BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Flashback 4


__ADS_3

Chat yang bisa mengusik ketenangan adiknya dan itu Raka tidak suka sama sekali.


Dia ingin adiknya sekolah dengan tenang bukan di usik dengan urusan yang bukan urusannya atau urusan yang belum saatnya dia fikirkan.


Adiknya masih terlalu kecil dan belum saatnya di kasih beban.


Raka ingin adiknya menikmati masa remaja tanpa memikirkan perihal orang dewasa.


"Tapi kalau nanti kak Farah marah gimana bang?"


Gelisah Riska merasa tidak enak jika mengabaikan pesan Farah namun Riska lebih baik menurut sama Raka.


Abangnya itu tau apa yang harus dia lakukan.


Tau apa yang terbaik untuk dirinya Raka tau.


Riska tidak mungkin membantah ucapan Raka.


Walau memiliki hubungan baik dengan Farah namun Riska tidak begitu saja mengikuti ucapan Farah.


Apa lagi dia tau Farah mendekati dirinya karena ingin lebih dekat dengan Raka.


Jadi Riska merasa kadang di manfaatkan sebagai adik Raka.


Apakah begini yang di namakan berteman atau hubungan baik kedua orang tua mereka.


"Jangan di dengarkan dia dan juga dia nggak berhak marah sama kamu.


Dia nggak berhak marahin adik abang yang berhak itu Abang bukan orang lain,"


Riska mendelik kesal mendengar ucapan Raka.


Kalau Raka jangan di tanya lagi.


Satu hari saja Raka tidak menjahili adiknya seperti ada yang kurang saja.


Atau setidaknya membuat Riska kesal.


Ada kebahagiaan tersendiri saja.


Sesama saudara jika belum pernah atau jarang melakukan aksi saling ledek atau saling jahil maka hubungan persaudaraan mereka kurang dekat karena kurang interaksi di antara mereka.


Beda jika mereka jarang melakukan saling usil maka hubungan mereka akan sama seperti orang baru kenal sama orang lain.


Kenal iya tapi dekat tidak.


"Udah bosan kalau abang yang marahin,"


Sebal Riska.


Jika Raka yang memarahi sudah menjadi makanan sehari-hari bahkan sudah bisa di katakan bosan.


Marah bukan sebenarnya marah hanya marah sebagai tanda kasih sayang.


Bukannya jera malah ketagihan di marahi oleh Raka.


Hingga tidak lama kedua orang itu kembali dengan membawa makanan.


Rasya sengaja menyenggol bahu Raka lalu di balas delikan tajam oleh lelaki tampan itu.


Namun bukannya marah Rasya malah menyuruh Raka untuk pindah dengan banyak umpatan dalam hati Raka berpindah duduk yang tadinya di depan Riska kini menjadi di sebelah Riska.


Alhasil Rasya dapat duduk di sebelah Riska dan dapat menatap wajah cantik itu saat sedang makan.


Makan dengan tenang, sesekali Rasya menatap Riska makan dengan tenang tanpa terganggu sama tatapan yang Rasya layangkan.


Begitu juga dengan sahabat Riska yang curi-curi pandang pada Raka.


Mimpi apa dia semalam hingga makan satu meja dengan Raka dan saling berhadapan seperti orang lagi kencan.


Apakah ini sudah boleh di katakan kencan secara tidak sengaja mereka, teriak dia kegirangan dalam hati.


Angan yang dulu hanya sempat terlintas dalam hati kini jadi kenyataan jika sekarang dia makan bersama dengan Raka.


Boleh tidak sih? Jika dia berteriak dan mengasih tau jika dia duduk di depan Raka dan menghirup udara yang sama bahkan jantung nya tidak bisa di ajak kompromi.


'Mama anak mu makan dengan pujaan hatinya ini, meski nggak saling bicara tapi ini udah cukup membuat aku bahagia.


Boleh mengadakan syukuran nggak sih?"


Lebay atau apa ini tapi yang jelas rasa bahagia itu nampak jelas di wajah cantik itu.


