BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Chapter 112


__ADS_3

Reno membuka pintu ruangan namun suara seseorang mengalihkan pandangannya.


"Ck mentang-mentang teman bos datang seenaknya,"


Cetus Dean yang duduk di sofa dalam ruangan Reno bahkan dia sampai membawa laptop kesana karena Reno terlalu lama datang padahal dia sudah sejak pagi datang eh yang di cari tidak ada baru sampai sekarang.


"Teman bos kan maha benar,"


Duduk di sofa depan Dean, lalu melepaskan jas yang di gunakan lalu di sampirkan pada sandaran kursi di sebelahnya.


Menaikkan alis sebelah sebagai tanda ada apa datang sepagi ini? Itulah kira-kira arti tatapan Reno terhadap Dean.


"Bukan pagi lagi bego, udah mau masuk jam makan siang ini,"


Melempar bantal sofa ke arah Reno dan langsung ditepis hingga bantal itu tergeletak menggenaskan di lantai.


Kalau bantal itu bisa bicara mungkin akan protes dan bilang 'apa salah saya Bambang hingga melempari saya yang tidak bersalah' namun sayang dia hanya benda mati.


"Oh udah siang ya? Gue fikir masih jam sepuluh,"


Melihat jam yang sesuai tebakan Reno baru jam sepuluh pagi sudah Dean anggap mau jam makan siang.


Ciri-ciri orang yang malas bekerja dan malah mempercepat waktu agar bisa bersantai lalu menemui pujaan hati.


"Terserah lo datang jam berapa nggak bakal ada yang berani marahin lo juga,"


Mencebik mengalah saja, kan peraturan pertama kantor adalah atasan maha benar dan jika atasan salah balik lagi ke peraturan pertama.

__ADS_1


"Tapi cuma lo bawahan yang berani sama gue sampai lempar bantal tidak sopan sekali anda,"


"Bantal mahal ini,"


Mengambil bantal yang tergeletak di lantai, di tepuk pelan lalu di letakkan dengan pelan seperti benda berharga lainnya sehingga Dean mendelik kesal akan tingkah Reno barusan.


Berlebihan fikir Dean.


"Terserah lo, sekarang gue mau curhat dan lo harus dengar,"


Malas berdebat akan hal tidak penting dan ada yang lebih penting adalah nasib hati Dean dalam menaklukkan pujaan hati yang belum ada hasil.


"Harus banget gitu gue dengar kisah hidup lo yang menyedihkan itu?"


Ledek Reno yang mana sedikit banyak sudah tau dari cerita menyedihkan itu.


"Seharusnya sebagai sahabat lo perhatian bukan malah meledek gini, lo masih anggap gue sahabat nggak sih?"


Entah mengapa Dean mudah melow kalau di ajak bercanda sekarang, akibat cinta belum terbalas mungkin.


"Nggak,"


Balas Reno singkat tanpa fikir panjang, lagian dia heran punya sahabat kok gini amat sekarang apa dia mending sahabatan sama si amat saja sekarang ya?.


Dean melongos mendengar jawaban singkat Reno yang tidak sesuai keinginan dirinya.


"Lo nggak sayang ama gue lagi,"

__ADS_1


Dramatis Dean tidak lupa memperlihatkan wajah menyedihkan agar Reno simpati.


"Enggak lah, orang yang gue sayang di rumah lagi istirahat,"


Kekeh Reno sambil tertawa kecil, masa harus di tanya lagi apakah Reno sayang dirinya atau tidak? Jawabannya pasti sayang namun dalam porsi yang berbeda.


Masa hal remeh ini harus di tanya segala, rasa sayang Reno pada Dean berbeda dengan rasa sayang Reno pada istrinya begitu juga rasa sayang pada orang tua serta keluarga.


Setiap orang mempunyai porsi sayang berbeda dan tidak bisa di samakan karena posisi mereka berbeda juga di hati Reno.


Jadi kita tidak boleh menuntut lebih karena posisi kita tidak bisa di rubah walau sudah kenal lama atau baru.


"Serius kenapa sih Ren,"


Lama-lama Dean bisa marah beneran kalau begini karena di permainkan.


Dia lagi butuh solusi bukan candaan receh yang tidak pada tempatnya.


"Gue masih normal jadi ngapain ngajak lo serius,"


Sumpah demi Doraemon yang suka makan dorayaki ingin Dean mengumpat sekarang juga.


Dosa apa dia hingga punya sahabat minta di tukar tambah di pasar loak.


Siapa juga yang minta Reno seriusin Dean, maksudnya kan di ajak bicara serius bukan serius ke hal lain.


Sepertinya ada yang salah dengan otak sahabatnya ini atau lagi salah makan atau kurang jatah.

__ADS_1


__ADS_2