
Cuaca Kota Bandung tak menentu. Sulit diprediksi. Terkadang terlihat cerah terkadang tiba-tiba mendung dan turun hujan. Seperti pagi ini, terlihat mendung. Setelah diguyur hujan semalaman, matahari enggan menampakkan dengan jelas sinarnya.
Namun hal demikian tidak menyurutkan semangat para kontestan yang akan melaksanakan final malam ini. Terlihat sedari pagi berlalu lalang para kontestan menyiapkan segala keperluan. Mereka semua ingin menampilkan yang terbaik.
Acara festival akan dilaksanakan di hall hotel lantai 8. Panggung catwalk berbentuk T sudah tertata apik sebagai tempat berlenggak lenggok para model yang memperagakan rancangan dari 10 kontestan.
Masing-masing kontestan diberikan satu ruangan atau kamar sebagai tempat transit mereka. Agar memudahkan akomodasi, ruangan tersebut berada di lantai yang sama dengan hall tersebut.
Himeka dan Kamila mendapatkan kamar dengan nomor H-13. Mereka dibantu oleh Santy dan Viani merapikan baju hasil rancangannya sebelum dikenakan oleh para model.
Tak lama kemudian model dan make up artist yang disiapkan oleh pihak penyelenggara datang ke ruang transit Himeka. Tujuh model cantik-cantik yang rata-rata memiliki tinggi badan 170an itu nanti yang akan mengenakan rancangan dari Himeka dan Kamila.
***
Hall Cakrawala Hotel nampak ramai. Dekorasi panggung didominasi oleh warna hitam gold menambah kesan glamor. Kursi VIP di tata di bagian sisi kanan panggung yang berbentuk T dengan tatanan kursi melingkari sebuah meja menghadap panggung. Di depan panggung terdapat 3 meja besar yang nantinya akan ditempati oleh dewan juri. Dewan juri yang akan menilai antara lain dua perancang busana yang namanya sudah tak asing lagi di tanah air dan juga seorang model yang sarat akan prestasi.
Festival tersebut diselenggarakan oleh Bramanthy Group*, *sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. Pemenang dari festival ini akan mendapatkan kontrak eksklusif dengan perusahaan. Hal ini merupakan kesempatan emas pagi para designer pemula. Begitu pun dengan Himeka, ia ingin menjadikan festival ini sebagai sarana untuk uji publik apakah rancangannya bisa diterima dan diapresiasi oleh orang lain. Dan tentunya bisa menjadi batu loncatan untuk terjun di bidang bisnis.
Berbagai tamu undangan pun turut hadir. Devano yang merupakan direktur dari Bramanthy Group nampak gagah dengan setelah jas berwarna navy yang membalut tubuhnya. Tatanan rambut yang terkesan rapi menambah kesan wibawa sebagai seorang pimpinan.
***
Master Ceremony membuka acara festival dengan diiringi oleh riuh tepuk tangan dari hadirin yang hadir. Acara dibuka dengan sambutan dari sang direktur perusahaan. Devano dengan langkah yang gagah berjalan menuju k atas panggung. Pemandangan tersebut tak lepas dari pandangan sepasang mata yang sedari tadi mengamatinya. Yang ia ketahui Devano juga ambil bagian dari acara tersebut. Namun yang membuatnya sedikit kaget bahwa ternyata Devano adalah direkturnya. Karena yang diketahui Himeka bisnis keluarga Devano tidak bergerak di bidang tekstil.
"Selamat malam para hadirin semuanya. Terima kasih kepada para tamu undangan yang turut hadir sebagai saksi akan lahirnya designer berbakat pada malah hari ini. Terimakasih juga untuk para kontestan dengan karyanya yang sungguh luar biasa. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat menelurkan para designer handal yang akan memberikan sumbangsih bagi industri fashion di tanah air. Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi karya-karya dari para kontestan yang sungguh luar biasa. Sebenarnya yang harus berdiri disini adalah CEO kita, namun karena suatu hal beliau berhalangan hadir. Sehingga saya berdiri di sini untuk mewakili beliau untuk membuka acara festival ini. Dengan ucapan bismillah mari kita buka acara pada malam hari ini. Sekian dari saya. Selamat malam. Salam sukses selalu untuk semuanya." Devano memberikan sambutan dengan sangat lancar dan elegan.
