Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
M1 Salah Sangka


__ADS_3

Eva melihat sosok mantan pacarnya. Ia masih dendam dengan mantannya itu karena sang mantan berselingkuh dengan wanita lain. Kejadian peselingkuhan itu sudah terjadi beberapa kali. Dan beberapa kali juga Eva memaafkan mantan pacarnya itu.


“Ciat ...” Eva menendang dari belakang pria yang ia sangka sang mantan pacar yang menyebalkan.


“Bruk ...” Pria itu terjatuh. Ia melihat ke belakang. Eva melihat wajah pria itu. Eva ternyata salah sangka. Pria itu bukan mantan Eva. 


“Maaf ... Maafkan saya. Saya salah sangka.” Eva memohon maaf dari pria itu.


Pria itu tidak mengucapkan apa-apa. Ia hanya berlalu pergi. Eva bersyukur pria itu tidak melaporkannya ke polisi. Ia merasa tenang.


Keesokkan harinya Eva bertemu lagi dengan pria itu. ia meminta maaf sekali lagi. “Maaf ... Maafkan saya.”


“Perbuatan kemarin itu tidak bisa selesai hanya dengan mengatakan kata maaf.”


Eva mulai cemas. Apa pria ini akan melaporkanku dengan tuduhan penganiayaan.


“Ikut aku.” Pria itu menggandeng tangan Eva dan membawanya masuk ke sebuah mobil sport. Apa yang mau pria ini lakukan padaku?


“Pakai safety belt-mu.”


Eva memasang safety belt. Tapi ia merasa kesulitan. Pria itu membantu Eva memasang safety belt. Harum. Eva mencum aroma wangi dari tubuh pria itu. Hati Eva meleleh. 

__ADS_1


Pria itu menyalakan mobil dan melaju kencang. Jantung Eva terasa mau copot. Ia berteriak di dalam mobil. “Tolong aku. Aku tidak mau mati muda. Aku belum menikah. Masih banyak yang harus aku lakukan.”


“Kita sudah sampai.” Mereka tiba di rumah yang besar. Pria itu membawa masuk Eva ke sebuah ruang. Ada lelaki paruh baya di ruangan itu.


“Ayah ... Dia calon istriku.”


“Ayah tak butuh calon istri darimu. Ayah butuh menantu yang bisa kasih ayah cucu.”


“James akan segera menikah dengan Eva.”


Dari mana ia tahu namaku? Dan apa maksudnya ini? Memikah? Menantu? Cucu?


James mengajak Eva keluar rumah. Mereka menaiki mobil sport lagi. “Kita akan menuju ke mana?” tanya Eva.


Eva ingin menolak tapi mobil sport itu sudah melaju kencang. Eva hanya bisa memegangi apa yang bisa ia pegang dia mobil.


Mereka tiba di depan rumah penghulu yang akan menikahkan mereka.


“Tunggu dulu. Apa maksudnya ini?”


“Bukankah kau meminta maaf padaku? Jika kau menikah denganku akan aku anggap impas.”

__ADS_1


Penghulu menikahkan mereka berdua. Mereka resmi menjadi sepasang suami istri. James membawa Eva kembali ke rumahnya.


Di kamar James. 


James membuka pakaianya. “Kau juga harus membuka pakaianmu.”


“Apa!?”


“Buka pakaianmu. Kita harus segera mendapatkan bayi.” James mendekati Eva yang menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


“Bukankah aku sudah bersedia menikah denganmu. Kenapa aku masih harus memberimu anak.”


“Apa kau lupa kau sudah menendangku dua kali. Tendangan pertama kau ganti dengan menikah denganku. Tendangan kedua kau ganti dengan kelahiran anak kita.”


“Itu cuma tendangan biasa.”


“Tendangan biasa katamu? Punggungku masih terasa sakit sampai sekarang. Aku bisa saja memintamu mengganti rugi tetapi aku tahu kamu tidak punya uang. Jadi, ganti saja dengan tubuhmu. Atau jangan-jangan kau belum pernah disentuh oleh laki-laki?”


Eva terdiam.


“Kamu masih ...” James berpikir sejenak. Ia tidak boleh merusak fantasi seorang gadis yang ingin menghabiskan malam pertama yang indah dengan pria yang ia cintai.

__ADS_1


“Ikut aku ... “ James membawa Eva pergi. Mereka menuju ke bandara dan masuk ke dalam pesawat jet pribadi yang akan membawa mereka ke bandara lain. 


__ADS_2