
“Kami tidak berciuman.” Steven secara tegas memberitahu kebenarannya.
CEO agensi yang menaungi Steven mengirim link dari artikel yang ditulis reporter. Begitu reporter kehilangan jejek Steven, mereka langsung meng-upload berita kencan Steven.
Wajah Emi tidak terlalu terlihat. Tetapi angle foto membuat mereka seolah-olah berciuman.
Tak hanya CEO agensi yang menelpon Steven. Sang ayah juga menelpon Steven. Ia ingin bertemu Emi. “Ayah, kami tidak berciuman. Kami baru saja bertemu di lift.”
“Ayah tidak percaya. Bawa gadis itu ke rumah sekarang. Kalau kamu tidak membawanya, ayah akan mencoret namamu dari daftar pewaris harta ayah. Kamu tahu kan Ayah tidak pernah main-main dengan perkataan ayah.” Ayah Steven langsung memutuskan panggilan telepon.
Steven mau tidak mau harus menemui ayahnya dengan membawa Emi. Ia tak ingin namanya dicoret dari daftar ahli waris atas kekayaan ayahnya yang nilainya tak ternilai itu.
“Aku belum bisa mengantarmu pulang. Kita harus menemui ayahku sekarang. Walaupun kamu merasa keberatan tapi kita harus pergi menemui ayah.” Steven mengemudikan mobilnya menuju ke rumah. Reporter terlihat sedang mengintai dari kejauhan. Tetapi mereka tidak berani mendekat ke rumah ayah Steven karena mereka takut dengan para bodyguard yang berwajah sangar dan bertubuh seperti The Rock itu.
Mobil Steven masuk melewati pagar rumah. Emi hanya memandang takjub melihat rumah yang seperti istana itu. Taman depan begitu besar. Belum lagi rumah yang bisa dibilang mirip kastil.
Steven bersama Emi masuk ke dalam rumah menemui sang ayah.
__ADS_1
Ayah Steven menyambut hangat Emi. “Jadi ini menantu Ayah?” Ayah Steven memeluk Emi.
“Menantuku, namamu siapa?” Ayah Steven bertanya.
“Namanya ...” Steven baru sadar mereka belum berkenalan. Mereka belum tahu nama masing-masing.
“Nama saya Emily, Om. Om bisa memanggil saya dengan sebutan Emi," jawab Emily.
“Jangan panggil Om. Panggil Ayah. Jadi kapan kalian akan menikah?”
“Ayah tidak percaya. Mana ada yang langsung berciuman saat bertemu untuk pertama kalinya.”
“Stev hanya mengelap wajahnya.” Steven tahu sang ayah juga salah paham karena artikel para paparazzi itu.
“Ayah tak pernah mengajarimu untuk berbohong.” Ayah Steven merasa dibohongi.
"Stev tidak bohong, Yah.”
__ADS_1
“Baiklah. Dua hari lagi kalian menikah.” Ayah Steven sebenarnya hendak mengadakan acara pernikahan besok tetapi ia mengundurnya menjadi dua hari.
Hari ini ia akan menghubungi wedding organizer untuk urusan dekorasi dan acara. Besok mereka akan fitting baju dan menyebar undangan. Lusa hari H pernikahan.
“Orang tuamu?” Ayah Steven hendak bertemu dengan orang tua Emi.
“Saya tidak tahu di mana orang tua saya. Saya dibesarkan di panti asuhan,” jawab Emi.
“Malang sekali nasibmu anakku. Anggap ayah ini ayahmu. Ayah ini orang tuamu.” Ayah Steven memeluk Emi lagi.
Di tempat Violet dan Agus berada.
Violet (istri Agus) dan Agus (kakak tiri Steven) ketinggalan berita tentang Steven. Mereka tahu berita ciuman Steven saat ayah Agus memberitahu jika lusa Steven akan menikah. Baik Violet dan Agus terkejut. Mereka tidak pernah mendengar berita jika Steven berpacaran atau menunjukkan teman wanitanya.
Violet dan Agus baru percaya ketika sang Ayah menitipkan Emi di apartemen mereka. Ayah mereka berkata jika Emi dan Steven tidak boleh tinggal satu rumah.
Berita ciuman mereka sudah menjadi berita lain yang mengabarkan jika Emi dan Steven sudah tinggal satu atap selama ini. Padahal foto yang ditampilkan adalah foto Violet yang sedang bersama Steven. Sepertinya postur tubuh Violet dan Emi memang terlihat mirip.
__ADS_1