Bukan cuma dia yang ingin duduk bahkan makan bersama Raka tapi dia termasuk yang beruntung karena bisa dekat.


'Kalian pasti iri kan kalau gue dekat bahkan makan satu meja sama idola sekolah.


Iri lah kalian melihat ini sambil gigit jari'


Jahat banget kamu ya.


Siapa yang tidak iri coba.


Setelah acara makan itu selesai mereka masih duduk di meja yang sama.


Banyak pasang mata yang melihat ke arah meja mereka.


Rata-rata menatap dengan tatapan iri.


Iri ingin berada di posisi itu namun tidak memiliki keberanian untuk menyuarakan keinginan tersebut.


Raka dan Riska idola para siswa di sana makanya tak heran jika melihat mereka bersama hingga saat duduk tampak cocok.


"Riska nanti pulang bareng mau?,"


Ajak Rasya saat menghabiskan minuman di tegakan terakhir.


Melancarkan aksinya untuk mendekati pujaan hati.


Di mulai dari mengajak pulang bersama.


Pendekatan yang di lakukan secara pendekatan agar usaha yang di lakukan mulai di jalankan.


Berharap Riska mengiyakan ajakan Rasya.


Jika iya maka Rasya akan sangat bahagia dan bisa saja dia tidak bisa tidur malam ini.


Berlebihan sekali terdengar.


"Maaf kak, aku nggak bisa soalnya penjaga aku galak kayak anjing herder,"


Tolak halus Riska karena tidak mau pulang bersama.


Bagaimana dia akan menerima ajakan Rasya jika pulang saja selalu bersama Raka.


Di tambah dengan hubungan mereka yang masih di sembunyikan di depan semua orang maka mereka harus tetap menjaga jarak dalam kurun waktu yang belum di tentukan.


Jika pun hubungan mereka sudah di ketahui Riska belum tentu mau karena merasa kurang nyaman sebab berdekatan dengan lelaki tidak pernah di lakukan dan juga lelaki yang dekat dengan dia cuma para sepupu nya saja.


Dan juga Riska belum ada kefikiran untuk dekat dengan lelaki.


Ia ingin fokus sekolah dulu dan juga segala gerak-gerik Riska di awasi oleh Raka atau orang yang selalu mengikuti Riska tanpa gadis itu ketahui.


Riska juga masih terlalu kecil untuk dekat dengan lelaki dan Raka juga sering mengatakan jika jangan dekat lelaki yang hanya bisa menggangu sekolah serta waktu.


'Sialan nih bocah bilang gue galak kayak anjing herder, apa perlu nanti gue gigit sekalian biar dia rabies'.


Raka menatap tajam Riska karena di katakan galak.


Seingatnya dia tidak pernah galak selain jail sama dirinya.


Jika bukan lagi di tempat umum mungkin Riska sudah hasil di unyel-unyel oleh Raka hingga lemas kehabisan nafas.


Mengepalkan tangan di bawah meja karena geram.


'Adik siapa sih ini? Pengen gue mutilasi lalu buang ke comberan'.


Riska yang di tatap tidak peduli sama tatapan Raka karena baginya itu salah satu hiburan karena bisa mengerjai Raka di depan umum tanpa bisa melakukan perlawanan.


'Ha ha lain kali aku lakukan lagi, menyenangkan juga membuat bang Raka marah'.


Riska senang melihat wajah kesal Raka yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Jika di rumah Riska akan kena bulan-bulanan Raka dan berakhir kadang dengan gadis itu manyun sepanjang hari.


"Udah nggak apa dia galak ntar kita ikat biar nggak gigit lagi.


Atau nggak kita kasih tulang saja,"


Balas Rasya membalas ucapan Riska.


Baginya tak apa Riska memiliki penjaga galak.


Asal penjaganya itu bisa di ajak kompromi dan bisa membiarkan Riska bersama nya.


'Nih anak minta nggak di restui atau apa? Masa gue yang tampan gini di kasih tulang sih.


Gue kan suka makan di tempat elit seperti kaki tiga kan kalau kaki lima udah biasa'.


