Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
M4 Live Di TV


__ADS_3

“Itu tidak benar. Aku tidak pernah tidur dengannya.  Anak itu bukan anakku.”


“Aku juga dengar jika kamu itu playboy. Suka melakukan cinta satu malam.”


“Itu juga tidak benar. Aku anak baik-baik.”


“Apa semua ucapanmu itu benar?”


“Benar. Aku berkata jujur.”


“Terima kasih sudah mau jujur.”


“Malam ini kita tidak melakukan apa-apa?” tanya James.


“Lebih baik kita beristirahat sekarang.”


“Aku boleh memelukmu?”


“Boleh. Tapi jangan terlalu erat nanti aku nggak bisa napas.”


Eva tertidur di pelukan James.


Keesokkan harinya. 


Eva dan James melakukan aktifitasnya seperti biasa. Tetapi ada seseorang yang mengganggu Eva. “Kamu pakai ilmu pelet apa sampai bisa dapetin James?”


“Aku tidak memakai ilmu hitam.”


“Boong! Kamu pasti pakai susuk.”


“Aku tidak pakai apa-apa.” Eva bersikeras.

__ADS_1


James datang. “Ada apa Ev?”


“Tidak apa-apa. Aku mau pulang sekarang.” Penggemar James terlalu ekstrem. Mereka tadi sudah mengeluarkan silet untuk merusak wajahku.


“Ev, ada sesuatu yang mungkin mau kamu katakan padaku?”


“Tidak ada. Aku berharap langit malam ini cerah. Aku mau melihat planet lain.”


“Aku baru aja beli teleskop baru yang lebih canggih. Kita bisa melihat jelas bintang atau planet.”


“Apa papa tidak apa-apa kamu mengeluarkan uang banyak?”


“Aku pakai uang hadiah pernikahan kita. Ini sisanya.” James menyerahkan amplop tipis. Eva melihatnya dan melihat beberapa lembar cek. Satu lembar bertuliskan seratus juta. Cek yang lain dua ratus lima puluh juta.


Dan ada yang menuliskan sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan.


“Yang angka cantik itu patungan dari sepupu aku. Mereka kecewa kita tidak mengadakan pesta. Jadi besok mereka mau mengadakan pesta untuk kita.”


“Sepuluh ribu orang.”


“Sepuluh ribu!?”


“Sepupuku ada banyak. Mereka menyewa stadion untuk kita.”


“Baju untuk kita pakai?”


“Mereka sudah siapkan semuanya. Kita tinggal datang aja. Oh, iya. Pesta pernikahan kita akan disiarkan secara live di TV.”


“Apa? Hanya artis yang pernikahannya disiarkan di TV.”


“Aku artis.”

__ADS_1


“Kamu artis?” Eva baru tahu.


“Aku sudah main di banyak film dan drama juga iklan. Kamu tidak ingat wajahku?”


Eva menggeleng. Ia benar-benar tidak tahu siapa James.


Malam harinya Eva tidak bisa tidur. 


“Tidur. Kita harus terlihat fresh di TV besok.” James memeluk Eva. Pelukan James membuat Eva tertidur.


Keesokkan harinya.


Eva mengenakan gaun pengantinnya. Entah kenapa sepupu James tahu ukuran Eva. James mengenakan jas. Kamera sudah standby di dalam rumah sejak pagi. Mereka meyorot persiapan di rumah James. Kemudian mereka mengikuti saat James dan Eva menuju ke stadion.


Eva melihat ada panggung yang begitu besar. Apa ada konser di sini?


James naik ke panggung dan mulai bernyanyi. Para tamu undangan melembaikan tangan mereka mengikuti contoh dari Jamaes.


James itu penyanyi? Eva baru tahu.


Satu persatu penyanyi papan atas mulai bernyanyi untuk pernikahan Eva dan James.


Acara berakhir dengan lancar.


James mengucapkan terima kasih untuk kru TV yang sudah meliputnya. “Nanti kalau tujuh bulanan, tedak siten jangan lupa undang kita lagi.”


“Sip.” 


Eva dan James pulang ke rumah.


Eva merasa capek. Ia menutup matanya dan mulai tertidur masih mengenakan gaun pengantinnya. Tapi ia merasa resleting gaunnya ada yang membuka.

__ADS_1


“Ev tidak baik mengenakan gaun ketika tidur. Aku bantu bukain.” 


__ADS_2