
Happy Reading.
Nafisa keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, dia baru saja memanjakan tubuhnya dengan berendam air hangat dengan memakai sabun aromaterapi.
Wanita itu memang sangat suka berendam, sebagai penghilang penat setelah seharian ini bekerja di kantor. Air hangat memang bisa membuat badan jadi lebih rileks dan pikiran pun tenang.
Nafisa menanggalkan jubah mandi nya dan berjalan ke arah lemari pakaian, dia pun segera memakai baju yang sudah ia siapkan. Baju tidur daster sepanjang lutut, memang biasanya dia selalu memakai daster saat akan tidur.
Tiba-tiba wanita itu mengingat tadi sore saat bertemu dengan Rafael, tetangga apartemen nya. Pria itu mengundangnya ke apartemen karena akan ada pesta kecil-kecilan yang diadakan oleh pria itu bersama sahabat-sahabatnya guna menyambut kedatangannya.
'Apakah aku harus menghadiri undangannya?' batin Nafisa.
Sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponselnya, Nafisa segera melihat ponsel itu dan ternyata pesan itu dari nomor asing.
Sebuah pesan gambar dia terima, karena merasa tidak curiga akhirnya Nafisa membuka pesan tersebut.
"Astaga!! Apa-apaan ini?"
Nafisah melihat 2 pesan gambar itu dengan wajah syok, terlihat Daren bersama Cintami pergi ke salah satu bioskop dan mereka berdua terlihat mesra sambil bergandengan tangan.
"ini benar-benar tidak bisa dibiarkan, ternyata Devan diam-diam di belakangku masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu!"
Ingin rasanya Nafisa membanting ponselnya karena sakit hati, tapi Nafisa masih merasa waras untuk melakukan hal itu. Dia tidak akan terpancing dengan foto yang baru saja dikirimkan oleh nomor asing.
"Mungkin mereka memang ingin aku menyerah dengan hubungan ini, tapi bagaimana dengan Devan? Apakah dia sudah menyerah dengan hubungan kita setelah kembalinya Cintami diantara kami?" Tubuh Nafisa luruh merosot ke bawah.
Hatinya terasa amat sakit ketika membayangkan jika Devan memang memutuskan untuk kembali kepada Cintami, lalu apakah dia benar-benar harus menyerah?
Nafisa tiba-tiba berdiri dan menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
Kemudian dia membuka dasternya, membuang kain itu dengan kasar ke atas ranjang. Lalu Nafisa segera membuka lemari dan mengambil kaos berwarna baby pink dan juga rok span berwarna hitam sepanjang bawah lutut.
Nafisa mengambil moisturizer dan mengoleskan ke seluruh wajah tidak lupa menyapu wajahnya dengan bedak tipis, kemudian mengambil liptint dan dia oleskan ke bibirnya agar sedikit lembab dan berwarna pink segar.
__ADS_1
Rambut basahnya ia gerai, mengambil sisir dan hair dryer kemudian diarahkan rambutnya, tidak sampai 5 menit, rambut Nafisa sudah kering.
Setelah merasa penampilannya cukup santai, wanita itu mengambil ponsel nya dan berjalan keluar dari kamar.
Mungkin dengan berjalan-jalan sebentar di luar dia akan merasa sedikit tenang, pantas saja tadi Devan tidak mau makan malam di tempatnya.
Ternyata dia sudah ada janji dengan Cintami untuk menonton film di bioskop. Rasanya sakit sekali ketika dia tahu bahwa Devan lebih memilih pergi bersama mantan kekasihnya dibandingkan menerima undangan makan malam dengan kekasihnya saat ini.
Tapi apa yang harus Nafisa lakukan? Bukankah mereka berdua lebih dahulu memiliki kisah percintaan dibanding dirinya.
Nafisa membuka pintu apartemen dan keluar, dia begitu terkejut ketika melihat seorang pria yang telah berdiri di depan pintu apartemennya.
"Rafael?" Seru Nafisa.
