BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Chapter 107


__ADS_3

"Abang udah nggak sayang sama aku!"


Farah menatap tajam ke arah suaminya yang masih mengenakan baju koko setelah melakukan shalat subuh bersama.


Setelah tiga bulan pulang honeymoon dan pagi ini Raka meminta Farah untuk istirahat dari kerjanya dan meminta untuk tetap di rumah.


Lagian Raka masih sanggup untuk menafkahi istrinya dan mencukupi segala kebutuhan Farah sang istri tercinta.


"Sayang Abang cuma nggak mau kamu kelelahan dan juga abang ingin kita segera memiliki momongan,"


Raka berbicara dengan nada suara rendah agar istrinya memahami maksud dari ucapannya barusan.


Pernikahan mereka sudah memasuki usia satu setengah tahun dan itu sudah termasuk waktu yang lama dan sudah saatnya mereka untuk memiliki momongan.


"Tapi nggak harus menyuruh aku berhenti bekerja, aku akan berhenti jika sudah hamil nanti,"


Farah tetap tidak ingin disuruh berhenti bekerja dan dia berjanji akan berhenti setelah saat dia hamil nanti.


Dan juga pasti dia akan merasa bosan jika disuruh di rumah tanpa kegiatan sama sekali dan jika ke kantor dia bisa bertemu teman-teman serta sahabatnya.


"Apakah menurut sama suami merupakan hal yang sulit?"

__ADS_1


Raka merendahkan nada suaranya karena tidak ingin terlalu berdebat dengan sang istri.


Dan juga hari ini sudah lama dia pikirkan terlebih dia juga sudah sangat menginginkan seseorang bayi mungil di antara mereka.


Raka menatap istrinya dengan penuh kasih sayang dan berharap sang istri mau memahami maksud dari ucapan dia.


"Aku,,!"


Farah kehabisan kata-kata saat menatap wajah suaminya apalagi wajah itu sangat berharap agar dia menuruti keinginannya.


"Baiklah, segara siap-siap ke kantor,"


Mereka tidak mau berdebat lebih lagi dan segera menyuruh istrinya untuk bersiap pergi ke kantor.


"Apa aku keterlaluan?"


Farah mengikuti ucapan suaminya untuk segera berganti pakaian dan mereka sarapan dalam keadaan hening.


Sepanjang perjalanan menuju kantor mereka hanya diam saja tidak ada yang mau memulai obrolan bahkan sampai di kantor pun mereka berpisah Setelah turun di parkiran mobil.


Setelah menyalami suaminya Farah menuju ruangan kerjanya dan Raka tidak mencegah ataupun bertanya sama sekali.

__ADS_1


"Kenapa wajah lo kusut gitu?"


Via menegur saat melihat wajah sahabatnya yang memasuki ruangan bahkan seperti seorang yang tidak dikasih uang belanja.


"Bang Raka menyuruh gue berhenti kerja dan fokus sama program hamil saja.


Tapi kalau di rumah aja gue bakal bosan,"


Farah menceritakan tentang kejadian dialami saat di rumah tadi.


Dia berharap dengan bercerita kepada sahabatnya itu akan menemukan solusi.


"Bagus dong kalau hanya disuruh di rumah saja, bahkan banyak perempuan di luar sana hanya ingin fokus pada keluarga kecil mereka tetapi kenapa lo malah menolak?


Apalagi ini untuk kebaikan kalian berdua dan apa lo tidak ingin menebus kesalahan satu tahun yang lalu yang telah menyakiti suami lo dengan sengaja dan sekarang lo tidak ingin menebus kesalahan itu dengan cara mengikuti keinginannya,"


"Mungkin kalau gue yang sebagai suami tidak mungkin mau memaafkan lo dan lebih baik mencari perempuan lain.


Tapi karena cintanya untuk lo dia masih mau memaafkan dan memberi kesempatan tapi saat dia meminta hal kecil dari lo aja lo masih bisa menolaknya.


Dan berdoa saja semoga suami lo nggak bertemu sama perempuan yang mau menurut sama keinginan dia.

__ADS_1


Dan jika sampai hal itu terjadi Jangan pernah salahkan dia karena setiap suami itu pasti menginginkan buah cinta di antara mereka dan gua rasa itu bukan suatu hal yang sulit untuk lo lakukan,"


__ADS_2