
Raka terlonjat kaget karena baru saja keluar dari ruangan dokter tiba-tiba saja badannya sudah ditubruk oleh seseorang beruntung dia bisa menjaga keseimbangannya.
"Eh," beruntung saja Raka sudah langsung mengenali siapa orang ini karena dari aroma parfumnya saja dia sudah mengetahui Siapa pemilik tubuh yang sedang memeluknya.
"Maaf,,, maaf bang,,,maaf," Farah terus menggumamkan kata maaf kepada Raka yang masih bisa didengar oleh laki-laki itu.
"Maaf selama ini aku sudah salah sangka, maaf selama ini aku sudah menjadi istri yang durhaka dan maaf selama ini aku sudah menjadi istri yang begitu jahat kepada suamiku," posisi mereka sekarang berada di depan ruangan dokter dengan masih berpelukan ah lebih tepatnya Farah yang memeluk Raka duluan.
"Ayo kita pergi dari sini, ngga enak jika jadi tontonan," Raka menuntun Farah pergi dari sana karena tidak mungkin mereka ngobrol di rumah sakit apalagi ini berada di depan ruangan dokter sangat mengganggu sekali bagi pasien yang ingin berkunjung.
Farah hanya mengikut saat Raka menuntun dia pergi dari sana karena setidaknya walaupun dia mendapatkan dua kejutan sekaligus dia juga senang bisa bertemu dengan Raka beruntung dia cepat menuju kantor tadi.
Sekarang mereka pergi menggunakan mobil Raka dan laki-laki itu mengajak Farah menuju apartemen yang dulu mereka tempati saat masih tinggal bersama.
"Ayo masuk," sampai di apartemen pun Farah hanya bisa menurut karena dia juga ingin berbicara serta meluruskan segala masalah yang terjadi selama ini.
"Bang maaf," Farah bersimpuh di bawah kaki Raka karena menyadari kesalahannya begitu banyak selama ini bahkan dia secara sadar melakukannya.
"Ayo bangun, Abang ngga suka kayak gini," arahkan menuntun Farah untuk duduk di sofa lagi hingga mereka duduk secara bersisian.
"Maafin aku yang begitu banyak salah selama ini," Farah tidak malu mengakui kesalahannya selama ini sebab dia benar-benar salah jadi buat apa malu.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu ada di sana?" Jujur saja Raka masih kaget tentang keberadaan Farah di sana apalagi Raka menembak jika Farah sudah mendengar obrolan mereka.
"Sejak tadi," jika sudah begini maka Farah sudah mendengar semua yang mereka bicarakan bersama dokter tadi dan lebih tepatnya dokter itu senior di kampus Raka dulu.
"Jadi kamu udah dengar semuanya?" Farah mengangguk sebagai jawaban jika dia memang sudah mendengar semuanya bahkan mendengar juga jika Raka mencintainya sejak dulu.
"Bang pernikahan kita bagaimana?" Memang ini tujuan Farah menemui Raka untuk menanyakan kejelasan tentang hubungan mereka.
"Nggak gimana-gimana," Raka menjawab dengan enteng seolah memang tidak pernah terjadi apa-apa dalam hubungan mereka.
"Aku serius bang, beberapa waktu lalu aku pernah mendengar Abang membahas pernikahan bersama perempuan lain dan juga aku juga pernah melihat Abang tampak mesra dengan seseorang di bandara," Farah harus menanyakan gejalasannya daripada dia menebak sendiri serta menyimpulkan sesuatu yang belum pasti.
"Kamu tau dari siapa?"
Meskipun cintanya begitu besar tetapi berbagi suami itu tidak akan pernah dia lakukan seumur hidupnya.
"Perempuan itu dan yang di bandara adalah orang yang sama yang merupakan anak papi Abra," Farah bernafas lega mendengar penjelasan dari Raka yang ternyata dia cemburu kepada saudara sepupu suaminya.
Tetapi wajar sih karena Farah kan tidak tahu dan juga hubungan mereka saat itu belum baik-baik saja bahkan sempat pisah rumah.
Jadi wajar jika dia berpikir negatif apalagi melihat suaminya tampak mesra bersama perempuan lain yang tidak bisa dia lihat wajahnya.
__ADS_1
"Jadi hubungan kita bagaimana?" Mendapat pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya harakat menatap wajah Farah dengan intens untuk beberapa saat lalu tangan kekar itu menggenggam lembut tangan mungil yang tenggelam di telapak tangannya.
"Dengar baik-baik dan abang hanya akan bicara satu kali,,,,, Abang tidak pernah menganggap hubungan kita sedang bermasalah bahkan Abang juga tidak pernah marah atau benci terhadap sikap kamu selama ini serta kenapa Abang memulangkan kamu ke rumah papa itu bertujuan untuk kamu koreksi diri serta menyadari kesalahan selama ini. Jadi sampai di sini Abang harap kamu paham bahwa hubungan kita baik-baik saja dan hanya membutuhkan waktu untuk sama-sama memahami serta menerima pernikahan dadakan ini dan satu yang perlu kamu ketahui i love you and I will always love you then, now and forever. loving does not always have to say but through evidence and treating your partner well. once again i love you," Farah terenyuh mendengar ungkapan cinta dari suaminya bahkan dada gadis itu begitu berdebar sebab dia tidak menyangka bahwa sedalam itu Raka mencintainya selama ini dan rela mengalah demi sepupunya walaupun pada akhirnya cinta sejati itu tahu kemana dia harus pulang dan tahu siapa pemilik hatinya.
Bahkan dia sempat meneteskan air mata saking terharunya.
"You don't cry because your tears are so precious and even if you want to cry I hope they are tears of happiness," Farah mengangguk mendengar ucapan Raka lalu tiba-tiba saja gadis Itu memeluk erat suaminya.
"I love you too and forgive all the mistakes so far and I hope that our relationship in the future will run smoothly and we can build a happy family,"
__aku juga mencintaimu dan aku berharap hubungan kita kedepannya berjalan dengan baik dan bisa membangun keluarga yang bahagia__
"Udah jangan nangis lagi nanti cantiknya Abang hilang," wajah Farah bertemu merah mendengar pujian dari suaminya lalu Raka mengusap air mata yang menetes di pipi istrinya.
"Cukup hari ini menangis," dada keduanya sama-sama lega karena sudah bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain dan juga tidak ada lagi mereka yang saling menjauh apalagi hubungan mereka akan dimulai dari awal dengan cara yang baik serta saling menerima tidak seperti di awal-awal pernikahan.
Farah tidak menyangka jika hubungan mereka masih bisa dipertahankan dan juga dia sangat baiklah sabuk suaminya tidak pernah memberi kesempatan untuk perempuan lain masuk dalam hubungan mereka berbeda dengan Farah dulu yang malah dekat dengan bos tempat dia bekerja walaupun pada akhirnya dia menolak sebab kesadarannya cepat kembali sebelum semua terlambat dan benar-benar akan biasa sekali seumur hidup.
"Ke kamar yuk,"
"Eh,"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=
hayo lo mau ngapain ke kamar???😂