Raka menatap Rasya tajam karena sudah mengatakan akan mengasih dia makan tulang.


Masa cowok tertampan di sekolah di kasih makan tulang.


Yang elit dikit kan bisa ngasih makanya.


"Dia nggak suka tulang kak tapi sayuran,"


Kekeh Riska merasa terhibur sama ucapan Rasya.

__ADS_1


Walau tidak ada niat melawak namun sudah bisa menerbitkan senyum di wajah cantik itu.


'Masya Allah cantik sekali jika bidadari tersenyum begini bikin jantung nggak aman'.


Rasya memegang dadanya yang berdegup kencang hanya karena melihat senyum Riska.


Segitu dahsyatnya senyuman orang yang di sukai.


'Nih jantung aman nggak ya?'


Rasya mau gila rasanya saat senyum itu belum surut juga.


Kenapa bisa semanis itu? Apa pabrik gula sudah berpindah kepada Riska.


Atau bisa saja pabrik gula yang minder melihat kemanisan senyum Riska.


Jantung aman kan bang Rasya.


Jika tidak aman mohon di amankan dulu.


Bagaimana mau mendekati jika melihat senyuman saja sudah deg-degan begitu.


Biasanya cewek yang akan deg-degan dekat lelaki tapi pada kasus Rasya dia yang deg-degan dekat cewek.


Ah iman bang Rasya belum sekuat itu untuk mendapat godaan sebesar sekarang mana dadakan lagi.


Siapa pun bisa tolong pegangin Rasya agar tidak oleng atau jatuh jika di biarkan sendiri lebih lama.


"Berarti model baru ya nggak suka tulang!"


Setelah bisa menguasai diri baru Rasya menjawab ucapan Riska.


Ternyata selain keberanian dalam mendekati Riska juga harus memiliki jantung yang kuat untuk menghadapi serangan dadakan seperti tadi.


Kenapa dia bisa lupa jika Riska punya jurus mematikan dengan hanya sebuah senyuman saja.


"Iya bang,"


Bel tanda masuk sebentar lagi akan berbunyi.


Karena tadi Rasya yang menjemput maka dia juga yang mengantar kembali ke kelas.


Anggap saja sebagai lelaki yang bertanggung jawab.


Menjemput anak gadis orang maka harus di antar juga dengan selamat tanpa ada kekurangan satu pun.


Berlebihan sekali padahal hanya sekitar sekolah dan tidak ada tindak kejahatan yang terjadi.


Namanya juga lagi usaha ya harus bisa memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun.


"Belajar yang benar ya, kapan-kapan kita pulang bareng walau hanya sekali,"


Setelah sampai di depan kelas Riska.


Rasya mulai memberikan sedikit perhatian pada Riska dan syukur-syukur sang gadis bisa mengerti dengan kode yang di berikan.


Mengucapkan lengkap dengan senyum manis agar getaran yang di rasakan bisa di transfer pada pujaan hati.


'Kok gue tiba-tiba merasa mual ya'.


Gumam hati Raka melihat Rasya mulai melancarkan aksinya untuk menunjukkan perhatian pada sang adik.


Sepertinya mulai sekarang Raka harus ekstra menjaga adiknya dari godaan lelaki yang mendekati Riska.


Sebagai seorang saudara laki-laki Raka memiliki kewajiban dan memastikan Riska jatuh di tangan lelaki yang tepat.


Jangan asal suka karena rupa sebab kecantikan wajah akan berubah seiring berjalannya waktu.


Cintai lah pasangan mu tulus dari hati agar cinta di antara kalian awet hingga nanti.


Cinta dari hati adalah cinta yang abadi dan sulit untuk di pisahkan.


Cinta dari hati akan tetap bertahan di terpa badai yang datang menghadang.


Cinta dari hati adalah cinta yang tak memandang fisik sebagai patokan sebagai landasan menyukai seseorang.


Selamat untuk kamu yang di cintai dari hati karena kamu mendapatkan cinta yang tulus yang tidak semua orang dapatkan.


Jangan cintai fisik yang bisa berubah kapan saja.


