BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Berjalan Lancar


__ADS_3

Mereka semua harap-harap cemas menunggu keluarnya dokter dan mengetahui hasil operasi.


Tak henti-hentinya mereka melafalkan doa dan berharap atas kelancaran operasinya dan serta tidak ada kendala sama sekali dan juga berharap donor ginjalnya cocok tidak mendapat penolakan dari tubuh Farah.


Apalagi untuk Arka ini seperti moment di mana papinya dirawat dulu hingga menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tentu saja ada kecemasan tersendiri untuk dirinya serta dia berharap menantunya bisa sembuh kembali dan berkumpul bersama.


Walaupun semenjak menikah Raka sudah tidak tinggal lagi bersama orang tuanya tetapi apapun tentang kedua anaknya tentu dia mengetahui namun dia hanya pura-pura tidak mengetahui apa-apa agar anak-anaknya merasa tidak diawasi seperti anak kecil yang butuh pengawasan orang tua.


Arka memang sedikit trauma dengan rumah sakit karena sang papi meninggal di sana jadi dia tidak ingin ada lagi korban dari keluarganya apalagi menantunya sendiri yang bahkan baru setahun ini menikah dengan anaknya.


"Kenapa dokternya lama sekali keluar?" Vya gelisah menunggu keluarnya dokter dari dalam ruangan itu apalagi ini dia merasa sudah sangat lama menunggu padahal baru 2 jam tetapi tetap saja merasa jenuh serta deg-degan itu ada.

__ADS_1


"Sabar mam, berdoa semoga operasinya berjalan lancar," Dean juga sangat mencemaskan kondisi anaknya tetapi dia harus bisa juga menenangkan istrinya yang begitu mencemaskan kondisi anak pertamanya apalagi saat dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Percaya sama kuasanya bahwa semuanya akan baik-baik saja," Khira menenangkan sahabat sekali gus besarnya itu karena dia memahami kecemasan perempuan yang sudah menjadi sahabatnya sebelum menikah dengan suaminya ini apalagi dia juga sangat menyayangi Farah saja dulu apalagi sejak Farah masih berada dalam kandungan sahabatnya sudah gempor ingin menjodohkan Raka dengan Farah.


"Aku takut Ra," sebagai seorang ibu tentu saja dia mencemaskan keadaan anaknya tetapi dia tidak boleh lemah sebab anaknya membutuhkan doa serta orang tua yang tidak larut dalam kesedihan yang membuat anaknya sedih jika mengetahui.


Ceklek....


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar dan keluarga sebentar lagi bisa menjenguk setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan,"mereka semua bisa bernafas lega dan mengucapkan kata syukur karena operasi berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu Farah di ditempatkan pada ruangan yang telah Dean sediakan sebelum operasi tadi.


Dia ingin anaknya mendapatkan suasana yang nyaman selama proses pemulihannya jadi dia ingin memberikan yang terbaik.

__ADS_1


Setelah beberapa saat...


"Cepat sembuh ya nak," Vya mengusap kepala anaknya dengan lembut dan tidak lupa melakukan kecupan di jidat mulus itu serta melafalkan doa demi kesembuhan anaknya.


Ingin rasanya perempuan dua anak itu menangis tetapi dia tidak boleh lemah sebab yang dibutuhkan anaknya adalah dukungan bukan air mata yang hanya akan membuat anaknya merasa bersedih.


Farah memang belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius tetapi dokter sudah berkata bahwa kondisinya sudah baik-baik saja hanya menunggu reaksi dari tubuhnya dengan organ baru yang baru bergabung semoga saja tidak mendapat penolakan.


"Vya kami pamit dulu ya, nanti malam kami datang lagi," Khira berpamitan kepada sahabatnya karena hari sudah sore dan dia harus bersih-bersih dulu juga dia ingin membuatkan makanan untuk sahabatnya itu karena dia tahu sejak tadi sahabatnya tidak mau makan jadi dia berinisiatif membuatkan makanan dan dibawa ke sana nanti.


"Hati-hati ya Ra, makasih sudah menemani sejak tadi," setelah itu pasangan bersahabat itu berpisah meninggalkan Dean yang menemani anak bersama istrinya dan juga tadi dia sudah menghubungi si bungsunya untuk menginap dulu di rumah orang tua Dean yang tidak jauh dari kampus anaknya sebab jika untuk mertuanya lebih memilih tinggal di kampung kelahirannya menghabiskan masa tuanya.

__ADS_1


"Iya Farah juga anak ku," bukan karena Farah menantunya saja tetapi karena parah memang sudah dianggap seperti anak sejak lahir dulu hingga sekarang.


__ADS_2