
Menjelang pesta pernikahan mereka Raka semakin menunjukkan sikap posesifnya kepada istri tercintanya.
Bahkan dia pernah meminta sang istri untuk berhenti bekerja dan memilih fokus dengan keluarga kecil mereka bahkan istrinya itu baru sebulan bekerja dan sekarang sudah diminta untuk berhenti.
"Yank kamu berhenti bekerja aja ya, buat apa capek-capek bekerja bahkan uang suamimu lebih banyak dari semua aset perusahaan itu," padahal bukan masalah uang yang Raka takut kan tetapi dia tidak ingin istri cantiknya itu dilihat orang setiap hari dan menikmati kecantikan itu apalagi mereka berbeda kantor.
Jiwa pencemburu dan posesif Raka menggebu-gebu setiap membayangkan itu apalagi sampai sekarang Farah masih menunjukkan perlawanannya untuk tidak mau berhenti bekerja apalagi dia lagi senang-senangnya menikmati dunia perkantoran.
"Sebenarnya hubby ini takut akan hal apa?" Karena tidak mungkin suaminya ini meminta bekerja hanya ke lantaran masalah uang pasti ada masalah lain yang dipikirkan oleh suami tanpanya itu.
"Pokoknya kamu berhenti bekerja saja dan nikmati kekayaan suami tampanmu ini," tentu saja Raka gengsi untuk menyebutkan alasan yang sebenarnya dan lebih memilih mencari alasan lain yang lebih masuk akal agar istrinya mau berhenti bekerja dari kantor itu.
"Kasih aku alasan yang jelas baru aku mau berhenti bekerja," walaupun Farah belum terlalu yakin tentang alasan yang dipikirkan kenapa suaminya itu menyuruh dia berhenti bekerja tetapi hatinya cenderung yakin ke arah sana.
__ADS_1
**Jika sejak dulu dia seperti ini mungkin tidak ada yang namanya luka serta air mata diantara kami namun apalah daya takdir memang suka mempermainkan umatnya walaupun pada akhirnya menyatukan insan yang saling mencintai itu**
Hanya itu yang disayangkan oleh Farah waktu yang membuat mereka sempat salah paham dan mereka sempat saling menoreh luka walaupun pada akhirnya bersama dan merajut asa dalam mahligai rumah tangga yang mana semakin hari semakin menunjukkan manisnya madu walaupun madu yang sebenarnya belum mereka rasakan hingga sekarang.
Tahu kan itu madu apa? Hayo apa hayo??ðŸ¤
"Apakah segala sesuatu itu membutuhkan alasan?" Masih terlalu gengsi untuk mengakui semua itu.
"Tapi abang nggak bisa menyebutkan alasannya tapi yang terpenting semua ini demi kebaikan bersama," Raka terus berdoa di dalam hati dan berharap istrinya mau menyetujui tanpa membantah lagi.
"Selama hubby nggak memberitahu alasannya maka aku nggak akan mau berhenti bekerja juga," Farah tetap juga dengan pendiriannya karena tidak memiliki alasan yang pasti kenapa dia disuruh berhenti bekerja.
"Kenapa kamu keras kepala sekali?"
__ADS_1
"Padahal aku nggak keras kepala hanya ingin mengetahui alasannya saja apakah itu sulit?" Farah terus mendesak kenapa dan ingin tahu alasan Raka terus-menerus menyuruh dia berhenti bekerja.
Bukankah segala sesuatu terjadi ada alasannya begitu juga dengan Raka yang menyuruh dia berhenti bekerja.
Hingga.......
"Apakah salah jika Abang menyuruhmu berhenti bekerja? Apakah salah jika seorang suami ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya? Apakah salah jika seorang suami tidak ingin istrinya kelelahan? Laki-laki mencintai wanitanya sudah pasti ingin bahagiakan wanitanya dengan cara sendiri dan ini cara Abang.
Sudah lama Abang ingin melakukan semua ini tetapi baru bisa sekarang bisa terlaksana namun sepertinya kamu tidak menginginkan atau kamu merasa di kekang.
Atau kamu merasa abang mulai posesif dan merasa tidak bebas, maaf jika semua sikap Abang membuat kamu merasa terganggu, maaf, memang begini cara abang mencintaimu. Maaf,"
Setelah mengucapkan kalimat itu Raka memilih pergi dari kamarnya tanpa menunggu atau mendengar jawaban dari istrinya.
__ADS_1