\=\=


Cintai lah pasangan mu tulus dari hati agar cinta di antara kalian awet hingga nanti.


Cinta dari hati adalah cinta yang abadi dan sulit untuk di pisahkan.


Cinta dari hati akan tetap bertahan di terpa badai yang datang menghadang.


Cinta dari hati adalah cinta yang tak memandang fisik sebagai patokan sebagai landasan menyukai seseorang.


Selamat untuk kamu yang di cintai dari hati karena kamu mendapatkan cinta yang tulus yang tidak semua orang dapatkan.


Jangan cintai fisik yang bisa berubah kapan saja.


Jangan cintai karena harta karena harta bisa di ambil kapan saja.


Tapi cintailah karena Tuhan sebab jika kita mendahulukan tuhan sebelum mencintai pasangan kita maka cinta kita akan di jaga hingga akhir.


Dan juga jangan mencintai dengan cara yang berlebihan karena sesuatu yang berlebihan tidak baik dan juga di tambah saat kita kehilangan kita akan sulit mengendalikan diri atau sulit menerima keadaan.


Jadi cintai tuhan mu lebih dulu sebelum mencintai umatnya.


\=\=


Setelah kepulangan Dean dari kampung halaman mertua membuat dia bisa bernafas lega karena keadaan sang mertua sudah membaik bahkan Dean mengajak tinggal bersama.


Selain dia yang bisa bekerja dengan tenang juga sang istri Vya bisa menjaga orang tuanya yang tak lagi muda.


Dengan membawa pasangan paruh baya itu tinggal bersama Dean bisa tenang bekerja dan tidak memiliki fikiran yang bercabang.


Antara kerjaan, perasaan sang istri juga keadaan sang mertua.


Jika berada dalam pantauan bisa membuat Dean bekerja fokus.


Dia juga tidak bisa bekerja dengan fikiran bercabang.


Dean tidak bisa libur lebih lama.


Bukan karena harus potong gaji hanya saja tanggung jawab di kantor yang tidak bisa di abaikan begitu saja.


Iya, Arka tidak ada menyuruh dia kembali cepat bahkan mengabari aja tidak namun sebagai asisten yang tidak ada di kantor sudah jelas kerjaan Arka tidak akan selesai dengan cepat.


Dean tidak mau meninggalkan tanggung jawabnya terlalu lama.


Dan juga dia butuh biaya yang berjalan tiap hari untuk keluarganya.


"Ar jadi meeting dengan perusahaan bang Reno?"


Dean masuk tanpa mengetuk pintu seperti biasa.


Masuk seperti ke dalam ruangan sendiri atau menganggap ruangan sendiri.


Asisten yang sopan sekali bukan.


Siapa sih punya asisten yang minta di tukar tambah.


"Jadilah lo sangka nggak jadi, ini bisnis bukan pertemuan biasa.


Kayaknya otak lo ketinggalan di kampung deh saat jenguk mertua lo,"


Dean mendengus kesal melihat ke arah Arka.


Duduk di kursi yang hanya berbatas meja dengan Arka.


Kenapa juga mengatakan jika otak Dean tinggal di kampung.


Lupa apa Arka jika selama dia tidak ada di kantor sebelum menikah hanya Dean yang mengurus perusahaan sendiri dan dia datang saat ada kepentingan penting saja.


Lupa jika selama ini yang menghendel perusahaan selama Arka tidak ada ya otak Dean ini yang di manfaatkan.


Dan sekarang berkata otak Dean ketinggalan.


Bos macam apa ini?.


Karena sebuah pertanyaan yang seharusnya terdengar baik malah menghina otak pintar Dean yang di pergunakan selama ini.


"Dasar calon besan nggak ada akhlak,"


Arka menatap tidak suka sama kata calon besan.


Bukan tidak suka karena itu anak Dean atau tidak mau menjalin hubungan lebih dekat dengan sang sahabat tapi Arka tidak mau memberi sebuah harapan yang nantinya akan menyakiti salah satu dari anak mereka.


Baik itu Raka atau Farah.


Mengingat Raka yang belum memberi penjelasan atau lebih tepatnya menjaga jarak dari Farah.


