BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Tentang


__ADS_3

Kehidupan kita selanjutnya tidak ada yang tau akan seperti apa kedepannya, baik buruknya masih menjadi misteri yang harus kita terima.


Kehidupan yang kita jalani terasa berat jika kita menjalani setengah hati dan sering mengucapkan kata ah, seandainya, setidaknya atau mungkin maka yang akan kita dapatkan hanyalah penyesalan.


Jalan hidup yang masih tertutup tabir itu harus dengan sabar kita tunggu dan jalani.


Begitu juga yang dialami hadis cantik yang bernama Khira itu, jalan hidupnya seperti dijungkir balikkan secara mendadak dalam hitungan jam.


Pernikahan yang di gadang akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan selanjutnya yang dia jalani justru menjadi titik balik di mana dia merasakan apa yang namanya ditinggalkan, dikecewakan dan permalukan di depan orang banyak.


Rasa sakit itu adalah luka tak kasat mata yang bisa timbul kapan saja dan membuat menderita sepanjang hidup jika tidak bisa mengendalikan diri bahkan bisa menjadi gila.


Juga kita membutuhkan dukungan dari orang terdekat terutama orang tua.


Begitu yang Farah rasakan sekarang berkat dukungan orang tua dan orang terdekat secara perlahan dia bisa melalui hari terberat dalam hidupnya.


Selepas makan malam di sebuah restoran dengan nuansa romantis bagi setiap pasangan akhirnya berakhir sudah acara kencan dadakan itu dan kini mereka sudah sampai dirumah memasuki kamar dengan tangan saling bergandengan seperti orang mau nyebrang jalan.


"Mau mandi duluan atau mandi barengan yang?" Goda Raka saat selesai mengunci pintu kamar dan duduk di sofa pojok kamar mereka.


Farah yang mendapat pertanyaan yang cukup terkesan horor itu hanya mendelik lalu berkata.


"Aku duluan ya by udah gerah banget soalnya," Putus Farah mengambil baju ganti untuk dirinya dan juga Raka yang di letakkan atas ranjang lengkap dengan handuk.


Sepulang tadi mereka sudah shalat isya di jalan sehingga mereka cukup tenang karena kewajiban sudah ditunaikan.

__ADS_1


Raka memperhatikan Farah memasuki kamar mandi sambil memainkan hp menunggu giliran mandi.


Tidak lama kemudian.


"Aku udah selesai by, hubby mandi sana udah keburu malam juga," Farah tampak mengeringkan rambut menggunakan handuk selesai keramas.


Dan Raka memilih mandi sambil membawa baju ganti sebab belum berani keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk takut Farah syok sekaligus terpana nanti melihat badan Raka yang atletis dan bisa menghipnotis siapa saja yang melihat.


Beberapa saat berlalu mereka sudah selesai dengan kegiatan membersihkan diri dan sudah duduk berselonjoran atas ranjang dengan kaki yang di tutupi selimut tebal dan lembut itu.


"By!," Panggil Farah sambil melihat Raka yang ternyata juga melihat dirinya alhasil tidak bisa mengelakkan semburat merah dipipi Farah tidak bisa dihindari jika dilihat secara dekat seperti ini.


"Apa yang? Mau cerita apa?" Sudah jadi kebiasaan mereka akan bercerita jika mau tidur atau sekedar mengobrol sebentar sebelum tidur itu dilakukan agar komunikasi diantara mereka tetap berjalan dan hubungan mereka kedepannya terus berjalan baik.


"Ada apa yang? Cerita aja abang nggak akan marah," Raka paham mungkin telah terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan maka istrinya agak sedikit sulit untuk bercerita.


"Tadi mantan bos aku datang dan berkata ingin kembali sama aku," Jelas Farah singkat padat pada inti apa yang mau disampaikan.


Raka terdiam tanpa reaksi apa pun dan mengalihkan pandangan ke arah lain.


Di sudut hati Raka paling dalam ada hal yang mecubit hingga terasa sakit sebab mendengar mantan bos istri ingin kembali lagi.


Mengusik rumah tangga mereka.


Hati suami mana yang tidak gelisah dan merasa kwatir jika mereka bersama kembali mengingat posisi Raka sebagai pengganti yang tidak kuat.

__ADS_1


"By kok diam?" Farah menggoyangkan lengan Raka pelan dan berhasil menarik Raka kembali pada dunia nyata lalu melihat Farah dengan intens.


"Lalu abang harus bicara apa atau mau tanggapan seperti apa?" Balas Raka lalu mengedarkan pandangan agar tidak terlalu lama melihat wajah cantik itu.


Dan juga bukan hanya wajah tapi nama Farah sudah terukir dihati Raka sejak dulu maka akan sulit baginya sekarang memberikan tanggapan.


Semua bisa saja terjadi.


"Kok gitu sih by tanggapannya?" Farah sedih mendengar ucapan Raka..


"Apa yang harus ditakutkan sih? Semua udah ada yang mengatur termasuk jodoh jadi dimana letak harus ditakutkan?," Ucapan Raka semakin menyakiti hati Farah dan Farah yakin jika Raka sebenarnya hanya baik padanya karena kasihan namun bukan menerima sepenuhnya sebagai istri.


Ingin Farah berteriak dan memaki lelaki yang menjadi suaminya sekarang.


Apa arti kebersamaan mereka selama satu bulan lebih ini, apa cuma di anggap angin lalu.


Apa ajakan berbaikan itu hanya permainan saja?.


Apa arti kebersamaan sore hingga malam sekarang kalau semua itu tidak ada kesan yang bisa di jadikan alasan untuk mempertahankan dirinya.


"Berarti kamu nggak takut aku di ambil orang by? Jadi gitu maksudnya? Kamu nggak mau mempertahankan aku dan hubungan kita ini?" Dada Farah sesak membayangkan jika dia berpisah lagi dengan Raka.


Boleh tidak kalau Farah berteriak sekarang dan berkata kalau dia ingin di pertahankan bukan dilepaskan tanpa usaha sama sekali.


Tapi sekarang Farah harus apa? siapa yang bisa menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2