"Hai, gue baru aja mau memencet bel tapi ternyata lo sudah buka pintunya," Rafael menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh, gue baru mau keluar,"
"Apa lo akan hadir ke pesta kecil-kecilan di apartemen gue?" Tanya Rafael antusias.
Sedangkan Nafisa sebenarnya ingin pergi keluar untuk jalan-jalan tapi sepertinya menerima undangan Rafael untuk pesta di apartemennya juga tidak buruk.
"Ah, iya apa gue sudah terlambat?" Tanya Nafisa.
Rafael menggeleng, "sudah ada beberapa tamu tetangga apartemen dan juga teman-teman gue, lalu tinggal lo yang belum kelihatan," jawab pria itu.
"Ya udah kalau gitu kita masuk,"
"Ayuukk!"
Akhirnya Nafisa memutuskan untuk masuk ke dalam apartemen Rafael, dan ternyata di dalam sana sudah ramai dan banyak orang.
"Hai Nafisa, tadi gue mau menghampiri lo tapi takut kalau lo masih belum pulang kerja jadi gue ke sini sama Rosa," ucap Anisa salah satu tetangga apartemen mereka.
__ADS_1
"Iya nggak papa kok lagian gue juga baru pulang," jawab Nafisa.
"Loh, Nafisa lo ada di sini juga?" Seru seorang pria yang tidak lain adalah Rian dan di sampingnya ada Alex.
Kedua pria itu adalah sahabat baik Devan.
"Iya, apartemen gur ada di seberang apartemennya Rafael jadi gue tetangganya Rafael, kalian ini?"
"Kita ini sahabatnya Rafael, wah kebetulan sekali ya apartemen lo sama Rafael berdekatan," jawab Rian.
"Kalian udah saling kenal?" Tanya Rafael tiba-tiba datang.
"Ya kenal lah, Nafisa ini 'kan tunangannya Devan," jawab Alex spontan.
"Apa? Tunangannya Devan, bukankah dia masih sama Cintami ya? kemarin gue lihat Devan sama Cintami tuh lagi jalan berdua!" Seru Rafael yang langsung mendapatkan pelototan dari kedua sahabatnya.
Nafisa yang mendengar hal itu merasa hatinya begitu hancur. Jadi benar ternyata selama ini Devan masih sering jalan dengan Cintami di belakangnya, lalu kenapa Devan mengatakan bahwa dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Cintami?
Apa maksud Devan sebenarnya? Kalau memang dia masih mencintai Cintami seharusnya Devan jujur kepadanya dan Nafisa akan memilih melepaskan Devan untuk Cintami, kalau memang kebahagiaan Devan ada pada diri wanita itu.
Karena bagaimanapun Nafisa begitu mencintai pria itu, dia bahagia kalau bisa melihat Devan bahagia meskipun itu tidak bersamanya.
"Nafisa, sorry bukan maksud ... "
"Gue nggak apa-apa," sela Nafisa. "gue juga udah tahu kok kalau mereka memang sering jalan berdua," Rafael, Rian dan Alex membelalakkan matanya tidak percaya, "mungkin memang benar kata Cintami bahwa gue ini cuman pengganti dia selama ini, yah karena wajah gue mirip dengan Cintami, kalau emang seperti itu mending gue nyerah aja dan membiarkan Devan bersama dengan wanita masa lalunya itu," ujar Cintami berusaha tegar meskipun hatinya sudah tercabik.
Bersambung.
Hai akak reader semuanya, aku punya rekomendasi novel keren punya kak Author Samudera Lee judulnya Di Madu Karena Wasiat
Blurb
__ADS_1
Kebahagiaan yang dirasakan oleh Emilia Sarah Ziannisa karena kehadiran calon buah hati yang sudah dinanti selama 3 tahun ini, hancur seketika saat Sang Suami, Bima Ardhana tiba-tiba pulang membawa wanita yang ia kenalkan sebagai istri keduanya, istri yang ternyata telah diwasiatkan oleh almarhum papanya.
Bisakah Nisa menerima keputusan sepihak dari Bima yang menikah tanpa seizinnya? Lalu apakah rumah tangga ketiganya bisa dipertahankan ketika si madu mulai menginginkan Bima seutuhnya?