BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Banyak Alasan


__ADS_3

Segala persiapan untuk pernikahan sudah rampung dan menunggu hari H-nya saja.


Raka sudah mengambil jatah cuti sejak dua hari yang lalu dan meminta sang daddy mengganti kan dia di kantor selama Raka tidak hadir.


Eits,,, jangan salah Raka cuti sekaligus memberi pekerjaan untuk Arka.


Anggap saja sebagai bentuk pengingat karena sudah lama tidak bekerja.


Dan lebih parahnya Raka cuti selama satu bulan dan itu awalnya mendapati menolakan langsung dari Arka.


Waktu itu...


"Abang mau cuti atau mau mengundurkan diri,"


Arka merasa keberatan atas apa yang diucapkan oleh anaknya apalagi mengambil libur selama 1 bulan tentu saja dia merasa keberatan karena harus menggantikan posisi anaknya.


Dia pikir Raka akan mengambil cuti paling lama 2 minggu termasuk dengan waktu honeymoon nya namun justru mengambil waktu satu bulan tentu saja Arka menolak itu karena keberatan Dan tidak mau terlalu lama berjibaku dengan berkas-berkas yang membuat dia merasa bosan.

__ADS_1


Apalagi belakangan ini dia sudah terlalu nyaman dengan profesi barunya yang hanya menghabiskan waktu berdua dengan sang istri dan jika harus bekerja lagi membuat dia sangatlah malas.


"Satu bulan aja dad, lagian apa Daddy nggak melihat pemimpin perusahaan lain bahkan di usianya yang menyentuh kepala 6 masih bekerja lalu daddy belum kepala lima sudah memilih pensiun,"


Tentu saja Raka melayangkan pembelaannya karena dia ingin menikmati waktu bersama istrinya tanpa harus memikirkan tumpukan berkas serta pekerjaan yang padat.


"Otak daddy udah nggak terlalu pintar lagi untuk bekerja,"


Raka menatap sinis ke arah ayahnya itu, ada-ada saja alasan laki-laki 2 anak itu.


Tapi perdebatan mereka bukan seperti ayah dan anak malah lebih mirip seperti kakak dan adiknya.


"Nggak apa nggak pintar, asal saat abang pulang honeymoon nanti perusahaan belum bangkrut,"


Raka berbicara dengan santai karena mana ada orang yang baru beberapa tahun tidak terjun dalam dunia kerja langsung menjadi bodoh seperti alasan Arka.


"Kamu fikir Daddy bodoh,"

__ADS_1


Caesar Arka karena secara tidak langsung anaknya itu mengatakan dia bodoh dan tentu saja Arka tidak terima.


"Abang nggak ada ngomong seperti itu kan Daddy tadi yang bilang bahwa otak Daddy tidak sepintar dulu, cuma sebulan dad jika nggak khilaf,"


Tentu saja Raka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk menikmati waktu berdua bersama istrinya.


Apalagi pesta pernikahan mereka beberapa hari ke depan lalu setelahnya mereka langsung berangkat honeymoon ke beberapa negara dan jika ingin istrinya berkunjung ke negara lain maka Raka akan mengabulkannya selama istrinya itu senang dan bahagia.


Masalah kantor tidak perlu Raka pusingkan lagi karena sudah ada sang ayah yang akan menghandle selama dia tidak ada.


"Anak siapa sih kamu? Pintar kali,"


Jika sudah begini Arka tidak tahu mau berbicara apa lagi bahkan istrinya mencubit pinggang Arka lantaran kesal terus menolak permintaan anaknya itu apalagi ini momen bahagia tetapi justru di recoki dengan akal bulus Arka.


"Anak Daddy, kan Daddy yang bikin siang malam,"


Khira berbisik ke telinga suaminya lalu setelah itu beranjak Pergi menuju kamar.

__ADS_1


Memang Malam Ini Raka dan Farah menginap di kediaman Arka dan itu atas permintaan sang mommy jadi Raka tidak bisa menolak.


__ADS_2