__ADS_1
Setelah acara dibuka, festival pun dimulai. Pada final kali ini dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama yakti tampilan design dari para designer yang akan disajikan oleh para model dan sesi kedua adalah tanya jawab kepada kontestan tentang filosofi apa yang mereka ambil dalam membuat karya.
Sesi pertama pun dimulai. Kini saatnya para kontestan menampilkan karyanya. Para model berlenggak lenggok di atas catwalk dengan mengenakan hasil rancangan dari para kontestan. Semuanya nampak cantik-cantik. Design pada baju dari masing-masing kontestan mempunyai ciri khas sendiri-sendiri. Juri nampak sibuk menilai.
Karya Himeka tampil pada urutan nomor 8. Design baju pesta yang menambahkan aksen batik karya Himeka dan Kamila sangat memukau penonton dan juri. Pasalnya hanya Himeka yang menambahkan corak batik pada designnya.
Sesi kedua pun dimulai. Semua kontestan menjelaskan konsep dan filosofi apa dibalik designnya. Dengan balutan dress selutut warna merah maroon yang dilengkapi aksen batik pada bagian krah dan pinggangnya, Himeka tampil di atas panggung. Sepatu highheels setinggi 5cm dan tatanan rambut yang tergerai rapi menambah kesan cantik.
"Judul dari design kami adalah Batik Glamour. Konsep utamanya adalah gaun pesta modern. Dimana kami menyematkan aksen batik pada setiap karya dengan ditambahkan hiasan batu swarosky agar terkesan glamour. Filosofinya adalah ingin mengapresiasikan batik sebagai warisan budaya untuk dikenalkan pada pecinta fashion bahwa batik pun sangat terlihat apik dan cantik untuk dikenakan dalam gaun pesta. Harapannya semoga karya kami dapat diterima oleh masyarakat umum." Himeka menjelaskan dengan sangat lancar.
Terlihat Devano menatap Himeka dengan tersenyum simpul. Sesekali pandangan mereka pun bertemu. Membuat jantung Devano berdetak lebih cepat. Apakah ia masih merasakan cinta yang sama? Apakah Himeka pun juga merasakah hal yang sama seperti yang Devano rasakan?
***
Setelah dua sesi terlewati, sembari menunggu dewan juri menentukan pemenang, panggung diisi oleh tampilan artis ibu kota. Navya yang sedari tadi melihat tampilan bundanya sekarang tidur kelelahan dalam pangkuan Mbak Rina. Himeka menyarankan untuk membawa Navya kembali ke kamar. Agar Navya dan Mbak Rina bisa istirahat di dalam kamar hotel.
Himeka berjalan anggun naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. MC memanggil nama direktur perusahaan untuk memberikan penghargaan kepada juara pertama.
"Selamat ya, Me. Karya yang luar biasa." ucap Devano dengan senyum tulusnya
"Makasih, Dev." jawab Himeka membalas dengan senyuman manis
Setelah sesi pengumuman pemenang dan pembagian hadiah, acara ditutup dengan penampilan sang diva pop Indonesia. Ada rasa penuh bangga menyeruak di dada para pemenang. Seperti halnya dengan Himeka dan Kamila. Mereka tak henti-hentinya mengulas senyum dan mengucap syukur. Dengan predikat sebagai pemenang menjadikan mereka merasa pantas untuk berkarya lebih jauh lagi. Mereka pun berkeinginan untuk membuka butik.
***
__ADS_1
"Me, besok ada acara apa?" tanya Devano ketika Himeka hendak menuju lift untuk kembali ke kamarnya.
"Besok siang aku mau balik ke Surabaya, Dev." jawab Himeka
"Sebelum balik, kita keluar dulu, yuk. Sekedar membeli oleh-oleh" ajak Devano
"InsyaAllah, ya Dev. Aku gak bisa janji."
"Iya, Me."
Devano mengeluarkan ponsel dan meminta nomor handphone Himeka. Selama ini mereka lost contact. Mungkin kini saatnya mereka memperbaiki hubungan yang sempat terpisah. Entah apakah takdir akan merestui hubungan mereka.
.
.
.
Alhamdullillah akhirnya bisa up juga.
Terima kasih yang sudah memberikan feedbacknya ya.
Jangan lupa like, rate dan komennya.
Jangan lupa juga untuk di favoritkan biar tidak ketinggalan updatean dari author receh ini.
__ADS_1
Salam ketjup basah💋