
Di tempat lain di negara kelahiran Raka dan Farah tepat kota yang mempertemukan dua insan yang tidak saling mengenal itu menyatu dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa rencana.
Di sebuah rumah keluarlah seorang gadis cantik yang sudah dewasa lengkap dengan pakaian kantor juga tas jinjing yang bisa menampung hp, dompet dan berbagai alat make up seperti perempuan pada umumnya.
Dia adalah Via sahabat Farah yang sudah siap akan berangkat kerja seperti hari biasa, kan bukan hari libur.
Melangkah menuju gerbang untuk menunggu ojol pesanannya.
"Jodoh nggak kemana ya kak,"
Suara seseorang dari arah depan Via berdiri lebih tepatnya tetangga depan rumah Via.
Beberapa Minggu ini mereka sudah lumayan dekat walau tidak terlalu dekat di karenakan kesibukan masing-masing.
"Siapa juga yang mau berjodoh sama anak kecil kayak lo, kayak kehabisan yang matang aja,"
Balas Via malas, jika bukan keterlambatan ojeknya malas meladeni anak kecil seperti Fauzan.
Sifat percaya diri yang terlalu tinggi di miliki Fauzan membuat Via jengah. Pede boleh tapi jangan di borong semuanya juga sisakan untuk orang lain.
"Kecil-kecil gini untuk bisa di ajak bikin anak kecil loh kak, kalau nggak percaya ayok gue buktiin,"
Otak gila, otak mesum dengan beraninya ngomong jorok sama anak perawan mana masih pagi lagi, dumel Via dalam hati.
Selain rasa percaya diri yang tinggi tingkat mesum sudah berada pada level kronis.
Mengatakan hal yang seharusnya tidak pada tempatnya dan juga mereka bukan pasangan yang ah sudahlah Via malas memikirkan terlalu jauh, tidak penting.
"Ingus masih lewat hidung aja udah bahas buat anak kecil, kurang vaksin waktu baby ya gini,"
Kesal Via, dia yang sudah sedewasa ini saja malas membahas obrolan ke arah yang lebih intim itu, sebab itu hanya pantas pada pasangan halal yang sudah merencanakan mau punya baby bukan anak kecil seperti Fauzan yang bahkan uang jajan masih minta sama orang tua, malah bahas anak gini nih kalau kentang di kasih nyawa otaknya tidak berkembang.
Tidak lama ojek pesanan Via datang, dia langsung mengambil helem dan memakainya dan dengan cepat.
"Cepat jalan pak, udah mau telat ini,"
Menepuk pundak bapak ojek itu agar cepat pergi dari sana.
Bukan karena telat lebih tepatnya tapi malas lama-lama berduaan dengan anak ingusan seperti Fauzan yang membahas hal tabu.
Ojek yang Via tumpangi melaju dengan cepat sesuai permintaan Via takut juga mengecewakan Via yang sudah jadi pelanggan tetap tiap pagi.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Via sudah sampai kantor dengan selamat dan membayar ongkos ojeknya.
Via melangkah masuk kantor dengan wajah penuh senyuman seperti biasa, menyapa siapa saja yang di lewati hingga sampai pada lantai tempat dia bekerja bersama rekan yang lain.
"Sepi amat kayak hidup gue,"
Melihat tidak ada satupun temannya yang datang bahkan Farah juga belum.
Duduk di kursi biasa dia bekerja dan memainkan hp.
Satu-persatu temannya datang dan sudah duduk di tempat biasa juga namun satu yang belum keliatan batang hidungnya yaitu Farah sahabatnya.
"Nana kok belum datang ya?"
Menoleh pada temannya yang sudah mulai bekerja.
Dan juga melihat kursi Nana yang masih kosong.
"Lo belum dengan berita apa Nana kalau dia ngambil cuti honeymoon, gila bikin jiwa gue meronta minta segera di nikahkan,"
Sorak teman Via yang mendengar di bawah tadi kalau Nana cuti pergi honeymoon, siapa yang tidak iri coba kan di dalam ruangan mereka cuma Nana yang sudah menikah dan sekarang pergi honeymoon.
