
Keesokan paginya Farah sudah tersadar dari efek obat bius dia operasi kemarin dan secara perlahan kondisinya sudah mulai pulih walaupun masih membutuhkan waktu beberapa hari dirawat di rumah sakit dan dokter memastikan dia sudah diperbolehkan pulang.
Sekarang Farah ditemani oleh kedua orang tuanya dan kedua mertuanya baru saja pulang sebab kedatangan anak bungsunya yang akhir-akhir ini sering berkunjung.
"Bang Raka ngga datang mam?" Walaupun Farah yakin jika Raka belum tentu mau mengunjungi dia bahkan terakhir bertemu pun laki-laki itu berubah sangat drastis sekali terhadapnya.
Bahkan Farah terakhir kali bertemu Raka bersimpuh di kaki laki-laki itu meminta maaf dan mengakui kesalahannya tetapi belum ada respon serta tanggapan dia di saat Farah meminta untuk memperbaiki hubungan pernikahan mereka kembali.
"Abang lagi ada kerjaan di luar kota," memang seperti itu informasi yang didapatkan dan juga mereka memang tidak berada di kantor saat ini bahkan dari beberapa hari sebelumnya.
Dari orang kantor pun mengatakan jika Raka sekarang berada di luar kota.
__ADS_1
**Apa abang memang benar-benar udah nggak mau memperbaiki hubungan kita lagi**
Walaupun Farah sangat berharap untuk Raka mau memberi kesempatan tetapi sekarang dia merasa kesempatan itu sangatlah kecil apalagi sederet fakta yang dia temui beberapa waktu yang lalu.
"Jangan terlalu dipikirkan mungkin Abang memang lagi sibuk dan juga jika pekerjaannya sudah selesai pasti Abang akan datang mengunjungi," mencoba menenangkan Farah agar tidak terlalu banyak berpikir agar kondisinya segera pulih dan bisa segera pulang.
Dan juga bukan salah Raka sebenarnya karena Farah tidak pernah mengatakan tentang kondisi dia yang sedang sakit waktu itu jadi jika dia tidak datang berkunjung bukan sepenuhnya salah laki-laki itu apalagi mengingat hubungan mereka yang kurang harmonis sejak awal pertama kali mereka menikah.
Di rumah Arka...
"Gimana nginap di rumah ibu?" Riska memang baru kembali menginap dari rumah mertuanya.
__ADS_1
"Enak mom, apalagi ibu selalu memanjakan Riris dan juga Riris seperti anak kandung dan Bang Rasya seperti anak tiri," tentu saja diperlakukan spesial karena tidak memiliki anak perempuan dan mertuanya memiliki menantu pertama yang begitu cantik serta berasal dari keluarga kaya tetapi tidak memiliki sikap angkuh atau merendahkan kalangan biasa seperti mereka.
Jadi mertua Riska begitu menyayanginya karena sejak pertama kali bertemu saja dia sudah disambut baik oleh keluarga ini.
"Nggak mau jadi anak ibu aja?" Goda Khira.
"Nggak mom, bagi-bagi ntar daddy ngambek," Riska tahu bagaimana sang ayah yang begitu posesif kepadanya apalagi dia memang sangat dekat kepada ayahnya itu tetapi bukan berarti dia tidak dekat kepada ibunya hanya saja perlakuan orang tua kepada anaknya memang sedikit beda apalagi terkadang seorang ibu sedikit tegas kepada anaknya berbeda seorang ayah yang lebih suka memanjakan anaknya.
Tetapi jangan salah walaupun begitu yang sangat dekat pada mommynya adalah Raka sebagai Abang bahkan jika mereka pergi berdua sudah seperti sepasang kekasih yang mana mommynya dikira sedang berjalan bersama seorang berondong.
"Iya ya daddy kan sangat posesif," Khira akui jika sang suami begitu posesif kepada anak bungsunya ini bahkan waktu Riska menikah Arka lah yang sedikit tidak rela apalagi anaknya menikah di usia sekolah tetapi karena permintaan sang papi membuat Arka tidak bisa menolak yang menjadi permintaan terakhir dari papinya..
__ADS_1