BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Masih Lanjut


__ADS_3

Otak Via masih menerawang jauh saat masih teringat jelas suara ******* sahabatnya tadi, dia bisa membayangkan adegan apa selanjutnya.


Kenapa dia bisa seceroboh ini menelpon orang yang lagi honeymoon sudah pasti tidak akan jauh pada suara ******* dan adegan panas.


Membayangkan lagi Via juga ingin di posisi itu dan bersama menikmati indahnya dunia bersama pasangan halal.


Sayang seribu sayang sampai sekarang masih jomblo jadi siapa yang mau di ajak honeymoon.


Atau apa boleh honeymoon dulu baru nikah, kebalik tidak apakan beda dari yang lain.


"Farah gue udah nggak polos lagi karena udah di polosin suami tampan nya,"


Tidak pernah terbayang sebelumnya kalau Farah akan mendapatkan suami tampan dan tajir seperti sekarang mengingat dulu hubungan sama Raka yang tidak ada tanda-tanda akan bersama bahkan badai rumah tangga yang sempat mereka lalui.


Hubungan yang dulu bahkan tidak semulus jalan tol yang sering pernah menemukan lawan dari arah depan.


"Udah ah mending makan dari pada mikirin ini terus,"


Berdiri dari duduknya lalu keluar ruangan berjalan menuju kantin untuk mengisi perut.


Namun belum juga sampai Via bertemu seseorang.


"Hay kamu yang kemarin tugas sama Lia di lapangan kan?"


Tegur suara dari arah samping Via, sontak Via menoleh dan melihat siapa pemilik suara itu.


"Eh iya pak, bapak yang ngajak istri orang selingkuh ya?"


Balas Via ramah namun tak kalah pedas membahas ajakan selingkuh yang orang itu lontarkan pada Nana siapa lagi kalau bukan Dean.


"Siapa? Kamu salah orang kali,"


Sanggah Dean yang tidak mau mengakui sebab dia cuma iseng saja lagian mana mau menikung teman sendiri kayak stok perempuan sudah habis saja.


Dia juga tidak kalah tampan dan kaya dari temannya walau kekayaannya di dapat dari kerja di kantor tempat bekerja tapi tetap saja siapa yang mau menolak pesona dia kecuali perempuan itu buta dan setia sama pasangannya.


"Berarti saya yang salah orang dong pak, maaf deh kalau gitu.


Misi pak ternak saya mau minta makan,"


Malas berlama-lama mengobrol sama orang kepercayaan bos ini, bukan tidak menghormati cuma jam istirahat dia sudah kepotong tadi menelpon Farah masa mau di habiskan mengobrol tidak jelas.


"Nanti pulang kerja ada waktu nggak?"


Ada dengan Dean ini? Kenapa bertanya seperti itu kayak orang mau pendekatan saja atau memang itu tujuannya.

__ADS_1


"Maaf pak saya sibuk orangnya, misi,"


Lagian mereka tidak sedekat itu untuk menghabiskan waktu bersama selepas kerja dan juga Via tidak mau berurusan sama bosnya lebih jauh di luar jam kerja.


Bukan tidak terpesona sama ketampanan Dean, munafik kalau tidak hanya saja lebih ketimbang menjaga hati dari pada kebawa hati dan berakhir sakit hati.


Kadang Via suka berfikir pendek orang banyak duit pasti punya selingan juga dan Via tidak mau jadi korbannya HM beda lagi kalau datang ke rumah ngelamar bisa lah di bicarakan.


"Menarik,"


Lirih Dean melirik kemana arah Via berjalan, sulit di dekati namun jangan panggil dia Dean kalau masalah kecil tidak bisa dia atasi.


"Kalau bisa dapat yang dewasa kenapa gue nggak, yang dewasa lebih menarik dan bicara nggak perlu banyak kode,"


Pergi keluar perusahaan buat makan siang sekalian nanti bertemu klien.


Dean juga tidak sabar menunggu hari kebebasan dari berbagai banyak tumpukan kerja karena bos pemilik perusahaan akan mulai masuk kerja setelah menyelesaikan dinasnya di luar.