Ah membayangkan saja akan seindah apa di sana nanti.
'Wah pergi enak-enak nggak ngasih kabar' dumel Via yang sebagai sahabat ketinggalan berita biasanya tidak seperti ini, biasanya Farah akan selalu cerita hal sekecil apapun pada Via dan tapi nyatanya sekarang berita besar malah dia ketinggalan info malah tau dari orang lain.
"Iya gue juga mau di ajak honeymoon, nggak usah jauh-jauh yang penting suasana dingin udah itu aja,"
Tambah yang satu lagi membayangkan indahnya honeymoon di daerah dingin dan menghabiskan waktu dalam kamar karena enggan beranjak sebab kehangatan di atas ranjang lebih menjanjikan.
"Siapa yang nggak mau di ajak honeymoon, semua perempuan juga mau kali apalagi kalau ke luar negeri menikmati salju,"
Sama-sama ingin ke daerah dingin walau beda tempat yang satu dalam negeri dan satunya luar negeri namun tetap dengan suasana dingin yang mendukung adegan romantis mereka dan menghangatkan suasana yang dingin tempat sekitar.
"Udah lanjut kerja lagi, kalau mikirin yang lagi honeymoon ntar sampai rumah minta di kawinin lagi,"
"Nikah dulu baru kawin, jangan kayak ayam di kawinin terus nggak tau kapan nikahnya,"
Mereka semua melanjutkan kerjaan yang sempat tertunda beberapa saat karena membahas momen honeymoon Nana yang terkesan mendadak sebab kemarin Nana tidak ada membahas itu dan sekarang malah di hebohkan sama berita itu.
Hingga waktu tidak terasa berputar dan masuk jam istirahat untuk mengisi perut.
__ADS_1
"Kalian duluan aja sekalian ambilin makanan ya,"
Meninggalkan Via sendiri dalam ruangan itu lalu mengambil hp dan mencari nomor seseorang untuk di hubungi.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya di jawab juga.
"Farah lo pergi honeymoon nggak ngasih tau,"
Teriak Via begitu panggilan di jawab, dia geram juga sebab tidak tau langsung dari Farah.
"Salam dulu Ya,"
Balas Farah di seberang sana dengan santai.
"Iya lupa, assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam,"
"Kok nggak ngasih tau mau honeymoon sih Fa?"
Belum mendapatkan jawaban atas kepenasaran Via jika bukan yang bersangkutan menjawab.
"Nanti gue ceritain semua kalau udah balik Via,"
Membahas lewat telepon waktunya kurang jadi harus bertemu langsung agar tidak di buru waktu.
"Gue mau penjelasan sekarang Fa, nggak mau nanti,"
Kekeh Via sudah mau mati penasaran dan di suruh menunggu lagi, mana bisa.
"Ah by jangan di gigit,"
Bukan menjawab ucapan Via, malah Via mendengar suara seperti ******* dan dengan cepat Via mematikan sambungan telepon itu sebelum otaknya terkontaminasi oleh hal yang seharusnya belum boleh dia fikirkan, kan masih jomblo.
"Gila gue menelpon di waktu yang nggak pas, itu suara ******* kan tadi wah sahabat gue udah nggak perawan lagi,"
Nafas Via naik turun di tambah wajahnya memanas membayangkan adegan apa selanjutnya kalau sudah ada suara ******* seseorang dan pasti adegan enak-enak dan erotis.
Salah Via juga sudah tau orang honeymoon malah minta penjelasan maka suara ******* yang jelas bukan penjelasan yang di dapat.
Sabar Via nanti ada waktunya kamu mengalami hal itu jika sudah menemukan pasangan, menikah dan pergi ketempat pertempuran yang mana tidak ada yang menang atau kalah.
__ADS_1