Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
M2 Lebay


__ADS_3

Sebuah mobil sudah menunggu mereka di sana dan membawa mereka menuju ke suatu tempat yang begitu luas. James membawa Eva masuk ke sebuah benda besar yang nampak seperti ujung roket.  


Kru yang bertugas memastikan keselamatan penumpangnya.


“Kita akan ke mana?” Eva bertanya.


“Kita akan bertemu alien.”


“Apa alien itu benar-benar ada?”


“Nanti bisa kau lihat sendiri.”


Mereka meluncur dan mencapai ruang angkasa.


“Wow.” Eva bisa melihat bumi dari jendela. Apa ini luar angkasa? Eva memandang dengan takjub. Aliennya di mana? Eva tidak melihat makhluk hidup yang berbeda dari manusia. James membohongiku? Tapi pemandangan ini lebih indah. Aku tak akan bisa melupakannya seumur hidupku.


Tetapi tur luar angkasa mereka hanya berlangsung selama 10 menit. Mereka mendarat kembali di lapangan luar.


“Lain kali aku akan mengajakmu naik SpaceX. Kita bisa tur selama tiga dan mengelilingi bumi. Tapi saat ini kamu belum bisa karena sebelum naik SpaceX, kamu harus mendapatkan latihan selama 5 bulan.”


“SpaceX buatan Elon Musk itu?”


“Betul. Ternyata kamu juga tahu.”


“Tapi harganya kan ratusan juta dolar.”


“Uang bukan masalah. Tapi lima bulan lagi kamua harus sudah hamil. Berarti ... ” Setahun mengandung, setahun ASI eksklusif, lima bulan latihan. “Dua setengah tahun lagi kamu bisa berangkat. Itu juga jika kamu tidak hamil lagi.”


“Memangnya berapa anak yang kamu mau?”

__ADS_1


“Kamu bisanya berapa?”


“Aku tak tahu. Aku harus merawat satu anak dulu baru bisa tahu.”


James mengajak Eva ke sebuah hotel.


“Kenapa ayahmu ingin segera mempunyai cucu?”


“Karena ia sudah tua. Ia takut jika ia meninggal sebelum melihat cucunya.”


“Tapi kan ada wanita lain yang pasti mau denganmu.”


“Entahlah. Aku cuma tertarik padamu.”


“Kenapa kau bisa tertarik padaku?”


Eva menoel pelipis James. “James, jika kita diijinkan, membuat bayi itu akan sangat mudah. Tetapi apa kita bisa membesarkannya. Bayi itu sangat tergantung pada orang lain.”


“Kita bisa menyewa baby sitter.”


Orang kaya mah bebas. “Memang baby sitter bisa menjaga mereka. Tetapi kita juga harus mendidik anak kita.”


“Ada banyak guru yang bisa dipanggil untuk anak kita.”


Eva tahu ia tak akan menang dari James. “Aku belum siap.”


“Aku bisa membuatmu siap.”


“James stop.” Eva mulai kesal. “Aku tidak bisa.”

__ADS_1


“Apa aku kurang menarik?”


“Kamu menarik, tampan, tinggi, tapi ... Aku tak punya rasa denganmu.”


“Kamu mau rasa apa? Asin?” James mengambil garam sachet yang tersedia di kamar hotel. “Kalau manis cuma ada gula Stevia.” James memperlihatkan gula untuk penderita diabetes. “Kalau mau masam, aku bisa beli lemon.”


“Bukan rasa itu yang aku maksud tetapi perasaan. Kita baru bertemu kemarin.”


“Ada orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Cuma butuh satu detik seperti aku padamu.”


“Hey ... Maksudmu kau sudah jatuh cinta padaku?” Eva tidak percaya. Jatuh cinta karena dipukul? 


“Betul. Apa artinya cintaku bertepuk sebelah tangan? Aku belum pernah merasakan hal sesakit ini.” James menyentuh dadanya.


“Lebay.”


“Katakan sekali lagi.”


“Lebay.”


“Lagi.”


“Lebay.” Eva mengambil ponsel James dan merekam suaranya. “Kamu bisa mendengarnya berulang kali kalau direkam.”


Eva melihat jalanan dari jendelanya.


“Mau jalan-jalan?” James mengajak Eva.


“Aku mau.” Eva berdiri dari sofa. Ia ingin jalan-jalan. Menikmati pemandangan kota.

__ADS_1


__ADS_2