BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Sesakit Ini


__ADS_3

"Farah makan siang yuk," ajak bos Farah saat melewati meja kerja gadis itu dan mengajak makan siang bersama.


"Ini masih ada sedikit lagi pak, tanggung jika di tinggal," balas Farah dengan sopan sebab memang pekerjaannya tanggung sekali dan jika ditinggalkan rasanya tidak mungkin.


"Baiklah saya tunggu," Farah melongo saat bosnya itu berdiri di dekat meja kerjanya menunggu dia menyelesaikan.


Dia tidak percaya bosnya itu begitu gigih untuk mendekati dirinya bahkan rela menunda waktu jam makan siang nya asal mereka bisa makan bersama.


Farah buru-buru menyelesaikan pekerjaannya karena tidak ingin bosnya menunggu terlalu lama dan setelah selesai dia langsung menyimpan dan menyalin lagi ke dalam email takut jika terhapus atau ada oknum yang tidak menyukainya hingga menghapus hasil kerja kerasnya.


"Sudah selesai kan? Ayo kita makan siang dulu," parah hanya bisa menurut dan mereka berjalan beriringan menuju lift.


"Mau makan di mana?"sebab jika di kantin rasanya tidak mungkin karena saat ini sangatlah ramai apalagi mereka datang terlambat sudah pasti akan sulit ke bagian tempat duduk.


Walaupun ada ruangan khusus petinggi perusahaan tetapi Farah tidak mau menempati jadi.


"Di persimpangan sana ada menu baru saya ingin mencobanya," bos Farah menggngangguk setuju dengan ajakan gadis itu.


Di manapun Farah mengajak dia makan maka akan disetujui selama bersama gadis itu.


Sampai di sana.


"Kamu mau pesan apa?" Memberikan buku menu kepada Farah dan membiarkan gadis itu memilih duluan.


"Saya pesan menu baru aja ya mbak sama minumannya lemontea," memang tujuan Farah datang ke sini untuk mencoba menu baru jadi dia tidak perlu pusing untuk memilih makanan.


Berarti pun dengan laki-laki itu yang memilih menu sama dengan Farah hanya minuman saja yang berbeda.


"Far saya mau ngomong sesuatu," jika sedang berdua dan di luar kantor maka dia akan berbicara santai kepada Farah.


"Bapak mau bicara apa?" Walaupun Farah mengetahui bosnya itu menyukai dirinya tetapi ada bagian dari dirinya yang kurang nyaman namun dia berusaha mengenyahkan itu.


Dia menepis jauh-jauh rasa itu sebab menurutnya tidak penting dan hanya mengganggu.

__ADS_1


"Kamu tahu kan saya menyukai kamu sejak pertama kali bertemu dan semakin hari rasa itu semakin dalam saya rasakan. Saya ingin lebih dekat lagi dengan kamu dan menjalin hubungan bukan hanya sekedar bos dan sekretaris," Farah sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini tetapi dia tidak menyangka jika hari ini akan datang.


Tetapi ada sesuatu yang Farah pertimbangkan dan dia tidak bisa memutuskan secara buru-buru sebab ada hal yang harus dia selesaikan dulu sebelum memulai yang baru.


Bosnya ini sangat baik kepada dia apalagi bosnya ini menyukai dirinya sudah pasti parah diperlakukan istimewa dari karyawan yang lain.


"Saya harap kamu tidak menolak perasaan saya," dia sangat berharap jika Farah menerima pernyataan cintanya ini dan mau menjalani hubungan lebih dari sekedar bos dan sekretaris.


Farah ini merupakan gadis impiannya serta memenuhi kriteria gadis yang dia cari selama ini.


Jika sudah berada di depan mata tidak mungkin dia melepaskan begitu saja tanpa memperjuangkan terlebih dahulu.


"Bisakah saya meminta waktu dulu," mendengar jawaban Farah dia merasa sangat senang sebab jika sudah begini maka dia bisa menebak bahwa Farah hanya membutuhkan waktu untuk meyakinkan diri.


Dia mengembangkan senyum bahagia secara tidak langsung Farah sudah memberi kesempatan.


