
Layar kotak segi empat dengan casing bercorak bunga lili itu terus berdering. Nama Kamila Putri memenuhi layar. Hingga beberapa panggilan pun tak terangkat. Karena si empunya benda tersebut masih melaksanakan ritual di kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Himeka keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan baju kimono dan lilitan handuk di kepalanya. Ia segera meraih gawai di atas nakas. Ia mengecek panggilan. Ada 3 panggilan tak terjawab dari orang yang sama, Kamila Putri.
Kamila Putri adalah teman semasa sekolahnya sebelum ia pindah ke Surabaya. Ia memiliki bakat dan hoby yang sama di bidang menggambar. Namun nasib yang mereka alami berbeda. Jika Himeka bisa langsung meneruskan untuk melanjutkan kuliah, berbeda dengan Mila yang karena suatu hal ia terpaksa menunda kuliahnya.
Dalam festival fashion design yang akan diikuti oleh Himeka, memperbolehkan untuk masing-masing kontestan untuk mengajak satu orang untuk dijadikan partner. Himeka berencana untuk meminta bantuan Kamila menjadi partnernya.
"Halo Mil, waalaikumsalam." sapa Himeka menjawab salam setelah panggilannya diterima oleh nomor yang dituju
"Iya, Meka." jawab Kamila lawan bicara Himeka di telepon
"Gimana Mil tawaranku kemarin. Apa kamu bersedia menjadi partnerku? Aku sudah tidak ada pandangan lain untuk menjadi partnerku selain kamu."
"Siap, aku setuju."
"Alhamdulillah. Nanti kita tentukan ya tema apa yang akan kita usung."
" Oke, siap Ka. Aku tunggu."
***
Festival itu terdiri dari dua babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Dalam bakal penyisihan masing-masing kontestan wajib mengirimkan 7 karya design terbaiknya. Apabila lolos pada babak. penyisihan, kontestan wajib mengikuti babak final. Babak final diadakan di salah satu hall megah d hotel bintang lima di Kota Bandung.
Himeka dan Kamila sepakat mengusung tema batik. Apapun designnya akan diselipi batik untuk menambah kesan mewah. Selain itu sebagai ajang promo bahwa batik merupakan warisan Indonesia. Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi.
Setelah menentukan temanya, hari-hari Himeka mulai disibukkan dengan menggambar design. Karena mereka tidak berada di kota yang sama. Himeka di Surabaya dan Kamila di Tanggerang. Namun komunikasi mereka tidak ada kendala. Sekarang zaman canggih di mana jarak tidak akan menjadi penghalang untuk berkomunikasi.
Navya tidak pernah rewel mengetahui bundanya yang sekarang lebih sering duduk di ruang kerja. Hanya terkadang sesekali ia masih menanyakan ayahnya. Seperti sekarang ini ia menanyakan ayahnya. Katanya Navya ingin beli mainan ditemani ayahnya. Akhirnya Himeka mengalah, ia mengajak Navya pergi ke toko mainan untuk membeli mainan yang diinginkannya.
***
Waktu pun terus bergulir. Seminggu yang lalu 7 design sudah dikirim ke panitia festival. Dan hari ini adalah pengumuman siapa saja yang akan masuk final.
__ADS_1
Himeka sudah siap di depan laptop untuk melihat pengumuman hari ini. Dari beberapa nama yang lolos, ada nama Himeka Khumari diantara kontestan yang lolos untuk mengikuti babak final.
Ia segera menghubungi Kamila untuk persiapan menghadapi final nanti. Setelah ada kesepakatan, mereka langsung melakukan eksekusi yaitu membuat dress sesuai dengan design mereka. Beruntung Himeka sudah mempunyai tim dalam membantunya membuat dress tersebut. Ada Santy, Fiani dan Valea yang cekatan dalam menjahit dress sesuai pola.
***
Tiga hari lagi final akan dilaksanakan. Tujuh dress pun sudah untuk dipamerkan dalam festival tersebut. Kini saatnya ia menyiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke kota kembang.
