
"Hubungan apa yang mau di lanjut?"
Suara seseorang dari arah berlawanan mengalihkan perhatian dua orang yang lagi berdebat itu.
Tubuh Farah menegang saat tau siapa pemilik suara itu, suara yang sudah menemani lebih dari satu tahun lebih usia pernikahan mereka.
Nafasnya tercekat di tenggorokan takut sesuatu hal terjadi dan memperkeruh hubungan mereka yang baru bisa di bilang sebagai suami istri sesungguhnya.
Masa harus mendapat ujian secepat ini, di waktu honeymoon mereka lagi. Tidak dia tidak mau namun semua sudah di depan mata dan kemungkinan tidak bisa di hindari.
Dia hanya bisa berdoa dalam hati semoga suaminya bisa berfikir jernih dan tidak bertindak gegabah.
"Kamu siapa?"
Tunjuk Rendy mantan bos Farah tepat depan wajah Raka saat Raka sudah berdiri di antara mereka berdua.
Tidak melihat Farah sedikit pun, dia fokus sama lelaki yang mengobrol dengan istrinya.
"Seharusnya saya yang tanya kamu siapa? Kenapa bisa dengan istri saya?"
Santai Raka yang ingin tau siapa lelaki di depannya ini.
"Heh istri, dia itu calon tunangan saya,"
Tegas Rendy pada Raka, padahal sejak awal tidak ada hubungan dengan Farah dan sekarang mengatakan istri orang dengan calon tunangan nya, gila apa?.
"Kalau mimpi jangan saat bangun,"
Ejek Raka mengeluarkan kata pedasnya.
Raka tau kalau Rendy mantan bos istrinya, dan itu sudah di ketahui sejak awal..
Rendy mendengus kesal, enak saja bilang lagi mimpi, padahal dia sangat yakin bisa mendapatkan Farah.
"Heh anak kecil jangan belagu ya, tadi ngaku sebagai suami calon tunangan saya dan sekarang mengejek saya bermimpi,"
Sebisa mungkin Rendy menahan amarah pada Raka.
Sebagai lelaki dia merasa tersinggung di hina oleh anak kecil seperti Raka.
Bisa dia tebak kalau Raka masih kecil jika di lihat dari sekali tebak.
Anak kecil dari mana yang mengaku menjadi istri perempuan secantik dan semenarik Farah.
Dan merasa Raka tidak pantas bersanding sama Farah dan tentu saja dia yang pantas.
"Sayang sini,"
Memanggil Farah yang masih fokus melihat perdebatan tanpa mau ikut bicara. Membiarkan mereka berdebat dan juga bingung mau bilang apa serta takut salah.
__ADS_1
Dari awal bertemu kembali saat survei lapangan dan mereka kencan pertama Farah sudah pernah cerita kalau bertemu mantan bosnya namun tidak menyangka akan bertemu di negara orang lagi.
Sungguh tidak pernah terfikir olehnya sebelumnya.
"Aku siapa kamu dan dia siapa kamu?"
Tanya Raka saat Farah sudah berdiri di sebelah Raka, lalu menunjuk dirinya dan Rendy secara bergantian.
"Kamu suami ku dan dia mantan bos,"
Balas Farah singkat, kan memang itu kenyataan sekarang.
Cowok tampan nan cool ini suaminya dan orang yang berdiri di depannya mantan bos yang seharusnya tidak perlu muncul lagi kepermukaan.
"Kamu dengar apa kata istri saya? Kamu nggak lebih dari sekedar mantan bos,"
Tegas Raka sambil merangkul pinggang ramping itu dengan mesra di depan Rendy..
"Sayang kamu lupa kalau kita mau tunangan?,"
Menunjukkan kalau Farah calon tunangan mereka dulu pada Farah tidak lupa memanggil sayang.
"Kamu yang lupa akan posisi kamu sekarang! Dan liat ini apa?"
Sinis Raka Arka lalu mengangkat tangannya dan Farah menunjukkan cincin pernikahan mereka yang jauh lebih bagus.
