
“Kita foto di sini Mas.” Violet memilih dinding yang kosong agar foto dirinya nampak jelas.
“Fotonya foto close-up dan foto full body," ujar Violet. Agus mulai memotret Violet.
Violet melihat hasil jepretan Agus. Ia lalu merekam video perkenalannya. “Selamat pagi. Nama saya Violet. Saya berumur 25 tahun. Tinggi saya ... cm dan berat badan saya ... kilo. Keahlian saya ...” Violet bingung dengan keahliannya. “Saya bisa bermain gitar.” Violet berbohong.
Video perkenalan selesai dibuat.
“Apa kamu bisa bermain gitar?” Agus bertanya hal yang ia sudah tahu jawabannya.
“Aku tidak bisa bermain gitar.”
“Tetapi tadi kamu bilang kamu bisa.”
“Katanya kalau bisa main alat musik itu bisa jadi nilai plus. Kalau aku belajar dari sekarang, waktu panggilan audisi aku sudah bisa main gitar. Kata Steven, Mas bisa main gitar. Mas Agus ajari aku, ya.” Violet menunjukkan puppy eyesnya yang membuat luluh Agus.
__ADS_1
“Biaya les gitar sama aku mahal.”
“Aku nggak punya uang.”
“Tapi buat kamu gratis asal belajar yang benar.”
“Terima kasih, Mas.” Violet langsung memeluk Agus saking senangnya. Violet tersadar. Dia melepas pelukannya dengan canggung.
“Sekarang kita pergi beli gitar.” Agus mengambil kunci mobil.
“Itu cuma untuk koleksi. Banyak yang sudah tua. Bisa putus senarnya kalau kita mainkan.”
Agus membawa Violet ke toko gitar dan memilih gitar untuk pemula. Agus memilih dengan teliti. Ia mengambil satu gitar dan Violet mencobanya. Agus tidak puas. Ia mengambil gitar berwarna hitam dengan lis putih.
Setelah melihat-lihat dan mencoba beberapa gitar, Agus memutuskan untuk membeli satu gitar untuk Violet berlatih.
__ADS_1
Mereka hendak pulang ke rumah. Agus melewati mall yang terdapat gedung bioskop. Ia memutuskan untuk membawa Violet menonton bioskop di gedung mall itu. Ia membeli tiket dan membeli camilan untuk mereka makan di dalam gedung bioskop.
Violet sudah lama tidak menonton film di layar lebar. Ia terlihat antusias. Saat menunggu di depan pintu masuk nomor 1, ia melihat lagi mantan calon suaminya. Kali ini dengan wanita yang berbeda lagi. Violet mendekati wanita itu.
“Hati-hati dengannya. Ia sudah pernah menipuku. Uangku dibawa kabur olehnya. Bukan itu saja. Ia juga meninggalkan diriku saat hari H pernikahan kami.” Violet tak ingin ada korban lagi. Jika wanita itu tetap memilih melanjutkan hubungannya itu adalah hak wanita itu. Setidaknya ia sudah mengingatkan.
Violet melihat wanita itu dan mantan calon suaminya bersitegang. Sang pria berdalih jika Violet berbohong sedangkan sang wanita sepertinya memang sudah terperangkap dengan rayuan manisnya.
Terdengar bunyi bel khas bioskop. “Mohon perhatian Anda. Pertunjukan film di teater satu telah dimulai. Harap Anda segera memasuki ruangan teater. Pada para penonton yang telah memiliki karcis teater satu tetapi masih berada di luar teater. Kami persilahkan untuk segera masuk karena pertunjukkan film telah dimulai.” Suara khas operator terdengar.
Agus menggandeng tangan Violet dan mengajaknya masuk. Violet menikmati apa yang ia tonton. Sesekali ia menangis karena jalan cerita yang sedih. Sesekali ia tertawa saat ada momen lucu.
Film selesai diputar. Agus membawa Violet pulang. Mereka terkejut saat melihat mobil mereka sedikit terbuka padahal Agus belum memencet remote mobilnya untuk membuka mobil yang terkunci.
Violet mengecek ke dalam mobil. Gitar yang baru mereka beli hilang dicuri. “Kak, gitarnya hilang.”
__ADS_1