Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
A22 Bambang Yang Menjadi Bambi


__ADS_3

Joshua dengan yakin memutuskan untuk mengambil peran sebagai ayah tunggal dengan satu putri yang menafkahi putrinya dengan menjadi penyanyi berkostum wanita di klub malam.


Saat pembacaan naskah, para aktor berkumpul. Joshua mendekati aktris cilik yang akan menjadi putrinya. Usianya kira-kira 5 tahun. Namanya Violet. Ia ditemani oleh ibunya.


Joshua merendahkan tubuhnya agar pandangannya sejajar dengan Violet. “Halo. Violet, ya? Om yang jadi papa Violet di film.”


“Om namanya siapa?” tanya Violet malu-malu.


“Joshua.”


Violet tampak hendak berbicara sesuatu dengan ibunya. Ibu Violet merendahkan tubuhnya. Violet membisikkan sesuatu di telinga sang ibu. Sang ibu hanya tersenyum kecil.


“Para aktor diharap berkumpul,” ucap salah satu staf.


Para aktor berkumpul di meja yang dibuat melingkar.


“Kita mulai acara pembacaan naskah kita. Silahkan memperkenalkan diri kalian masing-msing. Saya akan memulainya terlebih dahulu. Saya adalah sutradara K yang akan menyutradarai film ini.”


Joshua lalu memperkenalkan dirinya. “Saya Joshua. Saya menjadi Bambang, ayah Violet.”


Violet tetap menggunakan nama aslinya. “Saya Violet.”

__ADS_1


Dilanjutkan dengan pemeran-pemeran lainnya.


Pembacaan naskah dimulai. Sutradra K memberi tahu apa yang salah. Terutama untuk Joshua saat ia berperan dengan kostum wanita. “Tokoh Bambang itu lelaki tulen tetapi ia bisa merubah kepribadiannya saat mengenakan kostum panggung.”


Joshua mulai menipiskan suaranya agar terdengar seperti wanita. Awalnya ia kesulitan. Tetapi sutradara K memujinya. “Apa kamu banyak berlatih di rumah?”


“Iya.” Joshua banyak berlatih dengan Hana bagaimana cara menjadi wanita. Ia bahkan mengenakan high heels milik Hana yang salah Hana beli via online tapi ternyata ukurannya pas untuk Joshua.


Acara pembacaan naskah slessai. Dua hari lagi mereka akan melakukan pembacaan naskah lagi untuk memantapkan emosi-emosi yang akan tersampaikan melalui dialog.


“Saya harap Anda sekalian akan tetap berlatih di rumah. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk berakting di film saya.” Sutradara K menyudahi acara pembacaan naskah.


Joshua berlatih menggunakan high heels. Ia juga mengenakan kostum yang akan ia pakai di film. Kostum bekas yang sudah diperbaiki agar pas ia kenakan.


Joshua juga diet untuk menurunkan bobot tubuhnya. Ia akan mengurangi ukuran ototnya. Ia menjadi lebih langsing sekarang.


“Tap ... Tap ...” Bunyi janggal dari high heels yang dipakai Joshua.


Hana mendengar suara high heels saat Joshua berjalan. “Kak, berjalannya tumit dulu yang menyentuh lantai, baru ujung kaki.” Hana ikut memakai high heels dan menunjukkan caranya berjalan dengan high heels.


Joshua menirunya walau terlihat sedikit oleng.

__ADS_1


“Bagus. Kakak memang pintar. Aku senang dapat murid seperti Kakak.”


Joshua yang dipuji tersenyum senang. Ia juga merasa senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Hana walau hanya di rumah karena ia harus berlatih peran.


Hari syuting tiba.


Hana ikut menemani Joshua walaupun Joshua merasa malu karena syuting hari ini mengambil setting di klub malam yang artinya ia harus mengenakan kostum panggung wanita.


Syuting dimulai.


Bertempat di ruang make-up klub malam. Joshua sudah mengenakan kostum panggung lengkap dengan wig rambut panjang.


“Papa, lipstiknya kurang tebal.” Violet yang berperan sebagai anak Joshua di film yang judulnya belum diputuskan itu, mengambil lipstik dan mengoleskannya di bibir Joshua. Joshua mengecap bibirnya seperti perempuan saat mengoles lipstik mereka.


“Bambi bersiap,” ucap staf klub malam tempat Bambang bekerja.


Joshua yang berperan sebagai Bambang saat menjadi seorang pria tetapi ia juga berperan sebagai sosok Bambi, kepribadian lain yang muncul saat ia bernyanyi dan mengenakan kostum wanita.


“Papa pergi dulu.” Bambi mengecup Violet. “Jangan kemana-mana. Tunggu Papa di sini.”


“Iya, Pa.” Violet mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2