
"Hai, Himeka Khumari." sapa pria berkemeja navy yang dipadukan dengan celana chinos berwarna cream tersebut mendekat
Himeka tak segera membalas sapaan tersebut. Ia terperanjat. Pria itu membalas dengan senyuman
manis yang menampakkan lesung pipinya.
"Devano?" Himeka menyebutkan nama pria di depannya. Ia masih belum bisa menyembunyikan wajah kagetnya.
Sudah sepuluh tahun lebih ia tidak mengetahui kabarnya.Ya, sejak peristiwa saat itu. Kini orang tersebut berdiri di depannya.
POV DEVANO
Perutku terasa lapar. Aku pun keluar kamar dan menuju ke resto hotel dengan maksud untuk memesan makanan. Setiba di Resto tersebut, aku melihat seseorang yang tidak asing buatku. Seseorang yang sangat kurindukan dalam 10 tahun terakhir ini.
Dia masih sama seperti dulu. Dia cantik dan selalu terlihat cantik. Dress merah jambu yang ia kenakan sangat serasi di tubuhnya.
Kabar terakhir yang kuterima, sekarang statusnya adalah janda. Suaminya baru saja meninggal dalam bertugas.
Ku langkahkan kaki menuju mejanya. Ia duduk bersama temannya. Ingin ku sapa dengan panggilan sayangku ke dia. Meme, begitulah dulu aku sering memanggilnya. Namun urung kulakukan dan ku sapa dia dengan menyebutkan nama lengkapnya.
"Hai, Himeka Khumari."
Ia terperanjat. Mungkin kaget melihatku. Aku hanya tersenyum.
Pov Devano end
Devano Abisatya, ia adalah mantan pacar dari Himeka Khumari. Namun sayang hubungan mereka harus berakhir, karena orangtua Devano tidak merestuinya.
Devano berasal dari keluarga yang cukup terpandang dan kaya. Sedangkan Himeka adalah seorang anak yatim yang sangat sederhana. Hal materi dan status itulah yang menjadikan orang tua Devano tidak merestui hubungan mereka.
Namun sayang, Devano menyerah memperjuangkan kisah cintanya ketika orangtuanya mengancam akan membekukan semua fasilitas yang ia dapatkan dari orang tuanya. Saat itu Himeka pun juga pasrah akan keputusan Devano yang memutuskannya.
Bermaksud untuk bisa melupakan Himeka, Devano pun menerima tawaran untuk pindah kuliah di luar negeri. Namun alih-alih melupakan, ia malah selalu mengingat Himeka. Hatinya sudah tertaut pada Himeka. Hingga sampai saat ini pun ia masih melajang.
Bahkan hatinya pun ikut hancur ketika mengetahui Himeka menikah dengan seorang pilot. Mengetahui Himeka bahagia dengan pasangannya, ia pun turut bahagia. Bukankah cinta yang tulus itu adalah mencintai orang yang dicintai bahagia, bukan?
Dan ketika Himeka sudah menyandang status janda ternyata semesta mengizinkan untuk mereka bertemu kembali.
Hal tersebut berbeda dengan Himeka. Ketika Devano memutuskan hubungannya dulu, Himeka pun sekuat tenaga melupakan kisah cintanya. Walaupun tertatih, Himeka berhasil untuk mengeluarkan nama Devano dari hatinya dan menggantikannya dengan nama Danadyaksa.
__ADS_1
***
Devano menarik kursi di sebelah Himeka. Ia duduk di sana.
"Me, saya turut berduka atas meninggalnya suami kamu. Semoga beliau husnul khatimah. Aamiin. Sabar ya, Me." ucap Devano berbela sungkawa atas meninggalnya suaminya Himeka
"Iya, Dev. Terimakasih." jawab Himeka dengan senyum sekilas.
"Bagaimana kabar ibu kamu, Me?" tanya Devano menanyakan ibunya Himeka.
"Beliau juga sudah wafat 4 tahun yang lalu." jawab Himeka dengan pandangan lurus
" Turut berduka atas meninggalnya Ibu kamu, Me."
"Terimakasih, Dev." jawab Himeka sembari memainkan sedotan pada gelas berisi lemon juice yang tinggal separo.
"Oh ya, Dev. Ini kenalin temen aku, Kamila Putri. Mila, ini kenalin teman aku Devano Abisatya." lanjut Himeka memperkenalkan keduanya
Mila dan Devano pun berjabat tangan dan saling menyebutkan namanya.
Sejenak mereka pun larut dalam obrolan ringan. Mulai dari sekedar basa basi sampai ke topik festival yang diikuti.
Sebelumnya Devano mengajak janjian untuk besok bertemu. Namun Himeka menolak dengan alasan besok ia akan sibuk. Sebenarnya itu bukan alasan Himeka yang dibuat-buat. Ia benar-benar sibuk untuk mempersiapkan untuk acara final yang akan dilaksanakan lusa.
***
Himeka berdiri di samping jendela besar kamar hotelnya. Pandangannya langsung tertuju ke jalan raya. Ia melihat lalu lalang kendaraan yang membelah jalanan.
Cuaca di kota Bandung cukup cerah. Pagi ini sebelum janji bertemu dengan Kamila, Himeka mau mengajak Navya pergi ke mall yang tak jauh dari hotel. Ia ingin membelikan Navya mainan dan beberapa snack agak Navya tidak rewel ketika ditinggal kerja menyiapkan acara besok.
Navya menyambut dengan antusias ajakan dari bundanya. Terlihat ia sudah siap dengan baju pink bergambar minnie mouse yang melekat ditubuhnya lengkap dengan bando dengan karakter senada untuk mempercantik tampilannya.
"Ayo, Bunda, Vya udah siap." ajak Navya
"Yuk, sayang." Himeka menggandeng tangan mungil putrinya dan bersiap menuju mall yang dimaksud.
"Me, ini anak kamu ya?"
Ketika baru keluar dari lift, ia berpapasan dengan Devano di depan lift.
__ADS_1
"Iya, Dev. Ini anak aku." jawab Himeka
"Vya sayang, ini om Devano. Ayo, salim!" pinta Himeka kepada putrinya.
Navya patuh. Ia langsung menjulurkan tangannya dan mencium tangan Devano.
"Anak yang pinter." ucap Devano sambil mengusap rambut Navya
"Kalian mau kemana?" tanya Devano
"Ini, aku mau ke sebelah dulu, beliin mainan untuk Navya."
"Ya sudah yuk aku antar saja." tawar Devano
"Lah, bukannya kamu mau naik, Dev? Udah gak apa-apa kita sendiri aja."
"Aku antar aja, Me. Sekalian ada yang mau aku beli juga kok." jawab Devano alasan
"Ya, sudah kalau begitu."
Mereka pun pergi bersama-sama. Devano inisiatif untuk menggendong Navya. Namun Navya menolak. Ia mengatakan kalau sudah besar jadi ingin jalan sendiri. Devano pun dibuat semakin gemas dengan anak dari mantan kekasihnya itu.
.
.
.
Maafkan Mita yang selalu telat update ya.
Maafkan juga kemarin Mita tidak Up karena ada kegiatan d RL.
Terimakasih yang sudah mendukung karya Mita.
Semoga diberikan rezeki yang berkah dan dilancarkan segala urusannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komennya ya. Jangan lupa juga untuk kasih rate 5 dan difavoritkan.
Salam ketjup basahđź’‹
__ADS_1