
Mobil yang Rasya kendarai tiba di kediaman mertuanya dan dia mengeluarkan koper berisikan baju mereka berdua sedangkan sang istri sudah memasuki rumah mewah itu duluan.
"Assalamu'alaikum mom, Riris datang lagi," Riska mengucapkan salam lalu mencari keberadaan mommynya.
"Wa'alaikumsalam, eh dek," tentu saja Khira kaget kedatangan anaknya padahal baru beberapa hari yang lalu pulang dari sini.
Tetapi sebagai orang tua tentu saja dia senang dan bahagia tentang kunjungan anaknya berarti rumah akan ramai lagi walaupun sang anak lagi tidak berkumpul semuanya.
Sekarang dia sedikit merasa menyesal kenapa tidak banyak memiliki anak sehingga jika ada yang keluar rumah masih ada anak yang tersisa yang menemani.
Tetapi apa daya selain suaminya yang kurang mendukung juga setelah melahirkan anak bungsunya kondisi rahimnya sedikit lemah sehingga dokter menganjurkan untuk jangan memiliki momongan lagi demi kesehatan juga keselamatan.
Dulu dokter sudah mengatakan bahwa jika ingin memiliki anak lagi memiliki resiko yang besar jadi mau tidak mau pasangan itu sudah merasa cukup dengan memiliki anak sepasang.
"Kangen mommy," Riska langsung memeluk perempuan yang sudah melahirkan serta membesarkannya hingga sekarang.
Walaupun dia sudah memiliki suami tetapi tidak segan-segan ataupun malu untuk bermanja kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Kan baru kemarin bertemu," Khira tertawa pelan melihat sikap manja putrinya itu.
"Kan kangen lagi," menusuk dengan lembut kepala yang tertutup hijab itu.
"Suami adek mana?" Karena belum melihat keberadaan Rasya.
"Oh iya, nyangkut di mana suami tampan Riris," Riska manepuk jidat sendiri lalu melepaskan pelukan dan berjalan keluar untuk menyusul suaminya
"Eh ayo masuk bang anggap aja rumah mertua sendiri," Rasya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu.
Rasya menyalami dan menyapa mertuanya lalu setelah itu membawa koper untuk diletakkan di kamar istrinya.
"Loh dek nginap lagi?" Arka kaget melihat keberadaan anak bungsunya berada di rumah.
"Daddy kayaknya nggak suka Riris menginap ya atau gini aja selama Riris di sini daddy ngungsi ke rumah depan," Arka melotot mendengar ucapan anaknya itu.
Mana ada konsep seperti itu tamu yang menyuruh tuan rumah mengungsi karena kedatangannya.
__ADS_1
Tau sih rumah di depan itu adalah rumah kakak Arka tetapi tidak harus menginap juga mana yang menyuruh anak kesayangannya lagi.
"Nggak gitu konsep nya dek, Sya kok betah sih punya istri kek gini?" Riska memajukan bibirnya ke depan mendengar ucapan sang ayah.
"Jelas betah lah karena Riris istriku sayang dan istri tercinta," karena perdebatan tak kunjung selesai akhirnya sang ibu Ratu meleleh perdebatan itu lalu menyuruh mereka untuk segera makan sebab tidak baik berdebat di depan makanan.
Lagi pula perdebatan itu masih bisa dilanjutkan nanti dan jika perlu sampai subuh tidak akan dia larang tetapi setidaknya isi tenaga dulu untuk perdebatan.
"Mom coba liat, abang jelek kan,"
Hhuukk...
Arka yang sedang meminum tehnya dan kebetulan mereka sedang duduk di ruang keluarga terbatuk mendengar ucapan anaknya.
"Nggak kok, tampan gini mantu mommy," Khira menjawab jujur pertanyaan dari anaknya memang menantunya ini masih tampan seperti biasanya.
"Hhuuuaaaa,,, padahal abang jelek kok di bilang tampan," Riska menangis lagi karena jawaban tidak sesuai dengan keinginan dia.
__ADS_1
Padahal jelas-jelas di matanya suaminya sekarang itu lagi jelek tetapi tidak ada yang mendukung.
"Tadi sebelum ke sini juga seperti itu mom, aneh sejak beberapa hari belakangan ini," Rasya saja heran melihat perubahan istrinya tetapi tidak tahu harus melakukan apa?.