Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
E7 Mak Comblang


__ADS_3

Mawar merasa dekat dengan King. Setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama jika King tidak sibuk. Sepertinya ancaman Prince berhasil.


“Tuan ...”


“Jangan memanggilku Tuan. Panggil aku King.”


“Tapi Anda lebih tua.”


“Kakak boleh juga.”


“Kakak King ...”


King teringat Isabella, mendiang istrinya. Isabella seolah memanggilnya. “Isabella ...”


“Kakak King, Isabella itu siapa?”


“Isabella itu mantan istriku.”


Mawar diam sesaat. Apa Kakak King masih belum melupakan istrinya? Aku juga mungkin belum bisa melupakan Isabella jika aku berada di posisi Kakak King. Aku juga belum bisa melupakan ayah dan ibu.


Mawar menangis. 


“Kenapa kamu menangis?” King bingung. Apa ia salah bicara.


“Aku kangen ayah dan ibu.” 

__ADS_1


King mengambil sapu tangan dari sakunya. Mawar mengelap air matanya dan mengeluarkan ingusnya lalu memberikan sapu tangan bekas itu ke King. “Terima kasih, Kak.”


Mereka berjalan lagi memandangi bunga yang sedang mekar.


Mawar tiba-tiba memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. “Aku menyukai Kakak.”


Tetapi tidak ada respon dari King. Mawar merasa malu. Ia langsung berlari menuju kamarnya.


Kenapa Kakak King tidak mengikuti diriku? Ia tidak mencintaiku? Apa aku terlalu percaya diri dengan perkataan Kakak Prince yang bilang jika Kakak King menyukaiku.


Mawar menangis karena putus cinta untuk pertama kalinya. Ternyata memang sakit jika cinta bertepuk sebelah tangan. Mawar menolak untuk makan malam. Membuat Prince bertanya apa sebabnya karena biasanya Mawar akan tiba terlebih dahulu atau King datang menjemput Mawar.


“Apa yang terjadi?” tanya King.


“Mawar menyatakan cintanya padaku.”


“Aku tidak menjawab apa-apa.”


“Dasar bodoh. Otak geniusmu itu untuk apa.” Prince merasa kesal. “Harusnya kamu langsung bilang ya. Aku juga suka sama kamu. Happy ending. Apa susahnya mengatakan aku menyukaimu.”


“Aku takut kehilangan lagi.”


“Bukankah sudah aku katakan jika hidup manusia itu tak pernah kita tahu kapan berakhirnya. Kita harus selalu menyiapkan hati kita untuk kehilangan. Baik itu benda atau manusia.


“Dasar pengecut. Datangi kamarnya. Katakan jika kau juga mencintaimya.” Prince menyeret King  menuju ke kamar Mawar.

__ADS_1


Prince mengetuk lalu membuka kamar  Mawar. Ia mendorong King. “Masuk dan katakan apa yang harus kau katakan.”


King masuk ke dalam kamar. “Aku mencintaimu.” Karena malu ia langsung keluar kamar. “Aku sudah mengatakannya.”


“Kenapa langsung ke sini?” Prince mendorong King masuk ke dalam kamar lagi. “Aku kunci pintunya. Silahkan kalian berdua berbicara.”


King masih berada di dekat pintu. Ia tidak berani maju atau bergerak. Ia terlihat begitu kikuk.


Perut Mawar tiba-tiba berbunyi. 


“Kamu lapar?”


“Aku lapar.” King meminta pelayan membawa makanan ke kamar. Prince membuka pintu dan mempersilahkan pelayan membawa makanan masuk.


“Sudah berciuman?” tanya Prince.


Teman tak tahu diri. Mengunci tuan rumah di rumahnya sendiri


“Jangan mengataiku. Kamu akan berterima kasih karena aku melakukan ini untukmu," ucap Prince.


Tetapi Mawar hanya diam.


Harusnya aku mengunci mereka berdua di tempat yang lebih kecil biar mereka tak bisa berjauhan.


“Kalian resmi berpacaran hari ini.”

__ADS_1


Baik King dan Mawar melihat ke arah Prince. 


“King suka Mawar. Mawar suka King. Sudahlah pacaran aja. Kalau tetap seperti ini hubungan kalian tiddak akan pernah maju-maju.” Prince merasa gemas dengan King yang menurutnya terlalu lambat itu.


__ADS_2