"Halo, assalamu'alaikum, Mil," sapa Meka setelah menekan tombol hijau pada layar gadgetnya
"Wa'alaikumsalam. Aku akan berangkat besok sore, Ka. InsyaAllah segala sesuatunya sudah siap," kata Mila di seberang sana.
"Iya, Mil. Kalau aku akan berangkat besok pagi. Aku mengajak Sherly dan Fiani. Jika nanti kita membutuhkan bantuan, ada mereka yang akan membantu kita."
"Ya, sudah sampai ketemu besok ya, Meka. Semoga kita selalu diberikan kelancaran."
"Aamiin."
***
Perjalanan Surabaya-Bandung memakan waktu kurang lebih 10 jam. Cukup melelahkan. Setelah memesan kamar, mereka pun menuju ke kamar masing-masing, untuk sekedar membersihkan badan atau merebahkan badan setelah perjalanan yan cukup jauh.
Navya sudah tertidur di gendongan Mbak Rina. Sejenak Himeka menatap putrinya. Terlihat wajah lelah Navya. Ia pun merasa iba dan diselimuti perasaan bersalah. Namun ia segera menepis perasaan itu. Ia pun juga tidak mau berlarut-larut terbelenggu dalam kesedihan suaminya. Kasian almarhum kalau ia terus menerus dirundung pilu yang berkepanjangan.
Ponselnya bergetar, tanda ada pesan masuk. Ternyata dari Kamila yang menyatakan ia telah sampai sejak dua jam yang lalu dan sekarang telah menunggunya di resto hotel tersebut.
Iya, Mil, tiga puluh menit lagi aku susul kamu, balasnya
Setelah mandi dan berpakain rapi ia bersiap menuju ke resto tempat di mana Mila telah menunggu. Malam ini Himeka mengenakan dress selutut berwarna merah jambu lengkap sling bag dan flatshoes warna putih. Himeka tampak cantik dengan rambut yang dikuncir kuda yang akan mengayun mengikuti irama langkah kakinya.
Segera ia menuju meja nomor 08. Duduk berseberangan dengan Kamila.
"Hai, Kamila apa kabar? Tambah cantik aja Kamu." kata Himeka sembari berjabatan tangan dan cium pipi kanan pipi kiri Kamila
__ADS_1
"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat Meka, aku sehat." jawab Kamila sambil memutarkan badan
"Ohya, Meka, aku turut berduka ya atas meninggalnya suamimu. Maafkan aku yang tidak bisa datang di acara pemakaman almarhum."
"Iya, terimakasih Mil. Tidak apa-apa. InsyaAllah sekarang saya sudah mencoba untuk ikhlas walupun masih sangat sulit." jawab Himeka
Obrolan mereka pun berlanjut ke topik tentang persiapan mereka esok lusa. Dan harus terjeda ketika pramusaji menghidangkan makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka sepakat untuk melanjutkan membahas persiapan festival setelah perut mereka terisi makanan.
Namun ditengah-tengah mereka menyantap makanan, tiba-tiba datang seorang pria bertubuh athletis. Dari wajah dan perawakannya jelas terlihat bahwa ada darah bule yang mengalir ditubuhnya.
"Hai, Himeka Khumari." sapa pria berkemeja navy yang dipadukan dengan celana chinos berwarna cream tersebut mendekat
Himeka tak segera membalas sapaan tersebut. Ia terperanjat. Pria itu membalas dengan senyuman manis yang menampakkan lesung pipinya.
.
.
.
Hayo siapa kira-kira pria yang datang itu?🤔
Dari deskripsinya kelihatan ganteng maksimal ya gaes,🥰
Mau dong dibungkusin satu,wkwkwk😋
Ohya, bagi kalian yang pengen kenalan lebih jauh dengan Kamila Putri,
Yuk kalian bisa datang ke aplikasi Fizzo ya.
Cari judul novel "TITIK NADHIR" karya Eeng Chan
Seperti biasa gaes, jangan lupa like, komen, rate dan favoritkan ya😉
__ADS_1
Terimakasih reader setiaku..😚
Salam Ketjup basah dari si Kepo💋