BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Chapter 105


__ADS_3

Via diam mendengar ucapan Dean atau lebih tepatnya pernyataan kalau dia akan mengejar Via dan mendapatkan cintanya.


Mencerna sekali lagi ucapan itu dan berharap salah dengar, bukan apa di antara mereka sebelumnya tidak ada kedekatan dan kenapa tiba-tiba Dean ingin dekat dengan dirinya. Hal ini sukses menjadi tanda tanya besar di otak cantik Via.


'Nih bos kedua kayak salah makan deh, seenaknya ingin dekat gue setelah ngajak Nana selingkuh nih orang masih waras nggak ya?' kesal Via atau lebih tepatnya tidak percaya sama apa yang dia dengar.


Mendekati dirinya setelah gagal menjadi selingkuhan temannya, siapa yang bakal percaya sama omongan? Tampan boleh mapan apalagi tapi kalau kelakuan minus siapa yang mau kecuali orang baru dan gila sampai tidak tau kelakuan dia sebenernya.


"Bapak ngomong apa barusan? Saya nggak salah dengarkan?"


Mengucek telinga menggunakan tangan agar pendengaran bagus namun setelahnya sama saja tidak ada perubahan.


Dalam mimpi saja Via tidak pernah berharap mereka dekat dan ini sangat tiba-tiba. Tolong siapa yang bakal percaya coba! Jika masih bisa memilih kenapa harus dia?.


"Tidak, saya mau lebih dekat dengan kamu,"


Tegas Dean, apa salah dekat dengan orang yang menarik perhatiannya walau entah mengapa dia jutek dan sinis Dean tidak tau apa alasannya tapi yakinlah Dean ingin mereka lebih dekat secara perlahan dan meluluhkan sikap keras Via yang tidak beralasan ini.


Bagi Dean memang tidak beralasan tapi tidak bagi Via yang sudah mendengar cerita Khira hingga dalam hati kecilnya dia meyakini Dean orang yang harus di jauhi.


"Saya nggak mau pak, cari orang lain aja,"


Tolak Via tegas juga, buat apa mereka dekat kalau Dean orangnya tidak baik di mata Via.


Tanpa Via tau kalau sifat antara Dena dan Raka hampir sama hanya nasib yang beda.


Selain ketampanan dan kemapanan Dean adalah tipe orang yang setia terbukti pernah sekali pacaran saat sekolah Dean sangat setia dengan pacarnya hanya pacarnya saja yang selingkuh sebab merasa Dean itu kaku dan tidak seperti pasangan lain.


Padahal Dean melakukan itu hanya tidak ingin terjerumus pada pergaulan yang salah atau ikut dalam pergaulan remaja yang suka berbuat seenaknya tanpa memikirkan dampak akhir.


"Saya juga nggak maksa tapi saya pastikan kalau kamu bakal jadi milik saya,"


Yakin Dean akan menaklukkan Via dengan caranya serta membuat Via tidak akan berpaling darinya nanti.


Jangan panggil dia Dean menaklukkan cewek semenarik Via tidak bisa.


Cewek jutek hanya kadang sebagai cover saja agar pertahanan dirinya tidak mudah roboh dan orang lain dengan mudah menyakiti dirinya.


"Semoga nggak kecewa,"


Balas Via malas dan melihat jalanan yang sebentar lagi sampai rumah. Via tidak memberi tau alamatnya mungkin Dean tau dari biodata kantor makanya sejak tadi tidak bertanya.


Tidak lama mobil Dean berhenti tepat depan rumah orang tua Via.


"Udah sampai,"

__ADS_1


Mematikan mesin mobil lalu membuka seat belt.


"Makasih, sekarang balikin hp saya,"


Karena masalah hp hingga Via berakhir pulang bersama Dean.


Dosa apa yang sudah Via lakukan sehari tadi hingga harus bersama orang yang tidak dia inginkan.


"Yuk turun,"


Membuka pintu dan berjalan duluan menuju pintu utama yang terbuka sedikit.


"Eh itu orang ngapain main jalan aja bukannya pulang,"


Menyusul Dean yang lebih dulu sampai depan pintu.


"Bapak jangan gila ya, balikin hp saya abis itu pulang,"


Bicara setengah berbisik tidak mau orang tuanya dengar dan salah sangka saat Via pulang dengan seorang lelaki.


