
Saat Orion dan Mira sudah tidur, Eva dan James menghabiskan waktu berdua. Seperti biasa mereka akan melihat bintang dan planet dari teleskop.
Eva memperhatikan teleskop yang mereka pakai. “James, ini teleskop baru beli?”
“Iya.” James tahu ia akan kena marah. “Semakin canggih teleskop, kita akan semakin jelas melihat bintang.” James beralasan.
“Teleskop yang lama ada di mana?” Teleskop yang lama masih cukup bagus menurut Eva.
“Aku sumbangkan ke panti asuhan supaya anak-anak panti juga bisa melihat bintang dan planet dengan jelas.”
Eva tidak bisa memarahi James.
“Ev, lihat!”
Eva mendekati teleskop dan melihat bintang.
...***...
James mendapatkan kabar baik. “Ev, aku dapet lagu dari August.” James sangat senang. Tidak mudah untuk mendapatkan lagu dari penulis lagu terkenal itu. Walaupun banyak yang me-request lagu dan membayar mahal August, tetapi August tidak akan dengan mudah memberikan lagu ciptaannya.
*Karakter August muncul di bagian B.
__ADS_1
Eva turut senang. James langsung menggendong Orion dan melemparnya tinggi-tinggi. Orion tertawa.
James mulai berlatih lagu ciptaan August. Eva mendengarkan nyanyian James.
“Lagunya luar biasa,” puji Eva.
“August itu memang genius. Lagu-lagunya selalu hits.” James melanjutkan latihan vokalnya. Ia tak mau mengecewakan August. Ia bukan penyanyi dengan suara sangat bagus. Jadi, latihan yang terus menerus akan membuatnya bisa bernyanyi dengan baik.
Hari rekaman tiba.
James berada di studio rekaman yang terletak di dalam rumah August. James melihat Jingga, anak August yang seumuran dengan Orion.
“Apa aku boleh memotret Jingga?” James meminta ijin Violet, istri August, mama Jingga.
James mulai memotret. Ia ingin meng-upload foto selfie mereka berdua. Tetapi James menahan dirinya. Jingga terlalu imut bagi James.
James mulai rekaman. Ada beberapa koreksi dari August. James sudah merekam lagu ciptaan August sebanyak lima kali. August lalu meminta James beristirahat sejenak. August melihat James yang gugup.
Violet menawarkan makan siang untuk James. James awalnya menolak tetapi mencium aroma harum masakan, lidah dan perutnya ingin makan. James akhirnya makan bersama keluarga August.
“Kak August tidak ikut makan?” James hanya melihat Violet dan Jingga saja di meja makan.
__ADS_1
“Ia sepertinya masih sibuk di studio rekaman.” Violet sudah terbiasa makan sendirian jika August sibuk.
“Apa kak August kecewa dengan suaraku, Kak?” James merasa bersalah jika ekspektasi August tidak bisa ia penuhi.
“Tidak. Tadi aku mencuri dengar. Suaramu bagus.” Violet berkata yang sesungguhnya. Keadaan hati James mulai membaik.
“Oh, iya. Aku sering melihat foto-foto Orion di instagram. Mira juga. Mereka berdua itu imut banget.”
“Jingga juga imut.” James jadi ingin punya nak lagi tapi ia harus menahan dirinya. Ia beruntung Eva selamat saat kelahiran putra putri mereka. Ia tak mau kehilangan Eva.
“Apa aku boleh datang ke rumahmu untuk melihat Orion dan Mira?” Violet ingin melihat langsung bayi-bayi yang selalu ia lihat fotonya saja.
“Tentu saja boleh. Bawa kak August juga, Kak. Sebenarnya Eva juga ingin datang ke sini melihat kak August tapi hanya saya yang diperbolehkan datang.”
“Mas Agus juga ingin melihat Orion dan Mira. Ia sebenarnya memberikan lagunya untukmu karena Orion dan Mira.”
“Benarkah? Jadi bukan karena suaraku?” James merasa rendah. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia sudah tahu jika ia hanya menang tampang.
“Suaramu juga bagus. Jangan merasa rendah diri.” Violet menyemangati James.
Agus datang untuk makan bersama. Setelah makan, mereka melanjutkan sesi rekaman.
__ADS_1