Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
G7 Happy Ending


__ADS_3

Setelah beberapa kali main, Victor merebahkan tubuhnya di samping Sabrina. 


“Servismu yang terbaik,” puji Sabrina. Salah satu alasan kenapa ia berselingkuh dengan Victor di belakang Bagas.


“Kau tak mau menikah denganku?” Victor mulai jatuh hati dengan Sabrina. Tidak. ia selalu mencintai Irene walaupun Irene pernah berselingkuh saat mereka masih berpacaran.


“Aku mau kalau uangmu sudah sebanyak Bagas.” Sabrina hanya menyukai uang.


Victor merasa kalah. Ia memang termasuk jajaran orang kaya tetapi harta yang ia punya masih jauh di bawah Bagas.


“Bukankah servis dariku sudah menutupi semua kekuranganku?”


“Manusia butuh uang. Aku butuh uang yang banyak untuk hidup.” Sabrina tidak bisa meninggalkan gaya hidup mewahnya. Ia menyukai tas branded, baju branded, sepatu branded, aksesoris branded.


“Aku bisa membelikan semua barang yang kamu inginkan.”


“Ha ... Ha ... Ha ...” Sabrina mentertawakan Victor. “Rumahmu saja kalah besar dari Bagas.”


“Jadi, kamu tidak mau menikah denganku?”


“Tidak. Aku hanya mau menikah dengan Bagas.”

__ADS_1


Victor mengambil pisau buah yang berada di dekatnya. Ia menikam Sabrina berkali-kali. 


Jika aku tidak bisa memilikimu, maka tak ada pria lain yang boleh memilikimu. 


Sabrina meninggal.


Berita pembunuhan Sabrina tersebar ke seluruh penjuru kota. Terjadi kehebohan. Julia pun tak luput dari mendengar berita itu secara Victor adalah teman baik Bagas.


Victor dihukum dan harus mendekam di penjara. Ia mengakui perbuatannya dan itu membuatnya dihukum sedikit lebih ringan.


Bagas menjenguk Vctor. 


“Hai, Bro ...”


“Alice akan punya adik tahun depan. Irene hamil.” Bagas memberitahu Victor.


“Katakan pada Irene jika ia harus berterima kasih padaku.”


“Karena apa?”


“Ia pasti tahu alasannya.” Victor kembali ke dalam selnya.

__ADS_1


Bagas pulang ke rumah. Ia memberitahu Irene perkataan Victor tadi. “Victor bilang jika kamu harus berterima kasih padanya. Apa yang sudah ia lakukan padamu?”


Julia menggelengkan kepalanya. “Aku juga tidak tahu.” Jauh di dalam hati Julia, ia berterima kasih kepada Victor.


Sejak kedatangan Sabrina, sejak perkenalan di pesta itu. Sabrina terus menerus meneror Julia. Julia merasa resah tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sabrina mengancam akan menyebar foto-foto bug** Julia yang Sabrina ambil sebelum ia menjalani operasi plastik.


Tetapi Julia tidak peduli. Ia memang Julia. Walaupun fotonya disebar, yang terkena dampaknya bukan dirinya yang sekarang tetapi pemilik tubuh Julia yang tubuhnya juga sudah tidak ada karena permak di sana sini.


Dan sekarang Sabrina telah tiada. Suasana menjadi tenang kembali. Tidak ada teror lagi. Ia bisa menjalani kehidupan normalnya kembali. Hal yang juga berdampak baik ke kandungannya.


Bagaimana Julia bisa hamil? Berawal dari ciuman dari Bagas, secara naluri mereka melakukannya karena Bagas mencintai Julia dan Julia juga mencintai Bagas. Mereka menjadi satu malam itu. Dan menjadi satu lagi di malam-malam berikutnya. Dan akhirnya Julia hamil.


“Mama ...” Alice yang baru saja pulang sekolah memeluk Julia. “Alice dapet nilai seratus.”


“Anak Mama memang pintar,” puji Julia sambil menepuk-nepuk ringan rambut Alice.


“Adik bayi ... nanti Kakak Alice ajari adik bayi kalau adik bayi sudah sekolah.” Alice mengusap perut Julia yang sudah menonjol.


“Cup.” Alice mengecup perut Julia.


“Ganti bajunya dulu. Baru makan siang.”

__ADS_1


“Iya, Ma.”


End.


__ADS_2