BUKAN CINTA PENGGANTI

BUKAN CINTA PENGGANTI
Chapter 111


__ADS_3

Waktu berputar tanpa terasa dan sekarang mentari sudah menampakkan dirinya.


Farah yang sejak semalam tidak bisa tidur pagi-pagi sekali sudah bangun sebelum subuh.


"Hah ternyata abang nggak pulang semalam, apa segitu marahnya,"


Farah mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar dan ternyata benar jika semalam dia hanya tidur sendiri tanpa kehadiran suaminya yang tidak pulang bahkan memberi kabar pun tidak.


Padahal dia masuk ke rumah sudah menjelang larut malam dan berharap suaminya pulang namun semua itu hanyalah keinginan semata tanpa bisa terwujud.


Rasanya ingin menghubungi nomor mertuanya tetapi dia urungkan karena tidak ingin baik mertua ataupun orang tuanya mengetahui masalah yang sedang terjadi di antara mereka.


"Lebih baik aku bersiap untuk menyusul ke kantor,"


Farah segera bersiap karena perasaannya tidak tenang dan harus memastikan jika suaminya ada di kantor apalagi ucapan sahabatnya kemarin terngiang-ngiang di telinganya jika seandainya sang suami mendapatkan kenyamanan bersama perempuan lain tentu saja posisi dia akan tergeser walaupun dia sebagai istri yang sangat dicintai.


Bahkan Farah tidak sempat sarapan dan langsung pergi karena dia tidak tenang sejak semalam apalagi hingga pagi ini nomor Raka tidak juga bisa dihubungi.


"Bismillah,"


Farah sempat di kantor padahal ini masih sangat pagi dan belum banyak yang datang hanya petugas kebersihan yang berlalu-lalang menjalankan tugasnya.

__ADS_1


Tujuan Farah sekarang adalah menuju ruangan suaminya berada.


"Kok aku merasa deg-degan ya!"


Farah memegang dadanya yang berdebar-debar seolah menandakan akan terjadi sesuatu hal setelah ini namun dia menghempaskan perasaan itu dan dia percaya bahwa suaminya tidak mungkin melakukan hal serendah itu.


Farah berdiri di depan ruangan suaminya dan masih belum berani untuk membuka pintu besar itu.


"Ok tenang, ingat kamu mau menemui suami mu bukan selingkuhan jadi nggak perlu cemas,"


Farah mendorong pelan pintu itu dan sedikit demi sedikit mulai terbuka hingga menampakkan seisi ruangan itu namun Farah tidak bergerak berdiri di tempatnya.


Mata perempuan itu berkaca-kaca dan seakan siap menumpahkan cairan bening yang sudah menganak sungai itu.


Farah tidak bisa melihat wajah perempuan itu tetapi yang jelas perasaannya sekarang hancur melihat suaminya sedang berduaan bersama perempuan lain.


**Pantas saja semalam dia tidak pulang dan juga nomornya tidak bisa dihubungi ternyata sedang bermesraan bersama perempuan lain**


Farah tersenyum getir melihat interaksi keduanya hingga dunianya terasa hancur setelah mendengar ucapan perempuan yang tidak dia ketahui itu.


"Aku lagi hamil bang,,"

__ADS_1


Rengekan manja sangat terdengar jelas di telinga Farah, apa lagi kata "hamil".


"Iya abang tau, sekarang baby-nya mau apa?"


Raka dengan sabar menuruti keinginan perempuan yang masih dipeluknya itu lalu tangan kekar Raka mengusap lembut perut yang masih tampak rata itu.


"Aku mau di sini aja menemani abang kerja,"


Meminta tetap berada di sana dan tidak menyadari bahwa sejak tadi ada sepasang mata melihat interaksi keduanya dengan perasaan hancur.


"Tapi abang mau kerja dan semalam juga sudah Abang temani,"


**Jadi ini alasannya dia nggak pulang semalam!**


Air mata Farah tidak bisa di bendung lagi karena mendapati kenyataan yang sangat menyakitkan ini.


Padahal sejak kemarin dia hanya membayangi saja dan tidak menyangka akan langsung kejadian.


Karena sudah tidak kuat lagi, Farah memutuskan untuk pergi dari sana karena dia tidak sekuat dan setegar itu.


Pergi dengan membawa hati yang hancur serta orang ketiga dalam rumah tangga mereka, padahal dia datang ke kantor untuk meminta maaf pada suaminya tapi apa yang dia dapat, kemesraan suaminya bersama perempuan lain yang mana perempuan sedang hamil.

__ADS_1


**Sejak kapan mereka memiliki hubungan? Hingga perempuan itu sudah hamil dan baru sekarang aku mengetahui**


Farah memasuki mobilnya dengan air mata yang masih senantiasa keluar lalu merebahkan kepalanya di kemudi mobil yang belum di jalankan, hingga tidak beberapa lama dia kehilangan kesadarannya.


__ADS_2