BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Sebelum Pesta


__ADS_3

Hari bahagia itu akhirnya tiba juga, sejak kemarin mereka sudah mendatangi hotel tempat diadakannya pesta pernikahan itu yang akan digadang-gadang akan menjadi pesta termewah.


Dan lebih memberatkan bagi Raka adalah mereka tidak boleh bertemu satu minggu menjelang acara pesta dan itu membuat Raka balingsatan karena tidak bisa bertemu dengan istri tercintanya.


Acara pingitan itu dilangsungkan sebelum Raka mengambil jatah cuti-nya.


Sempat terjadi perdebatan kecil karena Raka tidak ingin dipisahkan dari istrinya walaupun hanya satu minggu.


"Cuma satu minggu saja bang dan setelah itu kalian akan bersama lagi,"


Khira sebagai mommy memberi pengertian kepada anak sulungnya itu bahwa acara pingitan sudah biasa dilakukan dan Sekarang tiba giliran mereka.


Bukan hanya Raka dan Farah saja melaksanakan pingitan itu tetapi untuk semua pasangan pengantin yang akan melaksanakan pernikahan.


"Itu kan buat orang yang mau nikah mom, kalau abang kan udah lama nikahnya jadi nggak usah di pingit lagi,"


Masih mencari cara agar dia tidak dipisahkan dari istri tercintanya.


Lalu perhatian Raka teralih kepada istrinya.


"Yank bilang sama mommy jika kamu mau di pisahkan sama aku,"


Raka berpindah duduk ke sebelah istrinya lalu merengek merayu sang istri agar tidak menerima usulan tentang pingitan.


Raka percaya bahwa istrinya itu tidak terima atas usulan dari para orang tua.


"Jangan berlebihan Bang kalian bukan pasangan muda,"


Tapi dari nada suara itu jelas sekali tersirat ledekan kepada Raka.


"Daddy nggak usah ikut campur, ini urusan abang, yang udah tua di larang ikut,"


Sinis Raka menatap sang daddy, kenapa tidak mengerti sama apa yang dia rasakan.


"Hey kamu enak saja mengatakan daddy sudah tua, Daddy masih muda ya masih bisa ngasih adik buat kamu,"


Sarkas Arka tidak terima di kata itu oleh Raka.

__ADS_1


Dia masih merasa selalu muda apalagi jika dalam dunia novel dia masuk dalam kategori hot daddy.


Jadi kata tua sangat menggelikan di telinga dia.


"Sekarang aja ngaku muda kemarin waktu nyuruh Abang menggantikan memimpin perusahaan mengaku sudah tua. Jadi nggak apa dong Abang menambah waktu cuti lebih lama lagi kan daddy masih muda dan masih kuat untuk bekerja jadi deal ya,"


Raka memiliki umpan yang membuat Arka menjadi tidak bisa berkutik lagi dan sekarang dia seperti senjata makan Tuhan karena masa bekerjanya di kantor bertambah jika sang anak sudah bicara demikian.


Jangan salahkan Raka yang bisa memanfaatkan kesempatan karena gen Arka lebih banyak di dalam tubuh Raka.


Raka ini seorang pemimpin sudah pasti sangat pintar sekali memanfaatkan peluang yang ada.


"Hey nggak begitu maksud Daddy, Daddy udah tua nggak bisa bekerja lebih keras lagi,"


Arka kalang kabut sendiri karena dia tahu jika sang anak sangat menantikan momen seperti ini.


Seharusnya dia tidak bicara seperti tadi dan lebih mendukung anaknya serta merayu agar mempersingkat masa cuti bukan malah seperti ini.


Arka sudah terlalu nyaman dengan waktu seharian bersama sang istri tercinta dengan bersantai di rumah atau menikmati waktu di luar berdua saja.


Apalagi sejak anak-anak mereka sudah menikah jadi mereka sudah seperti pasangan pengantin baru yang sedang hangat-hangatnya.


Abang yang membahagiakan istri sedangkan daddy di perusahaan bekerja agar rezeki lancar untuk Abang pergi liburan,"


Arka melongo mendengar ucapan anaknya itu.


Jika sudah begini maka dia akan bekerja dalam kurun waktu yang belum ditentukan.


Dan Arka hanya bisa berdoa semoga saja menantunya itu tiba-tiba ingin pulang dan membatalkan waktu honeymoon yang sudah sangat panjang itu.


"Boleh tukar tambah anak nggak sih?"


Arka pura-pura menangis meratapi nasibnya yang sudah dikerjai oleh anak sendiri.


"Sabar Ar, bukankah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya maka nggak perlu menangis sih jalan hidup yang sudah digarisi,"


Abra, Abang pertama Arka memberi semangat agar adiknya itu tidak perlu terlalu meratapi nasib.

__ADS_1


"Lagian sok-sok ingin menikmati masa tua jika umur serta wajah sudah terlalu jujur agar tetap terus berkarya serta memajukan perusahaan,"


Tambah Arga, Abang kedua.


Malam ini mereka memang sengaja berkumpul di kediaman oma Dea.


Jadi semalaman mereka menikmati waktu bersama sambil melaksanakan bakar-bakar sebelum acara pesta dilaksanakan satu minggu ke depan.


Mereka sengaja berkumpul di sana sebab oma Dea tidak ingin ikut tinggal bersama anak dan menantu karena dia tidak ingin meninggalkan rumah penuh kenangan bersama suaminya.


Jadi sebagai anak mereka bergantian mengunjungi Orang tua tunggal mereka apalagi tempat tinggal cukup dekat bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


Pagi sebelum pesta.


Pagi-pagi sekali Farah sudah bangun lalu melaksanakan salat subuh tidak lupa adiknya Sarah sudah membawakan sarapan sebelum dia dihias oleh seseorang yang sudah profesional yang sengaja Raka sewa.


"Deg-degan nggak kak?"


Sarah menemani kakaknya itu sambil sarapan.


Semalam Sarah memang menemani Farah tidur atas permintaan Farah sendiri.


Semenjak Farah menikah mereka sudah jarang menikmati quality time berdua.


Apalagi semenjak Farah sudah perbaikan bersama Raka maka dia lebih lengket lagi kepada suaminya itu dan semenjak berhenti bekerja Farah selalu mengikuti aktivitas Raka walaupun hanya duduk saja.


"Deg-degan banget, apalagi udah seminggu nggak ketemu abang kan,"


Jujur saja Farah memang merasa deg-degan sekali apalagi sudah sangat merindukan sang suami karena seminggu ini mereka tidak bisa berkomunikasi walaupun lewat ponsel.


Jadi sudah bisa dibayangkan bagaimana rasa rindu yang tertumpuk di dada tetapi harus dipisahkan oleh jarak padahal mereka berdekatan.


"Udah kangen berat ya kak? Tenang bentar lagi juga bertemu,"


Farah juga turut bahagia karena sang kakak sudah menemukan kebahagiaan sendiri padahal dulu dia sempat merasa bersalah tetapi semua itu sirna dengan menyatunya kedua insan yang saling mencintai tetapi pernah menoreh luka di hati masing-masing.


Wajah Farah bersemu merah mendengar ucapan adiknya itu dan tanpa perlu dijawab sudah pasti dia menahan rindu di hari pertama melaksanakan acara pingitan itu.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sarapannya Farah langsung di make up dengan cara yang masih menunggu karena dia penasaran seperti apa perubahan wajah sang kakak setelah mendapatkan polesan dari sang profesional.


__ADS_2