Arka masih ingat pembicaraan sama Raka tempo waktu itu.


"Bang kamu tau kan jika tante Vya ingin menjodohkan kamu sama anaknya Farah?"


Saat itu ayah dan anak itu lagi duduk di ruang keluarga sambil menunggu makan malam.


Kedua bidadari rumah itu sedang menyiapkan makan malam.


Jadi mereka berdua menunggu di ruang keluarga.


Arka ingin tau perasaan sang anak pada anak Dean.

__ADS_1


Jika mereka saling menyukai maka Arka tidak masalah juga.


Namun jika rasa di antara mereka cuma sebelah pihak maka Arka harus memberi pengertian pada anaknya apa yang harus di lakukan agar tidak menyakiti Farah.


Arka tau di usia Raka sekarang sudah pasti memiliki rasa pada lawan jenis.


Bisa di sebut sedang mengalami masa puber.


Arka tidak ingin jika misalnya Raka tidak menyukai Farah maka jangan pernah seakan mengasih harapan yang akan menyakiti hati gadis itu.


"Daddy ngomong apa sih? Abang masih kecil masa pembahasan nya udah tentang jodoh aja.


Masih jauh itu dad,"


Raka saja belum pernah memikirkan sampai di tahap jodoh.


Sekolah saja belum selesai bahkan kuliah belum.


Jadi Raka berfikir untuk masalah jodoh setidaknya saat dia sudah mampu berdiri sendiri atau mengganti sang Daddy kerja di perusahaan.


Tidak mungkin mendekati anak gadis orang dan uang masih minta sama orang tua.


Malu lah.


Jika mengajak anak gadis orang pergi lebih percaya diri menggunakan uang sendiri.


Dan Raka ingin kerja dulu baru mikirin soal pasangan.


Jika kita sudah memiliki kerjaan yang mapan maka jodoh akan datang sendiri.


Tapi jangan asal terima saja, bisa saja hanya ingin enak saja.


Maksudnya cinta harta bukan orangnya.


"Kecil apanya ini? Badan aja udah mau nyaingin Daddy.


Dan jika Abang nggak ada rasa sama Farah Daddy harap kamu menyikapi dengan baik tanpa harus menyakiti hatinya.


Ingat apa yang kita lakukan akan berdampak pada orang terdekat kita, misalnya kamu menyakiti Farah maka orang lain akan menyakiti adik mu juga,"


"Jika nggak menyukai Farah jangan terkesan memberi harapan.


Tolak secara halus beda jika kamu ada rasa,"


Arka hanya tidak ingin anaknya mempermainkan perasaan anak orang.


Jika suka katakan dan jika tidak katakan juga.


Jangan baik dan terkesan memberi harapan.


Kadang baik kita di salah artikan, saat kita baik malah di anggap memiliki rasa.


Jadi lebih baik cuek atau berterus terang agar anak orang tidak baper dan berharap lebih.


Raka tidak mau anaknya menjadi laki-laki yang suka mempermainkan hati anak gadis orang.


Jadilah laki-laki sejati yang setia dengan satu wanita.


"Ih Daddy ngomong itu terus, berapa kali harus abang katakan jika abang masih kecil dan belum ada memikirkan pasangan.


Dan juga emang abang nggak laku apa hingga harus di jodohkan segala,"


Sebal Raka yang malas membahas perjodohan yang dia fikirkan itu ada pada zaman dulu.


Untuk sekarang buat apa menjodohkan anak seolah terkesan tidak laku.


Jodoh sudah ada yang mengatur, buat apa melakukan sesuatu itu masih terlalu dini.


Jika berada di keluarga nya Raka masih merasa kecil dan butuh perhatian dari orang tuanya.


Masih ingin bermanja dengan sang mommy beda dengan Riska lebih memilih bermanja bersama sang Daddy.


Benar sih jika anak laki-laki dekat sama ibunya dan anak perempuan dekat sama ayahnya.


"Jika memang nggak ada rasa sama Farah tolak dengan cara halus.


