Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
D8 Permintaan Ibu Hamil


__ADS_3

“Arman pernah jadi apa?” Ellen penasaran. Ia tidak mengenal betul suami dadakannya itu.


Arman menatap tajam Elijah. Ia berbisik di telinga Elijah. “Satu kata terucap. Aku patahkan lehermu. Kamu tahu aku bisa melakukannya.”


“Patahkan saja. Aku tidak takut.” Elijah balik menantang. Ia memang suka memancing emosi sahabatnya itu. “Kamu yang seharusnya takut. Jika aku mati siapa yang akan merawat Ellen.” Elijah mempunyai kemampuan yang mumpuni. Banyak pasien yang sembuh di tangannya.


“Baiklah. Aku kalah lagi.” Arman mengalah. 


“Kamu mau lihat Arman jadi apa?” Elijah memperlihatkan video Arman. 


“Ini Arman?” Ellen menyaksikan dance cover dari Arman.


“Kapan video ini diambil?” 


“Beberapa tahun yang lalu saat Arman mengikuti audisi global untuk menjadi trainee di salah satu perusahaan entertainment di Korea.”


“Apa Arman lolos?”


“Lolos. Ia sudah berada tahap final. Tapi ia batal berangkat.”


“Kenapa?”


“Saat itu Tante Siska sakit keras. Tante hampir meninggal. Arman yang merawat tante sampai tante sembuh.”


Aku nggak pernah tahu jika Arman jago menari. Aku pikir Arman tidak menyukai hal seperti itu.


“Kamu minta saja ia menari. Ia pasti mau. Lagu girl group ia juga bisa. Mau lihat videonya?”

__ADS_1


“Jangan ...” Arman merasa malu. Tetapi bukan Elijah namanya jika menuruti perkataan Arman. Ellen sesekali tersenyum.


“Saat sakit, manusia memang perlu obat. Tetapi saat hatinya bergembira itu juga obat. Ini bukan video memalukan tetapi obat bagi Ellen.”


“Aku lupa. Tadi aku bawa makanan titipan tante Siska.” Elijah sebelumnya mampir ke rumah Siska. Boleh dibilang Siska itu sudah seperti ibunya sendiri.


Elijah ikut mengambil piring untuk dirinya sendiri. Tanpa disuruh ia langsung menganggap rumah Arman itu rumahnya sendiri. Arman hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan temannya yang agak di luar batas itu.


Saat Elijah sedang makan.


“Maaf. Elijah itu orangnya tidak bisa diatur. Ia sering bersikap seenaknya sendiri.”


“Aku tidak masalah. Lebih baik ia terbuka daripada tertutup. Jika tertutup kita tak pernah tahu isi hatinya.”


“Apa kamu bisa menari lagu dari Kai?” tanya Ellen.


“Iya.”


“Aku bisa menari Mmmh dan Peaches. Lagu-lagu Exo aku juga bisa.”


Ellen lalu menyetel lagu peaches dari Kai EXO. Arman mulai menari.


“Kai biasanya suka pamer perut six packnya kalau lagi nari," ucap Ellen.


“Kamu mau lihat?” Arman berbalik. Ia melihat perutnya terlebih dahulu. Masih ada six pack.


“Kamu harusnya minta Ijah nari juga. Ia lebih jago nari dari aku. Ijah sering menang lomba menari. Dan audisi itu Ijah sudah lolos tapi ia lebih pilih kuliah kedokteran daripada debut jadi idol.”

__ADS_1


“Benarkah? Aku pikir ia nggak bisa nari. Tapi video yang ia tunjukin itu cuma videomu. Kalau ia suka ceplas-ceplos harusnya ia pamer video waktu ia menari.”


“Tariannya akan membuat wanita berteriak histeris.”


“Benarkah?”


“Bukankah ia ada aura playboy.”


“Aku kira kamu yang playboy.”


Elijah tiba-tiba nongol.  “Lagi ngomongin aku?”


“Arman itu nggak playboy. Dekat cewek aja ia langsung kerngat dingin. Kulitnya tersentuh cewek aja, ia langsung mersa seperti tersetrum," kata Elijah.


“Boong!” Ellen tidak percya.


“Aku ketahuan. He .. He ... He ...”


Ellen tahu karena begitu banyak wanita yang Arman kenalkan saat Ellen masih bersama Adly.


“Kata Arman kamu bisa menari?” tanya Ellen.


“Bisa. Tapi bayaranku mahal.”


“Walaupun ibu hamil yang memintanya?”


“Baiklah. Aku tidak mau timbilan.” Elijah mulai meregangkan tubuhnya. 

__ADS_1


__ADS_2