berbagai tanaman yang langka. Apalagi baru-baru ini, saya mengirimkannya tiga tanaman langka yang paling diinginkannya beserta beberapa tanaman lainnya.”


 


Yan terus mengoceh tanpa henti, Gin dibuat geram olehnya. Karena sejak tadi, dia sudah menunggu. Tapi sampai saat ini, Yan belum tertidur juga. Akhirnya, Gin membatin, “kapan Yan akan tertidur? Ah, rencana ini tidak semudah yang dipikirkan.” Tidak berselang lama, seakan tubuh Yan mendukung rencana Gin.

__ADS_1


 


Akhirnya, tanpa sadar Yan menguap matanya terasa berat. Bertahan beberapa saat, tapi pada akhirnya, dia tertidur juga.


 


Gin bisa merasakan, bahwa Yan telah tertidur melalui energi tipis yang disebarnya. Menunggu lima menit, Gin baru bangkit dari tempat tidur tanpa suara sedikitpun. Hei, masalah menyelinap Gn adalah jagonya. Dia telah belajar pada ahlinya, yaitu Bibi Merume


 


Gin berjalan santai, tanpa menimbulkan suara. Langkah kakinya begitu ringan, tanpa beban sedikitpun. Dia benar-benar lihai dalam hal ini. Lihatlah, dia membuka pintu dan melihat sekitar yang berada di balik pintu.


 


Ada beberapa prajurit yang berdiri tegak dibeberapa titik, tapi tentu bukan masalah besar baginya. ‘Jurus menyamar, ilmu meniru tingkat dua.’ Seketika tubuhnya berubah seperti warna dinding, bahkan mata juga ikut berubah.


 


Tubuhnya seakan bersatu dengan lingkungan sekitar, tanpa ada yang mengetahui. Gin berjalan santai, warna tubuhnya selalu berubah. Menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tempatnya berada, jurus ini tentu diajarkan oleh Bibi Merume.


 


Bahkan, Bibi Merume tersentak kaget dibuatnya saat sedang melatih Gin. Menurutnya, Bocah yang sedang dilatihnya memiliki bakat di luar nalarnya sendiri. Meski ketika melatih Gin, Bibi Merume selalu mencelah inilah-itulah tentang Gin saat berlatih. Tentu itu, hanya bualan semata.


 


Gin menelusuri jalan setapak tanpa halangan, hanya saja dia sedikit terkendala. Karena dia tidak mengetahui letak arena turnamen. Akan tetapi, bukan masalah besar baginya. Dia sudah terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini.


 


Gin melangkah ke arah salah satu prajurit yang berdiri di sudut, samping kanan sebuah pintu yang lumayan besar, di atas pintu terdapat plang kecil bertulis dapur. Gin mendekati prajurit tersebut dan dengan cepat mengerahkan pukulan yang keras pada leher bagian belakangnya, seketika prajurit tersebut tersungkur pingsan.


 


Gin dengan cepat menyentuh wajah prajurit tersebut. ‘Jurus menyamar, ilmu meniru tingkat satu.’ Wajah Gin berubah menjadi prajurit tersebut, tidak hanya itu tinggi badannya dan bajunya juga ikut berubah persis sama dengan yang dikenakan oleh prajurit tersebut.


 


Gin lalu menyeret tubuh prajurit tersebut ke tempat yang sepi dan jarang dilalui banyak orang. Setelah itu, dia berjalan dengan santai tanpa menyesuaikan diri dengan sekitarnya lagi. Langkah kakinya kini sudah terdengar biasa.


 


Dengan berjalan tegap seperti prajurit lainnya yang pernah dilihatnya, Gin menuju ke seorang prajurit yang sedang berjaga, dia berkata, “kita diperintahkan menuju ke arena turnamen,” ucap Gin santai.


 

__ADS_1


Prajurit tersebut tanpa suara berjalan ke depan, Gin hanya bisa mengangkat kedua bahu dan mengikuti prajurit tersebut dari belakang.


__ADS_2