Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
L RAISA & RAYHAN


__ADS_3

Di sebuah rumah. Terjadi bencana besar di sana.


“Rachel, Claudia sudah mengangkat ponselnya?” Ayah Rachel bertanya lagi.


“Belum, Yah,” jawab Rachel. Ia mencoba lagi menelpon sang adik yang tidak ada di rumah. Claudia, angkat telponnya.


Ayah dan ibu Rachel menjadi kalang kabut. 


“Rachel, kamu harus bantu Ayah. Kamu harus gantiin Claudia nikah sama Richard. Jika kamu tidak menikah dengan Richard, usaha Ayah bisa bangkrut.” Ayah Rachel terpaksa menikahkan putrinya dengan Richard karena alasan finansial.


“Richard hidupnya juga tidak lama. Dokter bilang umurnya tinggal satu bulan lagi. Setelah kamu jadi janda, kamu bisa menikah dengan Lucas.”


Rachel terpaksa menuruti permintaan sang ayah. Ia meminta maaf ke Lucas. “Kak, maafkan aku. Kakak pasti mengerti kan. Claudia pergi dari rumah. Aku yang harus menikah dengan Kak Richard. Tetapi setelah Kak Richard meninggal, aku bisa menikah dengan Kakak. Sebulan saja seperti yang dokter bilang.”


Lucas tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga tidak punya uang untuk membantu perusahaan ayah Rachel. 


Rachel akhirnya menikah dengan Richard. Ia melihat Richard yang terbaring lemah. Kak, cepatlah mati. Aku harus segera kembali ke kak Lucas. Maafkan aku Kak berdoa yang terburuk untuk Kakak.


Tetapi satu bulan itu Richard masih hidup. Rachel masih berstatus istri dari Richard. Dan datanglah berita buruk. Orang tua Richard meminta lebih dari Rachel. Tidak hanya menikah tetapi Rachel harus mengandung anak dari Richard. 


Kak Richard kan nggak bisa ...?


Rachel akan menjalani proses bayi tabung. Richard akan dioperasi dan diambil benihnya untuk membuahi sel telur Rachel.


Rachel semakin merasa bersalah dengan Lucas. Ia menghindar dari Lucas. Proses bayi tabung berjalan lancar. Orang tua Richard meminta hanya benih bayi laki-laki yang boleh masuk ke tubuh Rachel.


Rachel hamil. Ia mengandung anak Richard. Entah dari mana ada perasaan yang tumbuh dari hati Rachel. “Kak, sadarlah. Apa Kakak tidak mau melihat bayi kita?” Rachel ingin ada yang mendampingi dirinya saat kehamilannya dan kelahirannya.


Rachel selalu menemani Richard. “Kak, lihat anak kita.” Rachel menunjukkan foto USG bayi mereka yang masih mungil. “Dokter bilang bayi kita kembar.”

__ADS_1


Rachel menyentuhkan tangan Richard ke perutnya yang masih rata. “Kak, bangun. Aku butuh Kakak. Jangan pergi sebelum bayi kita lahir.”


Di lain hari Rachel akan mengobrol hal lain. “Kak, nama apa yang sebaiknya kita beri ke anak kita? Richard, **.? Rayhan? Rafael? Aku ingin nama anak kita inisialnya juga R sama seperti kita.”


Hari ini Rachel mendengar berita besar. Dokter mengatakan bayi yang ia kandung bukan dua laki-laki tetapi satu perempuan dan satu laki-laki. “Kak, dokter salah taruh benih kita. Ada anak perempuan dan anak laki-laki di perutku. Nama apa yang bagus untuk anak kita yang perempuan? Apa aku boleh menamainya Raisa? Aku suka dengar suara nyanyian Raisa.”


Sore harinya Rachel menangis. “Kak, bangun. Papa dan Mama Kakak tidak suka dengan bayi perempuan kita. Mereka akan menyerahkan Raisa ke panti asuhan saat ia lahir. Bangun, Kak. Tolong aku. Aku ingin membesarkan kedua bayi kita. Aku tak ingin berpisah dengan Raisa. Bangun, Kak. Aku butuh bantuanmu.” Rachel menyentuh perutnya yang sudah membesar karena mengandung bayi kembar.


