Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
D1 LOVE ME RIGHT


__ADS_3

Kisah berikut ini adalah kisah tentang Ellen yang harus menikah dengan calon adik iparnya karena suatu kesalahan.


Selamat membaca.


...***...


Suatu malam di tempat dokter.


Adly sedang mengantar calon istrinya, Ellen yang sedang sakit untuk berobat ke dokter. Ellen sudah menjalani tes urine di pagi harinya. 


Adly meggenggam tangan Ellen yang terlihat pucat. Ellen merasa mual dan lemas. Ellen hanya menyenderkan kepalanya di bahu Adly. Ia ingin segera berebah.


“Nona Ellen ...” Suster memanggil nama Ellen. Adly dan Ellen beranjak dan menuju ke ruangan dokter. 


 “Selamat, istri Anda hamil,” ucap dokter yang melihat hasil laboratorium Ellen.


“Maksud Dokter?” Adly tidak mempercayai pendengarannya. Dokter pasti bercanda.


“Menurut hasil lab, istri Anda sedang mengandung.” Dokter berkata sekali lagi.


Ellen mulai menjadi pucat. Ia menyentuh perutnya yang masih rata.


Adly apalagi. Ia mulai naik darah. Tetapi ia menahan emosinya karena mereka masih berada di tempat umum. Mereka belum resmi menjadi suami dan istri karena pesta pernikahan mereka akan berlangsung seminggu lagi.


Adly mengemudikan mobil menuju ke rumah Ellen. Tidak ada satu patah kata keluar dari mulut mereka.


Adly : Apa maksudnya ini? Bagaimana Ellen bisa hamil? Kami tak pernah melakukannya. Siapa ayah bayinya?


Muncul banyak pertanyaan di benak Adly. Ellen sesekali melirik Adly. Ia tak pernah menduga ia akan hamil.


Di rumah Ellen.

__ADS_1


“SIAPA AYAHNYA?” Adly meninggikan suaranya. 


Ellen hanya menangis.


“AKU TANYA SEKALI LAGI. SIAPA AYAHNYA?”


Ellen menjawab pelan, “Arman.”


Adly langsung membawa Ellen ke rumahnya, tempat Arman berada.


Di kediaman Adinata.


Adly langsung memukul Arman. “DASAR BAJING**.”


Arman balas memukul.


“Ada apa ini?” Alan, ayah Adly dan Arman mendekat. Ia berusaha melerai kedua anaknya itu.


“Papa tahu apa yang ia perbuat?” 


“Papa tidak tahu.” Alan tak pernah melihat Adly, putra sulungnya itu semarah ini. Putranya itu selalu menjaga sikap dan tutur katanya.


“Arman sudah menghamili Ellen.”


“APA!?” Siska, mama Adly dan Arman yang giliran terkejut. Bagaimana ini bisa terjadi? 


“Arman sudah menodai Ellen. Ellen sekarang hamil. Ellen mengandung anak Arman.”


Siska langsung mengajak Ellen menuju ke kamarnya untuk berbicara empat mata. Mereka berdua saat ini duduk di atas ranjang. “El, cerita ke mama. Apa yang sebenarnya terjadi?”


Siska percaya jika Ellen tidak akan berselingkuh dengan Arman apalagi sampai berhubungan badan. Itu sangat tidak mungkin.

__ADS_1


Ellen menceritakan kejadian dua bulan yang lalu. Arman menidurinya dengan paksa. Ellen menutupinya dan berusaha melupakannya. Tetapi peristiwa itu menyebabkan ia hamil.


“Mama ... El harus bagaimana?” Ellen tidak mungkin melanjutkan pernikahan dengan Adly.


Pesta pernikahan Ellen dan Adly akan berlangsung seminggu lagi. Semuanya (catering, dekor, dll) sudah dipesan dan dibayar lunas. 


Apakah pernikahan mereka akan dibatalkan?


“El ... Maafkan mama. Mama tidak mendidik Arman dengan baik.” Siska berusaha terlihat tenang walaupun di dalam hatinya ia bingung.


Mereka berlima langsung berkumpul di suatu ruangan.


Alan memulai pembicaraan. “Pesta pernikahan tetap berlangsung. Bukan Adly yang menikah tetapi Arman.” Alan menatap Arman. “Kau harus bertanggung jawab.”


Arman hanya bisa mengangguk dan menatap lantai. Ia lalu mengusap darah yang mengalir di ujung bibirnya. Bekas pukulan Adly.


“Adly tidak setuju. Adly yang harus menikah dengan Ellen.” Adly tak ingin orang yang ia cintai menikah dengan orang lain terutama adiknya.


“Ayah bayi Ellen adalah Arman.” Alan berusaha bijak.


“Adly yang akan bertanggung jawab atas anak bajing** itu.”


“Arman itu masih adikmu.”


“Adik? Apa ia pantas disebut adik? Arman bukan adik Adly lagi.” Adly mulai mengepalkan tangannya. Ia sudah bersiap memukul Arman lagi. Siska melihatnya. Ia menggenggam tangan putranya itu dan membawanya ke ruangan lain untuk berbicara berdua. 


“Ad, mama tahu kamu sedang marah. Tetapi mama setuju dengan keputusan papa.”


“Tapi Ma ...” Adly mulai menangis. “Adly nggak rela Ellen menikah dengan Arman.”


Siska memeluk Adly. Ia tahu putra itu penuh dengan amarah saat ini. Pria mana yang bisa menerima keadaan sang calon istri justru mengandung anak dari pria lain yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2