
Mobil yang dikendarai Rasya sudah sampai di depan rumah sederhana milik kedua orang tuanya dan rumah ini tidak banyak berubah sejak pertama kali Riska mendatangi rumah mertuanya.
Sederhana itu bukan rumah biasa melainkan rumah berlantai 1 dengan sekitaran yang asri dan juga tampak bersih apalagi Rumah itu berada diantara lingkungan yang damai serta jarang sekali tetangga yang berkata julid apalagi menggosip antara sesama tetangga.
"Assalamu'alaikum," Riska lebih dulu turun meninggalkan suaminya dan menuju ke depan pintu yang terbuka dan tidak lupa mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam, duh menantu ibu datang ayo masuk sayang," ternyata yang menyambut adalah ibu mertua Riska yang kebetulan tidak ikut ke toko bersama ayah mertuanya biasanya ibu mertuanya lebih sering ikut ke toko untuk membantu walaupun sudah ada karyawan di sana tetapi untuk mengusir kebosanannya ibu mertuanya lebih sering ke toko ataupun menghadiri acara di sekitar komplek perumahan itu.
"Riris juga kangen sama ibu, ibu apa kabar?"Riska menyalami ibu mertuanya dan tidak lupa memeluk sebentar karena dia sama menghargai ibu mertua dengan ibu kandungnya apalagi dia diperlakukan begitu spesial karena menjadi menantu perempuan pertama yang tentu saja dia diperlakukan spesial karena anaknya ketiganya laki-laki.
__ADS_1
"Ibu baik, kamu makin cantik aja pasti Rasya sangat memanjakanmu," Riska hanya membalas dengan menganggukkan kepala saja karena apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya adalah benar bahwa sang suami sangatlah memanjakan dia.
"Ibu masak apa?" Setelah mereka duduk di ruang tamu Riska menanyakan menu masakan yang dibuat oleh mertuanya.
"Tadi ibu cuma membuat sarapan dan belum sempat memasak dan rencananya sebentar lagi ibu akan memasak untuk makan siang kita karena ayah akan pulang,"
"Ayo bu kita memasak, Riris udah sangat kangen sekali memasak bersama ibu,"Riska mengajak ibu mertuanya menuju ke dapur karena momen kebersamaan ini sangat dia rindukan walaupun dia sering datang ke sini setidaknya sebulan sekali dan itu pasti menginap.
"Nah kan gue nggak di anggap," Rasya berdiri di pintu dapur melihat kedua perempuan pada usia itu asyik dengan dunianya sendiri bahkan istrinya tidak menunggu dirinya turun dari mobilnya langsung masuk saja.
__ADS_1
Dapat rahasia lihat kekompakan serta wajah ceria istrinya apalagi sang ibu sesekali mengusap kepala menantunya itu sebagai bentuk tanda kasih sayang terhadap menantunya.
"Riris ngga mau masak masakan kesukaan Rasya?" Memang menu yang mereka masak tidak ada menu kesukaan dari Rasya jadi ibu dan menanyakan kepada menantunya.
"Lain kali aja Bu,"
**Menu kesukaan abang kan jika Riris ngga pakai apa-apa saat di kamar**
Ucapan itu hanya bisa Riska ucapkan di dalam hati dan tidak berani menyampaikan kepada orang tuanya sebab dia masih memiliki masa.
__ADS_1
Tidak mungkin mengatakan banyak pasukan Rasya adalah dirinya sendiri yang disantap setiap malam sebelum tidur.
Mereka asik masak bersama mengabaikan Rasya padahal Riska sudah melihat keberadaan suaminya tapi gadis itu hanya melambaikan tangan kepada suaminya lalu melanjutkan acara memasak bersama mertua, lagian ini rumah orang tuanya sendiri jadi tidak akan merasa asing kan, fikir Riska.