Saat hampir lahiran. Rachel masih berharap jika Richard bisa bangun dan membantunya menyelamatkan putri mereka. “Kak, bangun. Aku takut. Kita akan berpisah dengan Raisa. Mama dan Papa hanya membelikan perlengkapan untuk Rayhan. Tidak ada perlengkapan untuk Raisa.”


Rachel memohon lagi ke papa dan mama mertuanya. “Pa, Ma. Jangan pisahin Rachel dengan Raisa.” Suatu permohonan yang sia-sia.


Rachel memutuskan untuk pergi. “Kak, maafkan aku. Aku tidak bisa menemui Kakak lagi. Aku harus segera pergi dari sini. Aku harus menyelamatkan Raisa.”


Rachel meminta bantuan Lucas untuk minggat. Rachel sudah tidak peduli dengan nasib perusahaan sanh ayah. Yang terpenting adalah anaknya. Mereka berhasil lolos dari penjagaan.


Beberapa hari kemudian Rachel melahirkan Raisa dan Rayhan. Ia membesarkan mereka dengan Lucas. Saat Raisa dan Rayhan mulai berbicara mereka menyebut Lucas dengan sebutan Papa.


“Papa ...” Raisa dan Rayhan menyambut kedatangan Lucas yang baru saja pulang bekerja dengan langkah kecil mereka.


Rachel ingin mempertemukan Raisa dan Rayhan dengan ayah kandung mereka tetapi itu akan membahayakan Raisa.


Richard tiba-tiba terbangun dari komanya. Ia mengetahui perbuatan orang tuanya. Ia mencari keberadaan Rachel dan kedua anak mereka.


Di mana kalian? Papa harus bisa menemukan kalian.


Richard mencari dan mencari dan akhirnya menemukan mereka. “Rachel ...”


“Kak Richard ...” Rachel memeluk Richard. “Kakak sudah sadar?”

__ADS_1


“Di mana anak-anak kita?”


“Mereka ada di sana. Raisa ... Rayhan ...” Rachel memanggil kedua anaknya yang sedang bermain bersama. Mereka menghampiri Rachel. Rachel bingung harus memperkenalkan apa Richard kepada mereka.


“Ini Om Richard.” Maafkan aku, Kak. Mereka masih kecil. Mereka hanya tahu jika Kak Lucas ayah mereka.


Richard tahu Rachel menyembunyikan identitas dirinya.


“Papa ...” Mereka melihat Lucas. Lucas melihat Richard. Richard akan membawa Rachel dan anak-anaknya. 


Richard memutuskan untuk berbicara bertiga dengan Rachel dan Lucas sementara putra dan putri mereka bermain di kamar.


“Yayhan ... Om itu miyip Yayhan.” Raisa melihat kemiripan Rayhan dan Richard.


“Iya. Miyip.”


“Aku akan menceraikan Rachel. Tetapi ijinkan Raisa dan Rayhan mengetahui jika aku adalah ayah kandung mereka. Kalian bisa merawat mereka. Tetapi ijinkan aku untuk melihat mereka.”


“Bagaimana dengan orang tua Kakak? Aku takut mereka akan membuang Raisa.”


“Aku tidak akan membiarkan Raisa dibawa mereka. Aku sudah menyewa bodyguard untuk Raisa. Rachel, maafkan kelakuan kedua orang tua ku.”


Richard menceraikan Rachel. Rachel kemudian menikah dengan Lucas. “Kak, akhirnya kita bisa menikah. Maaf Kakak harus menunggu lama.”


Lucas mencium Rachel. 


“Yaisa juga mau dicium Papa.” ucap Raisa.


“Yayhan juga mau cium Mama.” Rayhan tak mau kalah.

__ADS_1


Richard juga sudah menemukan cintanya sendiri. 


End.


__ADS_2