Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
B2 Lanjut Ke Bulan Madu


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan masih berlangsung.


Di meja pengantin, Violet melihat pria yang baru saja menjadi suaminya itu. Suami yang baru saja ia kenal kurang dari satu jam yang lalu.


“Usiamu berapa?” Violet bertanya. Akan kurang sopan jika ia hanya memanggil nama jika Agus ternyata lebih tua darinya.


Agus menelan makanan yang berada di mulutnya. “Aku dua puluh tujuh tahun.”


“Berarti kamu ... berarti mas lebih tua dua tahun dari aku. Aku dua puluh lima tahun.”


Violet merasa acara pernikahan mereka seperti bukan acara pernikahan. Tetapi lebih mirip dengan acara kencan buta yang berskala besar dengan memakai kostum pengantin dan banyak tamu.


“Apa pekerjaan Mas?”


“Aku menganggur.”


Eh? Pengangguran? Aku harus hidupin dia? Tapi mungkin pernikahan kami tidak akan bertahan lama. Tidak apa-apa aku menghidupi mas Agus selama beberapa bulan ke depan. Hitung-hitung sebagai balas budi karena ia sudah menyelamatkan mukaku hari ini.


“Rumah Mas di mana?”

__ADS_1


“Aku nggak punya rumah.”


Eh? Nggak pa-pa. Aku punya rumah. Mas Agus bisa tinggal sementara di rumah aku.


Satu persatu tamu pergi. Acara resepsi pernikahan selesai.


Violet mengajak Agus pulang ke rumahnya. Violet dan Agus sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian biasa.


Violet melihat dua tiket pesawat tempat tujuan ia akan berbulan madu setelah acara pernikahan. Violet hendak membuangnya. Ia merasa tak ada gunanya melanjutkan acara bulan madu.


Toh, suaminya sekarang bukan mantan calon suaminya yang ingin ia habiskan waktu bersama. Belum tentu juga Agus mau diajak pergi berdua.


“Tapi ...” Violet merasa ragu.


“Ayo kita berangkat sekarang.” Agus mengajak Violet untuk pergi.


Violet memesan mobil via online dan mereka pun menuju ke bandara.


Di bandara.

__ADS_1


Violet dan Agus check-in kemudian mereka menaiki pesawat. Sepuluh jam kemudian mereka tiba di bandara di kota A. Mobil bandara mengantarkan mereka berdua menuju hotel.


Di kamar hotel, Violet melihat kelopak bunga mawar merah berbentuk hati di ranjang untuk menyambut kedatangan pengantin baru.


Romantis tapi ... Tidak mungkin Violet menghabiskan malam panas dengan pria yang baru ia kenal belum satu hari itu. Ia takut melakukan cinta satu malam atau terkena penyakit karena pergaulan bebas.


Violet juga masih ragu untuk bertanya berapa kali Agus pernah melakukannya karena ini masih hari pertama mereka bertemu dan tidak etis menanyakan hal bersifat pribadi itu.


Violet melihat Agus yang sudah berbaring santai di ranjang sambil menutup matanya hendak beristirahat.


“Mas mau aku pesankan kamar lain?” Violet tahu mereka memang sudah suami dan istri tetapi tetap saja mereka itu pria dan wanita.


“Nggak usah. Jangan buang uang. Kasurnya ini cukup besar buat kita berdua,” ucap Agus masih dengan mata tertutup.


Agus menepuk sisi kasur yang masih kosong. “Kamu capek, kan? Kita istirahat dulu.” Tak lama kemudian terdengar bunyi dengkuran halus dari Agus.


Kenapa Mas Agus nggak risih tidur sebelahan sama aku? Kenapa nggak seperti film-film? Harusnya mas itu tidur di sofa gitu.


Violet yang juga merasa kelelahan memilih untuk berebah di samping Agus. Ia menaruh bantal di tengah tapi ia batalkan karena hanya ada dua bantal. Satu bantal sudah dipakai Agus. Dan Violet tidak bisa tidur tanpa bantal.

__ADS_1


__ADS_2