Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
J2 Jangan Pergi


__ADS_3

Dokter Iwan pergi untuk memeriksa pasien lain. Tetapi saat ia melewati pintu kamar Juliet, ia selalu menyempatkan untuk mengintip Juliet.


Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan. Entah kenapa ia seperti terikat dengan Juliet. Entah kenapa ia seperti melihat sosok sang kekasihnya di diri Juliet.


Sementara itu di kamar Juliet.


Juliet memandang Romeo. Ia menyentuh dadanya. Kak, jantung ini sepertinya sudah tidak berdetak untukmu. Jantung ini sekarang berdetak untuk pria lain.


“Apa ada yang sakit?” Romeo kuatir saat melihat Juliet menyentuh dadanya.


Juliet menggelengkan kepalanya. “Tidak. aku baik-baik saja.”


Karena kondisi Juliet yang sudah membaik, ia diperbolehkan pulang.


Romeo mulai menyusun pesta pernikahan mereka. Saat ini ia membawa Juliet ke suatu tempat. Ia sudah membeli rumah untuk mereka tinggali setelah menikah. 


“Ini kamar kita. Untuk membuat bayi-bayi kita. Kalau kamu sudah nggak sabar, kita bisa buat sekarang,” canda Romeo.


“Aku nggak mau digosipin saat menikah nanti karena perutku besar.”

__ADS_1


Romeo memperlihatkan kamar lainnya. “Ini kamar untuk anak-anak kita. Aku sengaja beli rumah yang punya banyak kamar karena kamu pengen punya banyak anak.”


Juliet merasa bersalah. Ia mulai menitikkan air matanya. 


“Apa kamu merasa terharu melihat rumah ini? Atau kamu nggak suka rumahnya? Kita bisa beli rumah yang kamu suka.” Romeo memeluk Juliet. 


Perasaan ini hanya akan bersifat sementara saja, kan? Aku akan merasa jatuh cinta lagi dengan Kak Romeo jika aku sering bersama dirinya.


Aku benci pelukan Kakak.


Mereka menuju keluar rumah hendak pulang. Tanpa sengaja mereka bertemu Dokter Iwan.


“Dokter tinggal di sini juga?” tanya Romeo.


“Benarkah?” Romeo melihat Juliet. “ Juliet, kita beruntung Dokter Iwan tinggal di sebelah. Kalau ada apa-apa sama kamu, kita bisa langsung panggil Dokter Iwan.”


Juliet merasa canggung. Semakin sering ia bertemu Dokter Iwan, jantungnya semakin berdetak cepat. Ia akan semakin tidak bisa melupakan Dokter Iwan.


“Saya permisi dulu. Saya harus ke rumah sakit.” Dokter Iwan pamit. Ia menaiki mobilnya. Ia terus melihat melalui kaca spion dalam mobil. Ia memandang Juliet.

__ADS_1


...***...


Romeo memulai persiapan acara pernikahannya. Sedangkan Juliet mulai menata rumah baru mereka. Ia bertemu lagi dengan dokter Iwan di rumah barunya.


Mereka saling menyapa tetapi saat dokter Iwan hendak pergi tiba-tiba Juliet memeluk dokter Iwan dari belakang. “Jangan pergi. Aku kangen Kakak.”


Dokte Iwan melepas pelukan Juliet. Ia memeluk Juliet dengan erat dari depan. “Aku juga kangen kamu.” Dokter Iwan bahkan berani mengecup bibir Juliet yang tidak ditolak oleh pemilik bibir.


Mereka tidak tahu jika Romeo yang hendak menjemput Juliet melihat kemesraan mereka dari dalam mobil. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Juliet dengan Dokter Iwan? Hubungan mereka sudah sejauh apa?


“Aku harus pergi. Nanti kita ketemu lagi.” dokter Iwan harus segera menuju ke rumah sakit.


“Aku akan datang ke rumah sakit.”


“Jangan di rumah sakit. Kamu bisa datang ke cafe Sunset di depan rumah sakit. Hubungi aku, nanti aku akan datang.” Dokter Iwan pergi.


Romeo menunggu sampai mobil Dokter Iwan tidak terlihat lagi lalu ia datang menjemput Juliet. Ia berpura-pura tidak tahu menahu soal ciuman tadi.


Romeo memeluk Juliet. Ia mencium bibir Juliet tetapi ditolak oleh pemilik bibir.

__ADS_1


“Kak, sudah.” Aku benci ciuman dari Kakak.


Tadi kau begitu lama mencium dokter itu. Kenapa denganku kau malah menolak?


__ADS_2