BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Ratu Sehari


__ADS_3

"Lo deg-degan ya?"


Rasya memasuki kamar yang ditempati oleh Raka karena ingin mengobrol sedikit bersama sahabatnya itu sebelum pesta pernikahan dilaksanakan.


Memang sejak kemarin semua anggota keluarga sudah mendatangi hotel terdekat tempat acara pesta dilaksanakan dan kebetulan menyewa hotel itu.


Tapi bukan masalah hotel yang jadi intinya, tapi siapa pemilik dan pengelola hotel itu yang merupakan hotel warisan dari kakek Raka yang sekarang dikelola oleh Arga.


Jadi sudah tahu kan jika acara pesta sekarang tempatnya sudah pasti gratis karena Arga menganggap itu sebagai kado pernikahan untuk Raka dan Farah.


Tetapi itu hanya ending dari pembicaraan mereka waktu itu yang menjadi pokok pembicaraan mereka adalah Raka yang sengaja meminta dikosongkan hotel itu untuk acara pernikahannya bahkan di awal-awal mereka baru berbaikan.


Jadi rencana pernikahan itu bukanlah rencana yang mendadak bahkan sudah direncanakan Raka jauh-jauh hari.


"Gue masih hidup ya tentu saja deg-degan,"


Balas Raka berusaha menyembunyikan rasa gugupnya padahal ini hanya sekedar pesta pernikahan saja bukan ijab kabul yang harus berhadapan langsung dengan orang tua calon istri.


Tapi yang namanya nervous sudah pasti ada apalagi ini adalah hari yang ditunggu-tunggu nya selama ini.

__ADS_1


"Iya lo masih nafas,"


Bahkan Rasya sengaja meletakkan jari telunjuk di bawah lubang hidung Raka untuk merasakan deru nafasnya.


"Sialan,"


Lalu mereka berdua tertawa.


Sebelum Rasya memasuki kamar Raka tadi laki-laki itu sudah mengantarkan sang istri ke kamar Farah karena ingin melihat kakak iparnya itu sedang dirias.


Waktu terus berlalu dan sekarang sudah waktunya mereka menuju tempat dilaksanakan pesta pernikahan Raka dan Farah.


Raka diantar oleh orang tua serta adik dan iparnya menuju pelaminan yang sudah disediakan untuk mereka.


Begitu juga dengan Farah yang diantarkan bersama orang tua serta adiknya Sarah menuju pelaminan.


Sebenarnya agak lain kelihatannya apalagi mereka sudah lama melaksanakan akad nikah tetapi baru sekarang melaksanakan pestanya tetapi untuk orang kaya baginya itu adalah hal yang biasa lantaran kesibukan apalagi masalah yang sebelumnya terjadi di antara kedua pengantin.


Tetapi mereka tak ubahnya seperti pengantin baru apalagi mereka belum pernah melaksanakan malam pertama jadi masih bisa dibilang lagi hangat-hangatnya.

__ADS_1


"Semoga kalian selalu bahagia,"


Satu persatu menaiki pelaminan untuk memberikan selamat serta doa setelah pasangan pengantin itu meminta doa restu terlebih dahulu kepada orang tua mereka serta kerabat lainnya.


Ucapan selamat terus berat tangan untuk mereka berdua bahkan hanya mendapat beberapa saat saja untuk istirahat karena tamu yang datang sangatlah banyak apalagi Arka dan Dean mengundang rekan bisnis serta kenalannya apalagi kelainan Raka juga banyak jadi bisa dipastikan pesta itu penuh dengan tamu undangan yang datang silih berganti.


"Capek sayang?"


Raka mengambil tisu lalu menyekat keringat yang mengalir di dahi istrinya.


"Capek, tapi aku bahagia by,"


Bukan wajah kelelahan yang terpancar di wajah cantik parah tetapi gurat kebahagiaan karena dia bisa menikmati indahnya rumah tangga bersama laki-laki yang dicintainya.


Apalagi semakin hari perlaku Raka semakin manis saja membuat Farah menjadi sangat baru beruntung memiliki suami yang begitu perhatian.


"Sebentar lagi akan selesai,"


Raka sebenarnya tidak tega melihat istrinya yang sudah tampak kelelahan tetapi hanya tinggal sebentar lagi pesta ini akan berakhir dan hanya akan ada acara hiburan saja dan menurutnya dia tidak perlu ikut hadir lebih baik beristirahat karena sudah capek berdirinya seharian ini.

__ADS_1


Tanpa terasa waktu terus bergulir dan Farah sudah diajak oleh Raka menuju kamar tentu saja setelah berpamitan kepada semua anggota keluarga.


__ADS_2