Apa jangan-jangan kamu udah punya gadis yang di sukai?"


Selidik Arka pada Raka.


Tidak mungkin di usia sekarang Raka belum ada gadis yang di sukai.


Setidaknya rasa biasa sebagai lawan jenis.


Tidak mungkin kan belum ada, masa anak setampan Raka belum ada tertarik sama lawan jenis.


Mustahil sekali.


"Ada sih dad cuma ya gitu kayaknya bakal susah,"


Gumam lirih Raka memikirkan satu orang yang sudah mulai bertahta di hatinya.


Namun banyak pertimbangan yang harus Raka fikirkan.


Banyak alasan hingga Raka ragu, apakah rasa yang di miliki akan tersampaikan atau sekedar rasa dalam diam.


Raka bingung jika begini.


Mengungkap kan perasaan tapi pasti ada hati yang terluka bahkan perpecahan.


Namun jika terus di tahan, apakah dia akan bisa menahan rasa itu? Tapi mau sampai kapan? Raka bingung sendiri.


"Kenapa? Siapa gadis beruntung itu? Apakah dia nggak menyukai abang balik? Dia yang pemilih? Dia udah punya gebetan? Dia dari kalangan biasa? Atau kamu yang nggak berani karena takut di tolak?"


Rentetan pertanyaan Arka keluar begitu lancar.


Penasaran sama gadis yang di sukai anaknya.


Jika Farah yang cantik dan baik saja di tolak.


Berarti tipe Raka memang tidak main-main.


Kan Arka jadi penasaran juga.


Arka tau anak Dean baik dari keluarga baik-baik juga tapi masih saja di tolak.


Sebagai orang tua dia penasaran gadis seperti apa yang bisa menaklukkan hati anaknya.


Sepertinya Raka akan meniru jejak Arka yang tidak mau memiliki pasangan terlalu dini dan lebih memilih fokus pada sekolah.


Atau juga meniru jejak Arka yang sekali mendapatkan pasangan langsung menikah tanpa perkenalan atau pendekatan.


"Bukan gitu dad, semuanya salah.


Ini lebih rumit,"


Terdengar suara yang putus asa.


Raka juga bingung mau menyampaikan dengan cara apa.


Dia saja masih menikmati menyukai dalam diam.


Belum ada niat untuk mengungkap kan di tambah dengan posisi yang tidak memungkinkan.


Posisi yang bisa saja hubungan keduanya berjarak.


Sebenarnya Raka juga tidak ingin ini terjadi tapi semua di luar kendalinya.


Rasa yang di miliki tidak bisa di tolak saat datangnya.


Rasa itu datang tanpa di minta dan tidak bisa di tolak.


Ya, rasa suka itu datang pada siapa saja yang di kehendaki.


Rasa itu datang saat melihat orang yang bisa menggetarkan jiwa.


"Boleh kah Daddy tau siapa gadis itu?"


Penasaran Arka sama gadis penakluk hati Raka.


Gadis yang bisa di katakan kategori beruntung karena bisa menarik perhatian Raka tanpa berusaha banyak.


Yang berusaha saja belum tentu bisa mendapatkan Raka lah dia mendapatkan hati Raka dengan mudah.


"Tapi belum saatnya Daddy tau,"


Mau gimana mengasih tau jika mereka tidak atau belum memiliki hubungan hanya sebatas rasa suka dalam diam.


Dan juga belum tentu gadis itu memiliki rasa yang sama pada Raka.


"Mau ada rahasia pada Daddy?"


Selidik Arka.


Sudah di buat penasaran tapi tidak mau di kasih tau.


Walau Arka sudah berumur namun jika soal rasa penasaran tidak bisa di hilangkan begitu saja.


Apa lagi ini menyangkut soal anaknya dia berhak juga tau siapa gadis itu.


Kan siapa tau jika gadis itu tidak suka atau menolak biar Arka yang maju agar Raka tidak di tolak.


Masa iya yang biasanya di kejar eh saat mengejar balik malah di tolak.


Berarti ketampanan Raka tidak berguna.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Bersambung 😘


__ADS_2