Bisa gawat kalau mereka sampai bertemu dan Dean bicara macam-macam, salah apa dia coba? Untuk hari berikutnya Via akan lebih hati-hati lagi agar kejadian ini pertama dan terakhir.


"Kamu nggak mau ngenalin saya pada orang tua mu?"


Menaikkan sebelah alis saat bertanya.


Sinis Via pelan, enak saja ingin kenal orang tuanya lagian siapa juga yang mau sama dirinya. Khilaf pun Via tidak bakalan mau atau dalam mimpi.


"Makanya saya mau dekat dengan mu terutama orang tua mu, ayo masuk,"


"Assalamu'alaikum,"


Mengetuk pintu hingga tidak lama pintu terbuka lebar dan lebih membuat Via kaget mamanya yang membuka.


"Wa'alaikumsalam eh ada tamu, ayo masuk. Via ajak teman kok nggak di ajak masuk,"


Membawa Dean masuk dan meninggalkan Via masih berdiri mematung depan pintu.


"Siapa juga yang ngajak dia mampir?"


Berjalan pelan masuk rumah dan di lihatnya sudah ada papanya juga di sana, bakalan makin panjang ini masalah yang sebenarnya tidak Via inginkan.


"Kamu siapa nya Ya? Tidak mungkin teman biasa kan?"


Ingin Via menenggelamkan diri dalam rawa, dari sekian banyak pertanyaan kenapa itu yang harus di tanya.

__ADS_1


"Kalau om dan tante mengizinkan saya ingin lebih dekat lagi sama anak om dan tante,"


Jujur Dean yang membuat Via ingin mengusir sekarang juga atau berkata kasar.


Tidak mereka tidak sedekat itu hingga harus bicara asal sama orang tuanya.


"Om sama tante terserah Via saja kan kalian yang mau menjalani, obrolin lagi sama Via gimana baiknya,"


Via menghela nafas lega saat mendengar tanggapan papanya, iya memang tergantung dirinya yang bakal tidak mau sama Dean.


Tolong cepat pulang dan Via ingin segera mengistirahatkan badan dan fikiran.


Fikiran capek bukan karena bekerja tapi ulah Dean yang tidak memikirkan dampak apa di timbulkan dari sifat keterlaluan dirinya.


Lagian masih banyak cowok di luar sana yang bisa Via pilih.


"Makasih om tante,"


Ramah Dean yang mana sifatnya sangat jauh berbeda saat bersama Via.


Pencitraan, batin Via ingin berteriak dan menyeret keluar dari rumah.


Jika tidak ada orang tuanya di rumah Via juga ogah membiarkan Dean masuk ke dalam rumahnya.


"Gimana sebagai salam perkenalan kita makan malam bersama, ayo nak Dean,"


"Via sana naik ke atas ganti baju biar bisa makan malam bersama,"


Suruh mama Via yang langsung Via laksanakan. Ingin waktu cepat berputar dan Dean pergi dari rumah


Jika sopan mengusir tamu maka sudah sedari tadi Via lakukan.


Mereka bertiga berjalan menuju makan tanpa bisa Dean tolak karena sudah di tarik oleh mama Via.


Atas meja sudah tersaji menu makan malam sederhana namun terlihat menggugah selera.


"Apa tidak berlebihan tante?"


Saat mama Via mengambil beberapa lauk dan di taruh atas piring Dean yang sudah terisi nasi.


"Nggak apa sebab menaklukkan Via butuh tenaga dan kesabaran,"


Terakhir meletakkan sayuran dan minum depan Dean.


'Mamanya aja tau dia keras dan susah di taklukkan, kenapa juga gue bisa suka sama orang seperti dia? Kayaknya ada yang salah sama otak gue, atau dia pakai guna-guna ya?' mulai menyendok makan ke dalam mulut yang rasanya hampir sama dengan rasa masakan mama Dean.

__ADS_1


Tidak lama Via sudah duduk di kursi depan Dean lalu langsung mengambil makanan tanpa menyapa orang di sana.


Biarlah dia di anggap tidak sopan karena Via sudah sejak tadi menahan kesal dan ingin segera mengurung diri dalam kamar.


__ADS_2