
Siang ini suasana di butik Himeka terpantau sibuk. Pasalnya besok akan diadakan pembukaan butik Himeka. Atau istilah kerennya Grand Opening. Papan nama sudah terpasang sejak kemarin sore. Namun masih tertutup oleh tirai hitam. Rencananya tirai tersebut akan dibuka besok saat peresmian butik.
Himeka dibantu dengan para crewnya kini sedang menata beberapa baju di ruang display. Kebanyakan dari karya Himeka saat ini adalah outfit yang sedang trend saat ini. Namun ada juga beberapa gaun pesta yang tertata apik di tempatnya. Beberapa manekin pun tak luput dari balutan karya indah Himeka.
"Bu, ini apa tidak sebaiknya dipasang di manekin saja? tanya Santy sambil membawa gaun pesta bewarna merah menyala dengan ornamen warna gold yang menambah kemewahan gaun tersebut.
"Iya, boleh San." jawab Himeka
"Bunda." teriak Navya digendongan pria paruh baya. Ia baru datang. Segera Himeka menghampiri beliau.
"Papa kapan sampai Surabaya? tanya Himeka kepada mertuanya sembari mencium tangan Pak Dhirga
" Tadi pagi jam 10. Sengaja papa tidak telp kamu, takut ganggu kamu. Makanya papa langsung ke rumah saja." jawab Pak Dhirga sambil mentoel pipi Navya
"Tidak repot papa, kan Meka dibantuin sama yang lainnya." mata Himeka diakhiri dengan senyum
"Yuk duduk dulu, Pa, Meka buatin minum dulu." Himeka mengajak Pak Dhirga di salah satu sudut di ruangan lantai satu tersebut. Di situ terdapat satu set sofa yang langsung menghadap ke ruang fitting baju.
"Mbak Susy, tolong buatkan kopi ya, gulanya sedikit saja." perintah Himeka kepada salah satu pekerjanya.
"Baik, Bu." jawab Susy dan langsung menuju ke pantri yang terletak di belakang tangga menuju lantai dua.
"Alhamdulillah ya Meka, akhirnya salah satu keinginan kamu yang sempat terkubur kini perlahan terwujud." kata Pak Dhirga.
Beliau ingat bahwa Himeka memang pernah punya keinginan untuk berkarya dibidang fashion design namun ia harus mengubur impiannya karena memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah menikah dengan putranya, Danadyaksa.
"Iya, Pa. Meka juga nggak nyangka Meka bisa sampai pada tahap ini." jawab Himeka
"Kakek,Bunda, Navya ke sana dulu ya, ada Amel baru datang." kata Navya sambil menunjuk ke arah pintu masuk. Terlihat Andini dan putrinya, Amel melangkahkan kakinya masuk ke dalam butik Himeka.
"Amel..... " teriak Navya berlari ke arah Amel. Dan mereka pun langsung tos persahabatan sebagai tanda mereka bertemu. Lucu, tapi memang seperti itulah dunia anak-anak.
"Assalamu'alaikum Tante Andini, itu bunda ada di sana, bunda lagi sama kakek."
"Waalaikumsalam anak cantik, ya sudah Tante ke bunda dulu, ya." jawab Andini sembari membelai rambut Navya.
Andini berjalan ke arah Himeka dan papa mertuanya sedang duduk.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, Pak Dhirga, Himeka" sapa Andini dengan dibarengi bersalaman.
"Waalaikumsalam." jawab Pak Dhirga dan Himeka
"Mana Rianti?" tanya Himeka
"Rianti hari ini ada acara mendadak, jadi sepertinya dia datang besok pas acara grand opening." jawab Andini
"Iya, tidak apa-apa."
Mereka bertiga pun mengobrol. Beberapa kali terdengar Pak Dhirga yang memuji menantunya adalah sosok wanita yang tangguh. Di tinggal mendiang suaminya, ia tidak serta merta selalu terpuruk dalam keadaan. Namun, ia berusaha untuk bangkit.