Ada temannya kerja sambil melanjutkan kuliahnya agar ilmunya makin bertambah dalam mengembangkan perusahaan agar lebih maju lagi.


Di kantin.


Via langsung memakan makanannya yang sudah di ambilkan sama temannya.


Ujar Via saat sudah menghabiskan makan siangnya dengan tenang tanpa menghiraukan tatapan temannya yang menatap penuh tanya.


"Lo kenapa?"


Tanya mereka kompak yang tidak bisa menahan rasa penasaran saat pertama Via bergabung dan langsung makan.


"Nggak apa?"


Via menghabiskan minuman yang di gelas meletakkan lagi atas meja.


"Nggak percaya ini, pasti ada sesuatu ini,"


Mana mungkin mereka langsung percaya gitu saja kalau Via tidak seperti biasa.


Orang pintar mana mau di bodohi, dari raut wajah juga sudah ketahuan.


"Hehe keliatan ya,"


Cengengesan Via yang memang memasang wajah menggelikan, bagaimana tidak mereka bertanya kalau sepanjang jalan menuju kantin otak Via sudah Travelling dan mengundang tanda tanya.


"Iya lah,"

__ADS_1


Kompak mereka lagi, dimana tidak ketahuan kalau memasang wajah entah gimana menjelaskan.


"Jadi gini gue barusan nelpon teman gue buat minta penjelasan,"


Via mulai menjelaskan kenapa dengan wajahnya saat masuk kantin beda dari biasa.


"Lo ngapain minta penjelasan, dia kan pergi sama suaminya bukan suami lo,"


Balas salah satu dari mereka, apanya yang mau di mintai penjelasan kalau Farah pergi sama suami sendiri bukan suami orang.


Ada yang tidak beres sama isi kepala Via ini.


"Iya lo ada-ada aja Via, penjelasan buat apa coba? Penjelasan kenapa nggak ngajak lo? Atau penjelasan kenapa nggak menghargai lo yang jomblo,"


Ledek satunya lagi, orang pergi honeymoon itu tidak perlu menjelaskan apa pun pada siapa pun cukup mengasih tau orang terdekat terutama orang tua, dah urusan beres tidak perlu penjelasan segala seperti kata Via.


"Bukan itu, sebagai sahabat gue nggak tau kan gue kaget dong tiba-tiba dia pergi dadakan udah kayak tau bulet,"


Kekeh Via yang tidak mau di salahkan gitu aja, dia kan cuma pengin tau saja tidak lebih.


"Kan bisa nanya pas balik nanti kenapa harus sekarang?"


Mereka mengangguk setuju ucapan temannya, masih bisa menyimpan rasa penasaran hingga temannya pulang nanti dan itu tidak alam lama.


Lagian berapa lama juga orang pergi honeymoon paling lama satu bulan itupun kalau sultan.


"Dan pada akhirnya timbul penyesalan saya gue nelpon tadi,"


Lirih Via merebahkan kepala atas meja setelah menyingkirkan piring bekas makan dan pura-pura nangis, iya menangisi nasibnya sendiri.


"Penyesalan apa?"


"Gue mendengar suara ******* Farah ( mengangkat kepala lagi) gila pendengaran gue ternoda,"


Mengambil tisu mengelap pipi yang tidak mengeluarkan air mata sama sekali.


"Makan tuh penasaran, udah tau orang honeymoon malah di telpon ya yang ada suara *******, erangan dan rintihan kenikmatan.


Gimana Via masih mau butuh penjelasan?"


Menertawakan nasib Via yang cukup apes hari ini, gara-gara satu kata dia harus mendengar sesuatu yang belum saatnya saat dirinya belum punya pasangan.


Setelah selesai urusan perut mereka semua menuju meja kerja masing-masing lagi dan melanjutkan pekerjaan. Biarlah Via menangisi nasib karena butuh penjelasan sekarang dan berakhir dengan suara Farah yang cukup bisa menodai pendengarannya hingga sekarang.


Sabar Via lain kali tunggu yang bersangkutan datang dulu.

__ADS_1


__ADS_2