
Di apartemen Steven.
Steven menerima banyak sekali telepon dan pesan di ponselnya. Terutama dari wanita yang merasa dekat dengan Steven. Mereka merasa telah dipermainkan oleh Steven.
Steven tidak memberitahukan apa-apa karena semakin banyak pihak yang tahu situasi akan semakin rumit.
Untuk mengurangi perhatian publik kepadanya, ia akan menikah dan saat sudah reda semua sensasi ia akan bercerai dari Emi. Ia hendak menghubungi Emi tetapi ia lupa menanyakan nomor ponsel Emi.
Karena lelah, Steven tertidur.
Pagi harinya.
Violet dan Agus pergi mengantar Emi pulang ke rumah untuk mengambil beberapa barang pribadi milik Emi. Kemudian mereka melanjutkan fitting gaun pengantin untuk Emi.
Semuanya dilakukan dengan secepat kilat. Begitu selesai memilih, para penjahit langsung melakukan beberapa penyesuaian agar gaun pengantin bisa dipakai oleh Emi keesokkan harinya.
Begitu juga gaun untuk Violet yang sedang hamil besar. Tidak banyak gaun yang berukuran besar. Mereka memperbaiki gaun dengan ukuran jumbo agar pas dikenakan oleh Violet.
__ADS_1
Sedangkan Steven masih berada di lokasi syuting. Beruntung besok ia tidak ada jadwal. Ia bisa fokus ke acara pernikahannya.
Pernikahan yang bisa dibilang pernikahan ekspres. Memang tidak secepat kasus Violet dan Agus, tetapi dua hari juga bisa dibilang cepat.
Hari H pernikahan.
Acara berlangsung di kediaman Ayah Agus. Rumah besarnya bisa menampung ratusan tamu.
Emi terlihat begitu cantik dengan gaun pengantinnya. Ia masih belum mengenal Steven. Tetapi ia merasa keluarga Steven menerima dirinya.
Ayah Agus berjalan mendampingi Emi untuk menuju ke altar. Steven takjub melihat Emi yang begitu cantik. Janji suci diucapkan. Mereka resmi menjadi sepasang suami istri.
Acara dilanjutkan dengan acara resepsi. Para undangan bisa memilih hidangan yang mereka inginkan. Acara yang begitu mendadak membuat tamu yang hadir tidak begitu banyak.
Karena undangan yang berhalangan hadir tidak bisa menghadiri pesta pernikahan Steven disebakan mereka sudah ada jadwal yang dibuat jauh hari sebelumnya. Mereka turut berbahagia dengan mengirimkan hadiah.
Acara hampir berakhir. Violet sudah merasakan sakit di perutnya sejak pagi tetapi ia masih bisa menahannya. Ia juga banyak duduk dan berjalan sedikit saat acara.
__ADS_1
Saat ada cairan yang mengalir di sela-sela kakinya, ia tahu sudah tiba persalinannya.
“Mas, air ketubanku pecah.” Violet memberitahu Agus. Seketika itu Agus membawa Violet menuju ke rumah sakit.
Ayah Agus, Steven dan Emi ikut menemani. Pihak rumah sakit maupun pasien bingung saat melihat ada sepasang pengantin memasuki rumah sakit mereka. Mereka begitu terburu-buru sampai lupa mengganti pakaian mereka.
Violet segera dibawa ke ruang bersalin.
Setelah beberapa waktu Jingga berhasil keluar dan menangis dengan keras. Suster dengan cekatan membersihkan tubuh Jingga.
Agus menggendong Jingga untuk pertama kalinya. Ia sudah menjadi ayah sekarang.
Sedangkan yang menunggu di luar dibuat panik saat ada suara tangis yang kencang dan semakin panik saat melihat dokter dengan raut wajah tidak begitu baik mendekati mereka. Apa yang terjadi?
Tetapi dokter itu tidak mendekati mereka, dokter itu mendekati keluarga lainnya.
Agus tampak keluar dari ruang persalinan. Walaupun mengenakan masker, tapi raut bahagia Agus begitu terlihat.
__ADS_1
Tidak ada acara bulan madu karena Steven harus bekerja.