Lalu mengecup pelan punggung tangan Farah sambil melihat wajah marah Rendy.
"Sayang kenapa kamu mau di peluk dan di cium sama dia sih?"
Rendy mengeraskan rahangnya melihat Farah di peluk dan di cium dengan mudah oleh Raka.
Padahal sudah lama dia menyukai Farah saat kerja di kantor nya dan sangat sulit untuk di dapatkan hatinya.
"Udah yuk sayang kita pergi dari sini, ngomong sama orang bodoh yang nggak ngerti sama bahasa manusia,"
Merangkul Farah lalu menyambar tas Farah dan ingin beranjak pergi dari sana, baginya cuma buang waktu ngomong sama Rendy yang tidak bakal mengerti.
"Sayang kamu lebih milih dia di bandingkan aku?"
Cegah Rendy menghentikan langkah keduanya.
"Saya suaminya maka jelas lebih milih saja dari pada mantan bos,"
Pergi meninggalkan restoran itu dengan Rendy yang masih menyimpan amarah saat melihat tangan Raka melingkar di pinggang Farah yang bahkan dia belum pernah merasakan.
"Sialan, aku akan rebut Farah lagi dan dia hanya akan menjadi milik ku,"
Mendengus kesal membawa gemuruh di dada sambil memikirkan cara untuk mengambil Farah dari orang yang mengaku suaminya dan bisa saja saudara sepupunya.
__ADS_1
Masih menolak kenyataan bahwa Farah sudah menjadi milik orang lain.
Rendy datang ke negara ini untuk pertemuan bisnis dengan rekannya namun dia tidak menyangka akan bertemu pujaan hatinya.
Tapi apa yang dia lihat pujaan hatinya di peluk seorang lelaki dengan bebas bahkan tadi mencium tangannya juga.
Cih membayangkan adegan tadi membuat hatinya panas.
Sedangkan Raka dan Farah memutuskan untuk keluar mall dan kembali ke hotel.
Mood Raka hancur saat berdebat tadi dan dia butuh istirahat sekarang, lagian hari ini mereka cukup lama jalan-jalan dan sudah saatnya istirahat.
Dalam kamar hotel.
"Senang ya yang abis ketemu mantan bos,"
Raka menghempaskan tubuhnya pada sofa lalu membuka baju bagian luarnya.
Meletakkan pada lengan kursi lalu memejamkan mata sambil menyender.
"By ini nggak seperti yang kamu liat,"
Jelas Farah duduk di sebelah Raka lalu menggenggam tangan besar itu di letak dekat dadanya sebagai bentuk minta di dengar penjelasannya.
"Aku nggak liat apa-apa yang,"
Ya Raka datang dari toilet dan melihat istrinya mengobrol namun tidak tau apa pembahasan mereka.
"Tapi aku nggak tau kenapa dia ada disana by, percaya sama aku,"
Farah tidak mau momen bersama sekarang terganggu dengan masa lalunya yang datang tiba-tiba.
"Udah abang nggak apa yang, jangan sedih gitu,"
Membuka mata lalu memeluk Farah, dia mengerti istrinya pasti takut kalau Raka salah paham sama adegan tadi.
"Hubby nggak marah?"
Memastikan lagi kalau suaminya tidak marah sama kejadian tadi, mereka kesana buat senang-senang bukan bersedih seperti sekarang.
"Ngapain marah sih yang, lagian aku percaya sama istri cantik aku ini.
Dia nggak mungkin kembali sama masa lalu yang cuma penghias perjalanan kisah cinta kita,"
Melabuhkan kecupan pada jidat Farah lalu membuka hijab yang di kenakan dan membelai lembut rambut itu.
Hati Farah menghangat mendengar ucapan Raka yang percaya sama dia daripada apa yang di lihat.
Dalam hubungan kepercayaan yang paling penting juga keterbukaan dalam segala hal termasuk terbuka saat berduaan seperti saat ini.
__ADS_1