Ponsel Himeka bergetar, pertanda ada panggilan masuk. Ya, beberapa hari ini Himeka entah mengapa nyaman dengan mode silent di HPnya. Nama Devano memenuhi layar. Ia tidak mungkin mengangkat telpon di depan mertuanya.
"Maaf, Pa, An. Aku angkat telp dulu ya." izin Himeka
"Iya, Meka." jawab Andini. Sedangkan Pak Dhirga hanya memberikan sebuah anggukan saja.
Setelah agak menjauh dari tempat Pak Dhirga dan Andini, segera Himeka menekan tombol hijau pada layar.
"Assalamu'alaikum, Dev." sapa Himeka terlebih dahulu
"InsyaAllah hampir 100 persen Dev." jawab Himeka
"Alhamdulillah, semoga lancar terus sampai besok ya, Me."
"Aamiin, makasih Dev."
"Oh ya, ak terbang ke Surabaya nanti malam pesawat jam 7 malam."
"Iya, Dev. Hati-hati ya."
"Besok acaranya rencananya jam berapa, Me?"
"InsyaAllah jam 10 pagi, Dev."
"Aku pasti datang, Me. Ya sudah aku tutup dulu ya Me telponnya. Sampai ketemu besok. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Iya, Dev. Waalaikumsalam."
***
Hari sudah sore. Waktu sudah menunjukkan jam 17.00. Navya dan kakeknya sudah pulang 3 jam yang lalu. Begitu pun dengan Andini dan Amel, mereka pamit sebelum Pak Dhirga.
Kini Himeka masih berada di butik dengan ditemani oleh Valea. Santi, Viani, dan karyawan yang lain sudah pulang setengah jam yang lalu.
"Val, bagaimana menurutmu? Apa yang masih kurang ya? tanya Himeka. Walaupun sebenarnya nampak sudah selesai 100 persen namun Himeka khawatir masih ada celah kekurangan. Wajar, Himeka ingin tampil sempurna dan memberikan kesan yang menarik saat grand opening besok.
" Kalau menurut Val sih semua udah sempurna, Bu. Semoga besok acaranya lancar ya, Bu."
"Aamiin."
"Ya sudah, kita pulang sekarang yuk, Val keburu maghrib."
"Iya, Bu. Kalau begitu Val pamit dulu ya, Bu."
"Iya, Val hati-hati ya."
Sepeninggal Valea, Himeka mengelilingi rak-rak yang memajang karyanya. Ia tersenyum puas atas pencapaiannya.
Setelah puas mengamati designnya yang kini sudah berbentuk potongan baju dan gaun, ia berjalan menuju ruangannya untuk mengambil tas. Ia duduk di kursinya dan merapikan beberapa kertas yang berserakan di meja dan memasukkan ke dalam laci. Ketika membuka laci, pandangannya disambut oleh foto berbingkai kayu yang menampilkan seorang laki-laki dengan pakaian pilot tersenyum manis. Sengaja ia letakkan foto tersebut di laci meja bukan di atas meja. Ia meraih foto tersebut dan mendekatkannya di dada. Seolah ia sedang memeluk erat almarhum suaminya.
"Mas, seharusnya kamu melihat ini semua, Mas. Impianku terwujud." kata Himeka sembari mengusap lembut foto mendiang suaminya.
"Bahagia di sana ya, Mas. InsyaAllah doaku nggak akan putus untukmu." Setetes air mata lolos membasahi pipi. Segera Himeka menghapusnya kemudian tangannya terulur menyimpan kembali foto tersebut ke dalam laci. Setelahnya, Himeka meraih tasnya dan berniat untuk pulang ke rumah. Navya pasti sudah menunggunya.
.
.
.
Tinggalkan jejak kalian ya gaes.
Terimakasih..
__ADS_1
Love love love semangkok bakso dan segelas lemon tea🍹
Salam Ketjup Basah💋💋