"Baiklah saya akan memberikan kamu kesempatan untuk berfikir," tentu saja dia akan menunggu, apa lagi Farah tidak ada melontarkan kalimat penolakan maka dia akan sabar menunggu.


Tapi karena posisi Farah membelakangi jadi tidak tau tentang keberadaan orang itu.


Dan ternyata masih ada orang lain yang mendengar obrolan itu.


Orang itu hanya bisa tersenyum sambal goleng kepala bahwa dia tidak percaya tentang apa yang barusan dia dengar dan berharap itu hanya mimpi atau hanya candaan mereka saja.


Sebab jika itu benar-benar kenyataan maka sudah bisa dipastikan bahwa akan ada hal besar lainnya yang akan terjadi di kemudian hari.


"Kita balik ke kantor yuk, jam makan siang juga mau selesai," acara makan siang mereka berjalan dengan lancar dan sang bos tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menggaet hati dari gadis yang disukainya.


Farah berjalan duluan menuju mobil dan menunggu di dalamnya dan tidak lama kemudian bosnya datang lalu mereka balik menuju kantor.


"Kapan-kapan saya boleh datang ke rumahmu?" Karena jika sekarang Farah sudah memberikan kesempatan walaupun belum menjawab ungkapan perasaannya namun menurutnya dia harus melakukan pendekatan kepada orang tua Farah.


Dia harus bisa juga mengambil hati orang tua Farah agar kedepannya hubungan mereka bisa lebih dekat lagi dari ini.

__ADS_1


Jadi sebelum Farah menjawab ungkapan perasaannya dia harus lebih dulu mendapatkan restu dari orang tua gadis yang disukainya.


"Nanti jika jadwal bapak tidak sibuk akan saya ajak ke rumah," entah apa sekarang yang lagi dipikirkan oleh Farah sehingga gadis itu berani mengambil keputusan besar seperti ini dan melupakan statusnya sebagai seorang istri.


Apakah dia tidak menyadari bahwa tindakannya sekarang adalah salah dan tentu saja sudah memberikan noda dalam pernikahannya sendiri.


Dia ini bukan perempuan single yang bebas memilih laki-laki manapun untuk dia dekati dan dia terima, dia perempuan bersuami dan perempuan terikat dalam sebuah pernikahan tetapi dia bertindak seolah-olah perempuan bebas yang masih sendiri dan bebas menikmati kebebasannya.


"Iya juga jadwal saya memang lagi padat, tapi secepatnya akan saya usahakan senggang," tentu saja dia akan melonggarkan jadwalnya agar bisa segera bertemu dengan orang tua Farah.


Dan dia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu hari itu dan yang pasti dia akan melakukan yang terbaik agar menarik simpati dari orang tua Farah.


Sore hari...


"Kak bisa bertemu sekarang di caffe dekat apartemen kakak," Farah mendapatkan pesan dari adiknya lalu dia membalas bahwa menyetujui ajakan bertemu dari sang adik.


Tetapi dia juga penasaran tidak biasanya adiknya itu mengajak bertemu di luar rumah apalagi di tempat umum.


Biasanya mereka lebih sering jika mengobrol itu di rumah sambil menikmati bunga-bunga yang ditanam oleh sang Mama di taman belakang.


"Sarah mau ngomong apa ya? Kok aku penasaran sekali," Farah juga jadi penasaran sendiri karena entah mengapa dia memiliki sebuah firasat bahwa ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan oleh Sarah.


Setelah memastikan pekerjaannya selesai dia beres-beres karena jam pulang sudah datang.


"Far pulang bareng yuk," ajak sang bos keluar dari ruangan nya.


"Maaf pak saya ada janji bertemu adik saya," Farah menolak ajakan pulang bersama karena mengajak bertemu dengan Sarah pun dia tidak mungkin sebab Farah merasa tidak perlu mengajak orang lain dalam pertemuan mereka.


Sang bos mengangguk paham lalu mereka turut bersama menuju parkiran walaupun tidak bisa pulang dalam satu kendaraan yang sama.


\=\=\=\=\=


***Bersambung 😘

__ADS_1


__ADS_2