
James memakaikan jaket panjang ke Eva. “Di luar dingin. Kau tak mau istriku sakit. Nanti aku yang repot.”
Eva sudah merasa terharu dengan perhatian James tapi kalimat terakhir membuat rasa terharunya lenyap.
Eva dan James berjalan-jalan di sekitar hotel. James membeli makanan jalanan untuk mereka. “Kamu mau yang mana?”
Eva melihat menu. “Aku mau burger ayam.”
James lalu memesan, “Dua burger sapi.”
Kenapa tanya mau pesan apa jika menunya sudah diputuskan.
Dua burger sapi tersaji.
“Burger sapi di sini lebih enak dari burger ayamnya,” ucap James. “Habis ini kamu mau ke mana lagi?”
“Aku mau ke sana.” Eva menunjuk taman di dekat mereka.
“Jangan ke sana. Banyak kotoran anjing. Aku tak tahan dengan baunya.”
Ya elah. Jangan tanya kalau seperti itu.
Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Makan malam juga menu dari hotel.
Paginya James memutuskan untuk kembali ke kota mereka.
__ADS_1
Eva bersiap untuk kuliah. James yang mengantarnya. Ia juga masih kuliah. Mereka berpisah.
“Telepon aku kalau kuliahmu sudah selesai. Nanti kita pulang bareng.”
Berita jika Eva sudah menikah dengan James tersebar. Begitu juga dengan foto mereka saat berlibur satu hari.
“Kalian sudah ...” Salah satu teman Eva bertanya.
“Belum. Kemarin kami cuma berlibur.”
“Ev, aku mendengar jika James punya banyak reputasi buruk. Kabarnya ada mantan pacarnya yang hamil dan melahirkan tapi James nggak mau tnaggung jawab. Belum lagi katanya ia suka gonta ganti cewek. Aku takut kamu terluka Ev.”
“Aku nggak pa pa. James baik kok sama aku. Kemarin aja aku diajak naik pesawat luar angkasa komersil. Aku bisa lihat bumi di luar angkasa.”
“Wah ..”
James menunggu sampai Eva selesai kuliah sambil mengerjakan sesuatu.
Eva akhirnya selesai kuliah dan mereka pulang bersama.
Eva hanya merasa lelah. Ia ingin tidur sejenak.
Eva bisa merasakan ada yang menyelimuti dirinya. Ternyata James itu orangnya baik.
Malam harinya.
__ADS_1
Mereka tidak melakukan apa-apa. Hanya memandang bintang di langit.
“Kamu lihat di sana. Itu orion.” James menunjuk Orion. “Aku ingin anak kita bernama Orion.
“Cassiopeia juga bagus,” usul Eva.
“Kamu juga tahu tentang rasi bintang?”
“Aku tahu. Almarhum Ayahku menyukai bintang. Ayah akan memperbolehkanku melihat bintang dengan teleskop miliknya.” Eva merindukan ayahnya. Ia mulai menitikkan air mata.
James memeluk Eva. “Mulai sekarang aku yang akan menemanimu melihat bintang.” James mengeluarkan teleskop miliknya. Casing teleskop itu sedikit berdebu. Tetapi teleskop itu masih bisa dipergunakan. James mengarahkan teleskop miliknya ke arah bulan. Eva ikut melihat bulan dari teleskop.
“Apa planet Mars juga bis terlihat?” tanya Eva.
“Tunggu sebentar. Aku coba cari.” James menggerakkan teleskop miliknya. “Ketemu!”
Eva melihat Mars.
James lalu menggerakkan teleskop miliknya ke arah lain. Eva jadi penasaran. “Apa yang kau lihat?” James bergeser dan Eva melihat sepasang insan manusia sedang memadu kasih. Mereka lupa menutup korden jendela mereka.
Wajah Eva memerah. Apa yang aku lihat tadi? Eva menyentuh pipinya yang terasa panas. Eva juga melihat James yang kebingungan. Bukannya James sudah berpengalaman dalam hal ini? Kenapa ia masih malu-malu seperti aku? Jangan-jangan James juga ...
“James, aku mendengar rumor tidak sedap tentang kamu. Apa benar kamu punya anak dengan mantan kamu?”
__ADS_1