BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Tunggu Ada


__ADS_3

"Kamu mau pilih yang mana yank?" Pasangan yang lagi panas-panasnya itu sedang berada di sebuah tempat wedding organizer untuk memilih tema pesta yang akan dilaksanakan bulan depan.


Sepulang dari kerjaannya Raka sengaja menjemput istri tercintanya untuk diajak memilih tema sesuai keinginan Farah.


"Bagus semua by," Farah sampai bingung sendiri melihat semua foto yang diperlihatkan bagus-bagus semua dan membuat dia bingung untuk memilih salah satunya.


"Kalau pilih semua, nggak mungkin kita pesta tiap bulan kan yank," kekeh Raka sambil mengusap puncak kepala istrinya lantaran gemas karena kebingungan memilih dari semua foto yang terlihat sangat indah.


"Nggak gitu by konsep nya. Aku pilih yang ini aja," setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya akhirnya Farah memilih dengan tema garden party dan juga dia tidak ingin menggunakan gaun yang ribet sebab dia ingin bergabung atau berinteraksi langsung dengan tamu undangan.


Raka setuju saja dengan pilihan istrinya selama itu bisa membuat istri tercintanya bahagia dan dia akan ikut tanpa bantahan sama sekali.


"Baiklah semua sesuai permintaan nona Farah dan akan selesai sebelum pesta. Senang berbisnis dengan anda tuan Raka," setelah urusan mereka selesai di sana Raka mengajak istrinya untuk pergi makan malam sebelum pulang.

__ADS_1


"Mau makan di mana yank?" Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan pelan sambil mencari tempat makan yang sekiranya cocok untuk istrinya.


Semenjak mereka berbaikan maka Raka lebih mengutamakan kebutuhan istrinya dan menanyakan pendapat istrinya terlebih dahulu dalam melakukan segala hal walaupun cuma urusan mau makan di mana.


"Pecel itu kayaknya enak by," Farah menunduk sebuah warung tenda yang terletak tidak jauh berdiri di depannya dan tanpa bantahan Raka memarkirkan mobil.


Farah memilih turun terlebih dahulu dan memesan makanan untuk mereka berdua lalu menunggu suaminya di kursi yang telah disediakan.


"Iya sayang," Raka tidak masalah menu apapun yang dipesankan oleh istrinya karena dia tidak ada pantangan terhadap makanan ataupun alergi.


**Terima kasih ya Allah engkau sudah mengabulkan semua doaku dan aku bisa berkumpul dengan orang yang aku cintai lagi walaupun aku banyak dosa tetapi di kehidupan selanjutnya aku berjanji akan memperbaiki diri dan tidak ingin berlarut dalam rasa benci yang tak beralasan**


Tak hentinya rasa syukur Farah ucapkan karena masih diberi kesempatan untuk bersama dengan suaminya.

__ADS_1


"Kamu senang kerja di sana? Atau mau pindah?" Raka takut istrinya tidak nyaman bekerja di kantor baru dan itu menjadi buah pikiran untuk dia padahal Raka sudah meminta istrinya untuk berada di rumah atau memanjakan diri sambil menunggu dia pulang kerja.


Tetapi apalah daya jika Farah lebih memilih untuk bekerja daripada menghabiskan uang yang Raka miliki dengan cara memanjakan diri atau berbelanja semua kebutuhannya.


"Aku betah by, kalau nggak betah aku bisa keluar tapi tunggu ada,,," Farah menjeda ucapannya dan lalu melihat ke arah suaminya.


"Tunggu ada apa?" Penasaran Raka karena ucapan yang menggantung itu.


"Tunggu ada dedek bayi," Farah mendekatkan mulutnya ke telinga Raka dan membisikkan kalimat itu.


Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka datang dan mereka berdua mulai makan dalam keadaan hening serta larut dalam pikiran masing-masing.


Apalagi Raka yang mendengar kata dedek bayi tentu saja dia tahu arah ke mana ucapan istrinya itu tetapi sampai sekarang Raka masih bisa menahan diri namun tidak tahu untuk hari esok.

__ADS_1


__ADS_2