Bukan Pengganti

Bukan Pengganti
M6 Bertambah Bulat


__ADS_3

 “Aku mau. Aku mau punya anak yang imut sepertimu, Ev.” James mencium Eva. 


“Aku juga mau punya anak setampan kamu, James.” Eva balas mencium James.


Malam itu caravan bergoyang sekali lagi. Membuat sekuriti yang berjaga malam menjauh dari caravan supaya tidak mengganggu pengantin baru itu.


Pagi harinya.


James terlihat cerah. Para kru sudah berbisik-bisik dan bergosip ria tentang caravan yang bergoyang.


“Kamu punya videonya?” tanya salah satu. kru ke kru lainnya.


“Punya. Kamu mau lihat?” Kru itu memperlihatkan video odong-odong. Kru satunya lagi merasa dipermainkan. 


James mulai syuting lagi. Ia sengaja tidak membangunkan Eva karena ia ingin Eva beristirahat lebih lama. Ev, terima kasih sudah membuka hati untukku.


Selang beberapa bulan berita bahagia itu datang. Eva hamil. 


“Halo Orion.” James menyapa bayi mereka. Ia menyentuh lembut perut Eva. “Jangan kecapaian. Biar aku yang capek. Ingat! Sudah ada Orion di perutmu.”


“Iya, Papa Orion yang bawel. Cepat kerja sana. Biar dapet diut banyak,” ucap Eva.


“Mama Orion ternyata matre. Papa baru tahu sekarang.”


“Orion, Papa ejek Mama.” Eva mengadu ke Orion. “Mama kan perlu uang banyak buat lahiran Orion.”


“Orion, doakan Papa supaya dapat job banyak. Papa pergi dulu. Jaga Mama baik-baik di rumah.” James mengecup Eva lalu mengecup perut Eva dan pergi ke lokasi syuting.

__ADS_1


Beberapa bulan berlalu.


Berita tidak sedap muncul. Eva mengalami komplikasi di kehamilannya. Mereka harus memutuskan untuk memilih Orion atau Eva.


“Eva. Selamatkan Eva.” James tidak ragu sedikit pun dalam jawabannya. Ia tidak bisa merelakan Eva untuk mendapatkan Orion.


“James ...” Eva melihat James yang bercucuran air mata. Eva memeluk James. Eva tahu jika James sangat menyayangi dirinya dan Orion.


“James ... Aku akan melahirkan Orion.”


“Tidak bisa. Aku tak bisa kehilanganmu.”


“James, dengarkan aku. Orion mungkin akan jadi satu-satunya anak kita. Tidak akan ada Cassiopeia, Ursa, Pegasus dan yang lain. Kita harus mempertahankan Orion.”


“Aku tak mau kehilangan kamu, Ev.”


“Dokter bilang aku bisa mati. Tapi aku juga percaya aku bisa hidup.” Eva menyentuhkan tangan James ke perut buncitnya. “Kita tidak bisa menghilangkan begitu saja buah cinta kita. Ada tanggung jawab kita sebagai orang tua. Kita sudah membuatnya hadir di perutku. Kita pasti bisa membuatnya lahir di dunia ini.”


Menentang segala yang ada, Orion lahir dengan selamat. Eva juga dalam kondisi baik. 


“Hai, Orion.” Papa James melihat sang cucu yang hampir saja digugurkan itu. James juga melihat Orion. Dulu Orion tidak bisa ia lihat tapi sekarang Orion sudah bisa ia lihat setiap saat.


“Orion mirip kamu waktu bayi, James. Papa masih ingat dulu itu kamu kecil sekali. Mama yang rajin kasih kamu susu.” Papa James teringat masa lalunya.


Kemudian datanglah para sepupu James yang heboh. Mereka membawa banyak hadiah untuk Orion juga Eva. Mereka bergantian melihat Orion. “James sekarang jadi Papa. Nggak nyangka anak kecil yang dulunya suka ingusan sudah punya bayi.”


“Makanya cepat nikah, biar punya bayi sendiri.”

__ADS_1


“Lagi jomblo. Nggak punya pasangan.”


“Jangan terlalu banyak pilih. Comot aja di jalan.” 


“Emangnya nikah itu gampang.”


“Gampanglah. Jalaninnya yang sulit.”


...***...


Eva dan Orion sudah diperbolehkan untuk pulang. James membantu menggendong Orion. Ia mengambil break syuting sebentar untuk membantu menjaga Orion. Ia tahu ia tidak boleh terlalu lama beristirahat. Banyak bintang baru yang setiap saat bisa menggantikan dirinya.


“Aku besok syuting lagi. Kamu nggak  pa pa aku tinggal?” James kuatir.


“Nggak pa pa Papa Orion. Kan ada bibi Inah yang bantuin aku. Tidak perlu kuatir. Fokus ke syuting aja.”


Eva menjaga Orion. Sesekali James menelpon dari lokasi syuting. 


“Orion, Papa nelpon Orion tuh.” Eva memperlihatkan Orion yang sedang membuka matanya. Orion tersenyum.


“Manisnya anak Papa.” James merasa gemas. Ia ingin cepat-cepat pulang bertemu Orion.


“Hari ini aku bisa pulang cepat. Sisa syuting satu adegan lagi. Mau dibawain apa?”


“Terang bulan, martabak, pizza, ...”


“Tiga aja cukup. Nanti kamu tambah bulat.”

__ADS_1


“Yang bikin aku bulat siapa?”


“Aku.”


__ADS_2