Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
H5 Berita Hoax


__ADS_3

“Bravo ... Bravo ...” puji Tuan Rumah.


“Encore ... Encore ...” Para tamu undangan meminta Vincent bermain piano lagi. Tiket piano pertunjukkan Vincent selalu sold out dan susah didapat. Beruntungnya mereka yang bisa mendengarkan secara gratis.


Vincent memainkan satu lagi lalu ia mengakhirinya dengan sikap menundukkan kepala. 


Vincent dipandu lagi oleh Ariel. “Tu ... Kak Vincent. Ini ada makanan ringan untuk Anda makan.” Ariel membawa piring kecil berisi camilan.


Vincent berbisik. “Bicaramu jangan terlalu kaku begitu. Ingat! Di sini peranmu adalah sebagai kekasihku dan kita sudah tinggal bersama.” 


“Maafkan saya Tu ... Kak Vincent.”


“Suapi aku.” Vincent membuka mulutnya.


Ariel menyuapi Vincent yang disambut dengan bisik-bisik tamu undangan. Abu juga berkeliling ke tamu-tamu sambil menyebar berita hoax yang tidak sepenuhnya hoax bahwa Vincent akan segera menikah dengan Ariel. Hal ini untuk mengurangi penyerbuan para wanita ke Vincent. Vincent terlalu risih dengan para wanita yang menginginkannya.


“Tuan Manajer, siapa wanita itu?” tanya salah satu tamu.

__ADS_1


“Dia Ariel. Calon istri Tuan Vincent. Nona Ariel bahkan sudah tidur di kamar yang sama dengan Tuan Vincent. Mungkin sebentar lagi Nona Ariel hamil. Lihat aja perut buncitnya. Jangan-jangan Nona Ariel memang sudah hamil.”


“Benarkah? Aku nggak punya kesempatan lagi dong.” Wanita muda itu kesal kesempatan untuk bersanding dengan Vincent sudah tertutup rapat.


Abu mulai mencari mangsa lagi untuk menyebar berita hoax hubungan Ariel dengan Vincent.


Di tempat Ariel berada. Ia merasa risih diperhatikan terus oleh para tamu. Terutama saat mata mereka melihat perut Ariel.


Apa karena perutku kelihatan buncit? Aku harus diet! Tapi makanan di sini begitu menggugah selera. Ariel membatalkan dietnya. 


“Ada makanan apa lagi?” tanya Vincent. Ia sudah selesai mengunyah makan pertama.


“Itu namanya kaviar. Itu termasuk makanan mahal di dunia. Suapi aku lagi.” Vincent membuka mulutnya. Ia lalu meraba tangan Ariel untuk mencari makanan. Ia juga mau meyuapi Ariel supaya berita hoax yang disebar Abu membuat para tamu tambah percaya.


Vincent menyuapi Ariel yang diikuti tatapan sinis para wanita. Ariel hendak mencoba anggur merah. Ia hendak meminumnya. Tetapi Abu buru-buru melarangnya. “Nona Ariel, Anda tidak boleh meminumnya.”


“Kenapa? Saya sudah cukup umur untuk meminumnya.”

__ADS_1


“Pokoknya tidak boleh.” Abu mengambil gelas berisi anggur merah itu dan meminumnya.


Vincent lalu berpamitan pulang lebih awal karena harus beristirahat.


Tuan Rumah mengantar mereka sampai depan pintu rumah. “Terima kasih sudah datang dan bermain piano. Saya sebagai Tuan Rumah merasa terhormat. Minggu depan saya akan mengundang Anda dan kekasih Anda untuk makan malam. Apa Anda bisa?”


“Untuk itu bisa ditanyakan ke manajer saya. Abu, cek jadwalku. Apa minggu depan aku bisa menghadiri acara makan malam?”


Abu mengecek jadwal Vincent. “Maaf Tuan. Tuan Vincent berada di kota W untuk pertunjukkan. Kami akan mengabari Anda jika Tuan Vincent ada waktu luang.”


“Tidak apa-apa. Saya akan menunggu kabar dari Anda.”


Mereka pulang ke rumah. 


Kali ini Ariel dan Vincent langsung beristirahat.


Ariel hendak mengganti pakaiannya di kamar mandi. Tuan Vincent itu buta, kan? Aku bisa mengganti pakaian di depannya. Toh ia juga tidak bisa melihat.

__ADS_1


Ariel membuka seluruh pakaiannya di depan Vincent. 


__ADS_2