
"Kita mandi gantian aja ya,"
Mereka sudah berada di dalam kamar yang sengaja di sediakan untuk mereka berdua menginap sebelum besok mereka akan berangkat menuju negara mereka untuk melakukan acara honeymoon.
"Nggak mandi bareng aja yank,"
Goda Raka sambil sebelah mata dan langsung saja bersemu merah wajah cantik Farah.
"Ish hubby,"
Rengek manja Farah sambil melepaskan aksesoris yang menempel di kepalanya.
Raka tergelak mendengar balasan yang di dapat dari istrinya.
"Abang mandi duluan ya, cup,"
Sebelum memasuki kamar mandi Raka meninggalkan kecupan manis di jidat Farah.
"Ish paling bisa membuat salah tingkah,"
Farah melanjutkan melepaskan semua yang sejak tadi merasa berat dan setelah semua terlepas Farah merasa lega sekali.
Hingga setengah jam berlalu Raka keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk yang melingkar di pinggang dengan air yang masih menetes menampilkan perut sixpack yang sangat menggiurkan serta seperti melambai minta di belai.
"By bikin kaget aja,"
Farah terlonjak saat Raka memeluk istrinya dari belakang dengan masih menggunakan handuk dan tidak peduli jika belum menggunakan pakaian..
Dasar suami bikin jantungan saja.
"Kangen tau yank,"
Raka masih betah memeluk istrinya lantaran kangen sudah seminggu tidak bertemu bahkan bertukar kabar.
"Sama aku juga kangen, tapi aku mau mandi dulu udah gerah ini,"
Bagaimana tidak gerah jika seharian sibuk dengan banyaknya tamu jadi bisa di pastikan bagaimana lengket nya badan dan ingin segera merasakan segarnya di guyur air dingin.
"Tapi aku kangen yank, aku temani aja ya mandinya,"
Ini beneran kangen atau ada alasan lain? Ngapain menemani mandi yang mana kamar mandi ada di dalam kamar
Lebih baik menunggu di kamar saja, di rasa menunggu sebentar tidak apa, masih bisa bertahan hidup kayaknya 😂.
"Jangan cari kesempatan,"
Jantung Farah berdegup kencang mendengar kata menamani.
Walau mereka sudah sah tapi yang namanya mandi bersama belum pernah di lakukan apa lagi belum malam pertama jadi rasa malu saling terbuka satu sama lain, tentu saja.
__ADS_1
"Lagi usaha ini yank,"
Setelah ini Raka melepaskan Farah lalu membiarkan istrinya mandi dan dia segera menggunakan baju yang sudah Farah siapkan.
"Tunggu aja saat honeymoon, abang hajar tanpa ampun,"
Tentu saja momen honeymoon sangat di nantikan oleh pasangan yang baru saja melaksanakan pesta pernikahan.
Apa lagi malam pertama yang sudah di nanti sejak lama.
Raka duduk di atas ranjang setelah menggunakan bajunya dan menyisakan dalaman pas bodi menampakan tubuh kekar yang biasa tempat Farah bersandar dan menikmati malam.
Raka mengirim pesan pada seseorang lalu meletakkan kembali hpnya saat melihat pintu kamar mandi terbuka.
Sedangkan Khira setelah selesai memakai krim dia keluar kamar buat mengambil makan malam buat berdua.
"Kayaknya enak seperti yang bawa,"
Suara Raka mengagetkan Farah.
"Astaghfirullah by bikin kaget aja,"
Mengelus dada yang berdebar mendengar suara Raka karena lagi fokus memainkan jp dan beruntung tidak ada insiden yang di timbulkan.
"Kalau aku pingsan gimana by?"
Berusaha melepaskan tangan yang melingkar di perut rata itu.
Mengeratkan pelukan itu tidak lupa melabuhkan kecupan di pipi Farah.
"Paling bisa cari kesempatan,"
Tangan itu masih betah berada di sana dan mengusap pelan seperti bertanya kapan ada kehidupan di sini.
Farah tidak punya alasan menyuruh Raka melepaskan pelukan itu di saat punya alasan saja tidak bisa apalagi udah nikahkan.
"Shalat dulu by baru makan,"
Selesai menata masakan atas meja dan mengajak Shalat isya yang tadi tidak sempat di lakukan.
Khira menurut masuk duluan ke kamar mandi buat wudhu dan menyiapkan peralatan shalat.
Setelah di rasa selesai dengan urusan nya Raka masuk kamar juga dan shalat bersama.
Mereka makan malam dengan tenang sesekali Raka menyuapi Farah untuk mencoba makanan yang ada dalam piringnya padahal makanan mereka sama.
"By kok aku ngantuk banget ya?"
Keluh Farah saat baru selesai makan dan membereskan piring kotor sisa mereka makan.
__ADS_1
"Mungkin kamu kelelahan seharian ini yang, ayo kita tidur,"
Menuntun Farah dengan pelan yang jalan sempoyongan karena menahan kantuk.
Sampai di ranjang membantu Farah berbaring dan menyelimuti hingga pinggang dan meninggalkan satu kecupan di jidat.
"Selamat istirahat sayang,"
Raka memilih duduk di sofa sambil memainkan hp sesekali melihat Farah yang sudah mulai memasuki alam mimpi.
Satu jam berlalu Raka mendekati Farah.
"Sayang,"
Membelai pelan pipi Farah untuk memastikan sesuatu.
"Yang, sayang,"
Tidak ada reaksi dari Farah bahkan menggeliat pun tidak lalu Raka menghubungi seseorang.
"Pak siapkan mobil,"
Menelpon supir untuk menyiapkan mobil lalu mengangkat Farah dan di gendongnya Farah ala pengantin baru berjalan keluar kamar turun menggunakan lift.
Raka melangkah keluar menuju mobil yang sudah di siapkan dan duduk di kursi belakang sambil memeluk Farah agar nyaman selama di perjalanan.
"Sesuai yang saya bilang tadi ya pak,"
"Baik den,"
Mobil mulai melaju meninggalkan hotel besar itu menuju bandara sesuai rencana Raka yang sudah di susun rapi.
Raka sengaja melakukan ini agar rencana kejutan terasa perfect dengan membawa Farah dalam keadaan tidak sadar dan akan menyadari saat sudah sampai nanti.
"Semoga kamu suka yang,"
Memandang wajah cantik itu yang masih betah memejamkan mata tanpa sadar kalau tempat tidurnya sudah berpindah namun tidak terganggu sama sekali karena berada dalam dekapan hangat yang di rasakan tiap malam.
Menduselkan kepala pada dada Raka mencari kenyamanan dan tidur lagi.
Tidak lama kemudian mobil tiba di bandara dan Raka segera turun.
"Bapak langsung balik aja,"
Raka melangkah sambil menggendong Farah menuju pesawat yang sudah di siapkan sejak sebelum makan malam tadi dan sekarang waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
Ini pesawat pribadi milik keluarga kalau Raka belum mampu untuk membeli dan meminjam milik papinya.
"Pasti nanti kamu protes kan yang karena ini,"
__ADS_1
Pesawat jet itu mulai meninggalkan bandara dan terbang memuju negara tujuan yang memakan waktu hingga belasan jam baru sampai.